Cantiknya bunga tabebuya di Batu (Z Creators/Hasan Syamsuri)
Bunga tabebuya kuning atau yang sering disebut bunga terompet emas, lagi bermekaran di jalanan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Bunga yang juga dijuluki sebagai bunga sakura tropis itu, bahkan membuat suasana desa menjadi seperti musim semi di luar negeri.
Tabebuya sebenarnya merupakan flora yang berasal dari hutan Amazon, Brasil, karena itu enggak banyak orang yang tahu tentang fakta-fakta unik dari bunga tabebuya.
Tim Z Creators, Hasan Syamsuri merangkum sejumlah fakta tentang tabebuya seperti dikutip dari berbagai sumber.
Nama tabebuya pertama kali digunakan oleh Augustin Pyramus de Candolle pada 1838. Kata ‘tabebuya’ sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari kata “Tacyba Bebuya“, kata yang berasal dari bahasa Brasil berarti “semut kayu” dalam bahasa Indonesia.
Tabebuya memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus. Namun nama tersebut rupanya bukanlah satu-satunya karena ternyata tabebuya juga memiliki banyak nama latin yang lain, mulai dari Tabebuia Heterophylla, Tecoma Leucoxylon, Raputia Heterophylla, hingga Bignonia Leucoxylon.
Sementara di Indonesia, tabebuya dikenal sebagai pohon terompet, kayu putih, cedar putih, dan juga manjack.
Tabebuya memiliki setidaknya 25 spesies asli dan lebih dari 100 spesies variasi. Rata-rata, bunga tabebuya memiliki bentuk yang sangat mirip sehingga agak sulit untuk dibedakan berdasarkan jenisnya.
Setiap spesies tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, namun warna yang paling banyak dikenal adalah putih, merah muda, kuning, jingga, magenta, plum, ungu, dan merah muda.
Tabebuya yang merupakan kelompok tumbuhan besar dan dapat tumbuh hingga mencapai 5 meter bahkan lebih, merupakan pohon hias yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Baik di daerah tropis maupun subtropis.
Tabebuya termasuk salah satu jenis tumbuhan yang tersebar hingga ke berbagai penjuru dunia, mulai dari Asia hingga Afrika. Seperti Amerika, Argentina, Australia, Indonesia, Bolivia, Meksiko, hingga Suriname Selatan.
Selain menawarkan keindahan, bunga tabebuya juga menawarkan sederet manfaat. Melansir dari laman ‘Science Direct’, berbagai macam spesies tabebuya di daerah Amazon, Brasil telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Klaim penggunaan tabebuya dalam uji klinis pengobatan kanker pertama kali dilakukan di Brasil pada tahun 1960-an.
Bahkan 'Webmd', salah satu situs web tentang perawatan kesehatan, mencatat bahwa tabebuya juga bisa membantu para penderita anemia, infeksi kantung kemih dan prostat, asma, arthritis, diare, psoriasis, eksim, bronkitis, diabetes, dan masih banyak lagi.
Artikel menarik lainnya:
Keren! Terompet Reog Buatan Mahasiswa Ponorogo Sukses Merajai Pasar Internasional
Uniknya! Panen Raya Labu di Turki, Ada yang Berbentuk Biola dan Seukuran Kepalan Tangan
Rindu Kuliner Indonesia, WNI di Belgia Rela Rogoh Rp1,5 Juta demi Seporsi Martabak!
Viral! Mr Nanang, Penjual Cincau Asal Bogor yang Jago 9 Bahasa, Salah Satunya Slovakia
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: