Tanaman penghasil oksigen (photo/pinterest/putrimilaya)
Selain mempercantik ruangan, tanaman hias juga bisa menghasilkan oksigen dan menetralisir zat beracun di udara.
Tanaman penghasil oksigen ini sangat baik dipelihara karena bermanfaat bagi kesehatan saluran pernapasan terutama paru-paru.
Di masa pandemi COVID-19 ini, tanaman yang bisa menghasilkan oksigen bisa jadi sumber oksigen alami yang mudah didapat.
Berikut ini Indozone bagikan deretan tanaman penghasil oksigen tinggi dan terbanyak yang bisa dijadikan tanaman hias untuk dalam ruangan (indoor) dan luar ruangan (outdoor).
Lidah mertua menjadi tanaman rumah penghasil oksigen yang paling banyak digemari.
Berdasarkan penelitian Universitas Naresuan, Thailand, lidah mertua mampu mengurangi karbon dioksida 0,49 ppm/m3 pada ruangan tertutup.
Tanaman dengan nama ilmiah sansevieria atau seiring disebut Snake Plant ini, juga dapat menetralisir polusi dan racun di udara.
Perawatan lidah mertua pun sangat mudah, cukup dijemur di bawah sinar matahari tanpa perlu banyak air.
Sri rezeki atau aglonema juga termasuk tanaman yang menghasilkan oksigen.
Tanaman indoor penghasil oksigen ini bisa menghilangkan zat beracun di udara seperti benzena, formaldehida, dan trichloroethylene.
Sri rezeki memiliki banyak warna seperti merah, hijau, dan putih.
Agar tidak cepat menguning dan layu, hindari menempatkan tanaman ini di area yang terkena sinar matahari langsung.
Lili paris merupakan tanaman hias penghasil oksigen sekaligus pemurni udara.
Tanaman ini mampu menghilangkan racun formaldehida dan xylene, yang berasal dari cat dinding atau furnitur.
Bentuk daun lili paris yang memanjang dan menjuntai, membuat tanaman ini sering disebut tanaman laba-laba (spider plant).
Tanaman ini dikenal sangat tahan banting. Cukup tempatkan pada ruangan teduh dan siram minimal sekali sehari.
Sirih gading merupakan tanaman rambat yang memiliki akar gantung, dan dapat tumbuh di tanah maupun di air.
Menurut hasil penelitian, tanaman penghasil oksigen ini mampu menyerap karbon dioksida sebesar 6,5 persen, dari 454 PPM menjadi 425 PPM.
Tak hanya itu, sirih gading juga dapat menghilangkan racun di udara seperti formaldehida, xylene, toluene, dan benzene.
Perawatannya juga gampang, cukup siram sirih gading dan diberi pupuk kompos agar lebih subur.
Palem bambu dapat menyerap polusi dan udara tercemar yang ada di dalam ruangan.
Tanaman ini juga bisa menghilangkan karbon monoksida, formaldehida, benzena, dan xylene serta menghasilkan oksigen.
Struktur daun palem bambu yang kuat, membuat tanaman ini tak mudah layu meski diletakkan di tempat ber-AC.
Itulah sebabnya, tanaman penghasil oksigen terbanyak ini sering ditemukan di perkantoran, pusat perbelanjaan, dan perumahan.
Itulah tanaman penghasil oksigen dan penyerap zat beracun di udara yang cocok dijadikan tanaman hias. Yuk, mulai pelihara!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: