INDOZONE.ID – PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), mengadakan edukasi kesehatan bersama Mandaya Royal Hospital Puri bertajuk “Pentingnya Vaksin Dewasa dan Vaksin EV71 HFMD untuk Perlindungan Keluarga”.
Dokter Spesialis Anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A., menjadi salah satu narasumber yang memberikan panduan lengkap HFMD untuk orang tua masa kini.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Makan Sate Daging Kurban yang Bikin Asyik Saat Kumpul Keluarga
Kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Flu Singapura, kini tengah menjadi perhatian serius bagi para orang tua di Indonesia.
Berdasarkan data terbaru hingga pertengahan tahun 2026, angka kasus di beberapa wilayah menunjukkan lonjakan yang signifikan. Terutama di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah.
Wilayah Bandung dan Banten tercatat sebagai daerah dengan kasus tertinggi, di mana dalam satu minggu saja, jumlah anak yang terinfeksi bisa mencapai 2.000 kasus.
Penyebab utama dari kekhawatiran ini adalah jenis virus yang disebut Enterovirus 71 (EV71). Berbeda dengan virus pada umumnya, EV71 dikenal sangat "bandel" dan berbahaya karena memiliki kemampuan untuk menembus hingga ke sistem saraf anak.
“Virus EV71 bisa menyerang sampai ke saraf anak. Jika dia sudah nembus sampai ke saraf, itu bisa menyebabkan komplikasi ke otak, terus kejang-kejang, dan berdampak buruk pada tingkat kecerdasan anak,” jelas Handayani.
Gejala awal yang perlu diwaspadai oleh orang tua adalah munculnya demam tinggi atau kondisi "sumeng-sumeng" pada anak.
Daya tular virus EV71 tergolong sangat tinggi. Satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus tersebut kepada 12 anak lainnya di lingkungan sekitarnya, seperti di sekolah, tempat les, atau daycare.
Baca juga: Virus Andes Hantavirus Bisa Menular Antarmanusia, CDC AS Sebut Penyebarannya Sulit
Sebagai perbandingan, satu orang yang terinfeksi COVID-19 rata-rata hanya menularkan ke 7 orang lainnya.
Penularan tersebut umumnya terjadi melalui dua cara, yaitu cairan droplet (ketika anak batuk atau bersin) serta jalur fekal-oral.
Jalur fekal-oral sering terjadi ketika virus dari kotoran anak, misalnya saat mengganti popok, menempel pada tangan atau mainan, lalu tanpa sengaja tersentuh dan masuk ke mulut anak lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan