Ilustrasi penyintas covid-19 (photo/istock/asiandelight)
Pada beberapa kasus Covid-19, gejala virus corona dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah dinyatakan sembuh.
Seperti yang diketahui, pasien Covid-19 dinyatakan sembuh dari virus corona apabila dua kali tes PCR menunjukkan hasil negatif, apalagi jika disertai dengan rontgen dan pemeriksaan laboratorium.
Namun kenyataannya, penderita Covid-19 yang telah berhasil pulih total, masih bisa mengalami gejala dalam jangka panjang, yang disebut Long Covid atau sindrom pascacovid.
Gejala Long Covid diperkirakan dapat menjangkiti penyintas Covid-19 sebesar 25 hingga 30 persen. Tak hanya pasien dengan gejala berat, penderita Covid-19 dengan gejala sedang bahkan ringan, masih berpotensi mengalami Long Covid.
Berdasarkan survei yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (DCD), 35% pasien yang tidak dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala ringan, akan tetap mengalami gejala hingga tiga bulan kemudian.
Sementara menurut jurnal yang diterbitkan pada 8 Januari 2021 di The Lancet, sebanyak 76% pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, Cina, masih mengalami gejala enam bulan kemudian.
Namun, ada beberapa hal umum yang dapat mempengaruhi seseorang memiliki risiko lebih besar terkena Long Covid, setelah dinyatakan negatif dari virus corona, yakni sebagai berikut:
Memiliki penyakit penyerta atau komorbid
Mengalami gejala berat Covid-19
Memerlukan bantuan oksigen
Usia lanjut
Obesitas
Melansir dari laman resmi Centers for Disease Control and Prevention, berikut ini beberapa gejala Covid19 jangka panjang yang dapat dialami oleh penyintas Covid-19 atau orang yang telah dinyatakan bebas dari infeksi virus corona.
Kelelahan
Sesak napas
Batuk
Nyeri sendi
Nyeri dada
Kesulitan berpikir dan berkonsentrasi
Depresi
Nyeri otot
Sakit kepala
Demam intermiten
Jantung berdebar cepat atau kencang
Kardiovaskular atau radang otot jantung
Kelainan fungsi paru-paru
Cedera ginjal akut
Ruam dan rambut rontok
Kehilang daya penciuman dan perasa
Gangguan tidur
Penurunan daya ingat
Gangguan mental seperti depresi dan kecemasan
Dikutip dari Healthline, para profesional medis masih terus melakukan penelitian mengenai perawatan terbaik bagi penderita Long Covid.
Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala Long Covid yang muncul dengan keluhan ringan, yakni sebagai berikut:
Tidur yang cukup dan berkualitas
Tidak melakukan aktivitas berat
Olahraga rutin untuk melatih pernapasan
Menghindari stres untuk mengurangi gangguan mental
Konsumsi makanan sehat yang bergizi dan bernutrisi
Melakukan hobi yang membuat pikiran lebih rileks
Jauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol
Apabila tanda-tanda corona gejala Long Covid memburuk, seperti mengalami kesulitan bernapas atau masalah gastrointestinal, sebaiknya segera minta pertolongan medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: