Ilustrasi menangani anak autis (alliedtravelcareers.com)
Tidak mudah tentunya menjadi orang tua dari anak yang hidup dengan kelainan autisme.
Terlebih, orang tua harus menerima kenyataan bahwa sang buah hati mengalami autisme sejak kecil.
Meski tidak mudah, jika dibarengi dengan usaha melakukan pengobatan terapi autisme pada anak, orang tua dan anak dengan autisme dapat sama-sama hidup lebih baik.
Orang tua juga perlu belajar cara menangani anak autis yang cenderung memiliki perilaku berbeda dari anak normal lainnya.
Dihimpun dari berbagai sumber, ini beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menghadapi anak dengan kelainan autisme:
Selama ini, banyak orang berpendapat bahwa autisme adalah penyakit kejiwaan dan kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat.
Karena stigma negatif itu pula, anak-anak dengan autisme seringkali jadi sasaran bully dan olokan.
Padahal, tidak selamanya anak autis memberi dampak buruk. Toh, ada banyak sekali anak autis yang berhasil menjalani hidup sebagaimana orang normal.
Bahkan, beberapa di antara mereka mampu menunjukkan prestasi membanggakan. Skill terpendam dari diri mereka pun tak bisa dianggap remeh.
Sementara itu, jika anak dengan kelainan autisme selalu diremehkan dan diolok, bukan tidak mungkin mereka mengalami trauma dan semakin memperburuk kondisi mentalnya.
Menghadapi anak autis tentu menguras lebih banyak waktu dan tenaga. Apalagi, kondisi mental, mood, dan perilaku mereka bisa berbeda-beda setiap hari.
Untuk itu, setiap orang tua harus pandai mengendalikan diri dan belajar lebih sabar.
Para orang tua yang memiliki anak autis tidak semestinya merasa rendah diri. Sebab, itu hanya akan menurunkan semangat dalam merawat si buah hati.
Ada baiknya, cobalah saling berbagi informasi dengan orang tua lain yang juga memiliki anak autis.
Bukan hanya membantu dalam menghadapi anak kelainan autisme, tapi juga bisa sama-sama saling menguatkan.
Beranilah membuka diri kepada orang lain, jangan malu. Keterbukaan akan mendatangkan berbagai informasi bermanfaat.
Namun di sisi lain, penting juga untuk menjalin hubungan sosial dengan orang tua yang memiliki anak normal. Ini bisa menjadi 'angin segar' untuk kondisi mental orang tua.
Kondisi emosional anak dengan kelainan autisme seringkali berubah-ubah. Mereka bisa menjadi sangat aktif atau diam secara tiba-tiba.
Tak hanya itu, mereka bisa mendadak tantrum tanpa memerdulikan situasi, termasuk di depan orang ramai.
Untuk mengatasi anak autis tantrum seperti ini, ada satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan fiksasi tanpa perlu bicara.
Cara melakukan fiksasi pada anak, sebagai berikut:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: