Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 APRIL 2020 • 11:35 WIB

Benarkah 1 Jam Menatap Gadget Dapat Merusak Kulit? Ini Faktanya

Benarkah 1 Jam Menatap Gadget Dapat Merusak Kulit? Ini FaktanyaIlustrasi main gadget (VIDEOHIVE)

Sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) membuat waktu terpapar gadget menjadi lebih banyak. Mulai dari menyelesaikan pekerjaan hingga meeting online. Hal ini ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan kulit.

Layar pada gadget memancarkan blue light atau cahaya biru. Cahaya ini merupakan penyebab paling buruk kerusakan karena memiliki energi tinggi yang mampu menembus jauh ke dalam kulit.

Melansir Harper's Bazaar, Kamis (30/4/2020), seorang dokter kulit di New York mengatakan layar gadget secara tidak sengaja memancarkan sinar UV dan dapat menyebabkan kanker kulit.

Blue light yang dikenal dengan nama Artificial Visible Light (AVL) dan High Energy Visible Light (HEVL), adalah spektrum cahaya yang sangat dekat dengan panjang gelombang sinar UV. Matahari memancarkan cahaya biru dalam jumlah besar sehingga langit berwarna biru.

Begitu juga dengan perangkat digital seperti ponsel dan layar komputer. Hanya saja blue light yang dipancarkan dalam jumlah lebih kecil sehingga tidak terlihat nyata.

Meskipun blue light memiliki panjang gelombang pendek, tetapi ketika dipancarkan dalam jumlah besar tetap dapat merusak lapisan dalam kulit yang menyebabkan penuaan dini dan kanker kulit.

Ilustrasi main gadget (Video Hive)

"Paparan jangka panjang terhadap sumber-sumber energi blue light seperti penggunaan gadget yang terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan kulit, termasuk perubahan warna, peradangan, dan melemahnya permukaan kulit," kata dokter kulit Ellen Marmur.

National Center for Biotechnology Information melaporkan, paparan blue light dari gadget terhadap sel-sel kulit dapat menyebabkan kerusakan pada lipid dan protein yang menjaga kelembapan, mencegah kotoran, dan memperbaiki kulit.

Bahkan kerusakan itu dapat terjadi meski waktu paparan hanya satu jam saja. Selain itu, blue light juga menyebabkan lebih banyak kemerahan, pembengkakan, dan hiperpigmentasi daripada UVA.

"Untuk melindungi kulit dari blue light, penggunaan tabir surya adalah suatu keharusan. Tabir surya apa pun yang mengandung seng oksida atau titanium dioksida dapat membantu menghalangi blue light," kata Marmur.

Cari pula tabir surya yang mengandung arginine untuk membantu mencegah photoaging dan mengobati hiperpigmentasi. Selain itu, usahakan ada kandungan iron oxide untuk membantu mengurangi kepekaan terhadap cahaya biru. Kandungan lain seperti antioksidan, teh hijau, vitamin C, asam ferulic, alga biru, serta delima juga bisa melindungi dan menyembuhkan kulit dari kerusakan cahaya biru.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Benarkah 1 Jam Menatap Gadget Dapat Merusak Kulit? Ini Faktanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!