Kartu langka Yu-Gi-Oh. (Photo/Twitter/@takigare3)
Seorang wanita yang diduga berasal dari Jepang belum lama ini membuat heboh penggemar anime Yu-Gi-Oh! karena melelang kartu langka milik suaminya karena ingin balas dendam lantaran telah diselingkuhi.
Bagi penggemar Yu-Gi-Oh, banyak dari mereka menilai bahwa kartu-kartu tersebut merupakan kartu langka yang jika dijual akan menghasilkan uang yang banyak.
Sementara itu, dilansir dari SoraNews24, Jumat (16/4/2021), koleksi Yu-Gi-Oh milik mantan suaminya itu pun dilelang di Yahoo! dan saat ini telah mendapatkan tawaran mencapai 20.503.000 yen atau setara dengan Rp2,7 miliar.
Bahkan disebutkan daftar lelang wanita tersebut adalah 26 kota multi-paket kartu Yu-Gi-Oh, dan 25 diantaranya belum dibuka serta dalam kondisi yang sangat baik. Bersama dengan daftarnya, muncul pesan istri yang menjelaskan alasan balas dendamnya.
Baca juga: YouTuber Ini Dikecam karena Aksinya Melempar Uang Rp35 Juta ke Depan Mal
“Ini adalah listing pertama saya di Yahoo! Lelang. Sebagai tindakan balas dendam terhadap suamiku karena selingkuh, aku memutuskan untuk menjual koleksinya," tulisnya.
"Ini adalah listing pertama saya di Yahoo! Lelang. Sebagai tindakan balas dendam terhadap suamiku karena selingkuh, aku memutuskan untuk menjual koleksinya," tambah wanita itu.
"Saya tidak terlalu paham dengan permainan kartu koleksi, tetapi bagi mata saya yang tidak terlatih, item tersebut tidak memiliki kerusakan atau robek, jadi terimalah kondisinya sebagaimana adanya. Terima kasih," ungkapnya.
??????????????????????????????????? https://t.co/XtYQBYaGog pic.twitter.com/Ryga8LEeOY
— ????????????? (@takigare3) April 12, 2021
Dilaporkan pula bahwa kartu dari mantan suaminya itu berasal dari seri awal sejarah permainan. Set khusus ini termasuk paket dari Magic Ruler, Pharoah's Servant, Curse of Anubis, Thousand Eyes Bible, Mythological Age, dan set booster Mantra Topeng.
Lelang wanita itu baru saja berakhir Sabtu (10/4/2021) lalu, tetapi jumlah akhir yang bisa dia jual masih belum diungkapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: