Ayam hias dikembangbiakan di Solo. (Eko Haryanto/Z Creators)
Ari Suwardi, warga Perumnas Mojosongo, Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah sukses beternak ayam hias tapi kalau dilihat-lihat bentuknya mirip burung. Memanfaatkan lahan kosong di sebelah rumahnya, Ari memulai beternak ayam hias ini.
Belasan jenis ayam hias impor dari berbagai negara mulai dari China hingga Belanda berhasil ia pelihara. Ari Suwardi sudah melakoni bisnis peternakan ayam hias sejak 10 tahun lalu. Awalnya, ia mulai beternak ayam hias karena hobi, namun lama-lama bisa jadi cuan.
Kemampuan beternak ayam hias diperoleh Ari secara otodidak. Ayam yang pertama ia kembangkan berjenis golden pheasant. Kini, berbagai jenis ayam hias lokal dan impor berhasil dibudidayakan.
Ada ayam cemani yang seluruh tubuhnya berwarna hitam, ayam ring neck dan golden pheasant asal Cina, ayam jambul Polandia, American Silkie, ayam brahma, ayam serama, chao black tail, dan masih banyak lagi.
Ari tidak mengimpor langsung ayam-ayam hias tersebut tapi mendapatkan dari para komunitas pecinta ayam hias. Setelah berhasil dikembangbiakan ayam-ayam hias tersebut dijual di media sosial.
Harga seekor ayam hias bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per ekor. Walaupun hanya usaha sampingan binis ayam hias yang dilakoni ini mampu meraup cuan enggak sedikit per bulan.
Artikel menarik lainnya:
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: