Kanti Utami, ibu yang diduga menggorok 3 anaknya di Brebes. (Facebook Kanti Utami Mua)
Kasus seorang ibu yang menggorok tiga anak kandungnya di Padukuhan Sokawera, Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyita perhatian khalayak.
Tak sedikit warganet yang simpatik terhadap keadaan mental ibu bernama Kanti Utami (35 tahun) itu, yang diduga mengalami depresi sehingga menggorok anaknya, hingga salah seorang di antaranya tewas.
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kondisi kejiwaan Kanti.
Meski demikian, dari penuturannya saat berada di dalam sel, diduga kuat ia mengalami gangguan kesehatan mental.
"Saya pengen disayang, sama suami. Tapi suami saya sering nganggur. Saya gak sanggup kalau kontraknya habis nganggur lagi," katanya, seraya meminta air hangat kepada petugas, disimak Indozone dalam videonya yang beredar, Selasa (22/3/2022).
"Saya cuman mau tobat sebelum saya mati. Saya cuman mau menyelamatkan anak-anak. Dibuat mati aja, gak perlu merasain sedih. Mati biar gak sakit kayak saya dari kecil, gak ada yang tahu saya memendam puluhan tahun," katanya lagi.
Untuk mencegah gangguan mental hingga depresi, berikut Indozone sajikan 5 tips menjaga kesehatan mental seorang ibu, sebagaimana dilansir Halodoc.
Seorang ibu rumah tangga akan melakukan pekerjaan yang sama setiap hari.
Namun, ada baiknya untuk tetap membuat jadwal kegiatan harian, dan lakukanlah setiap kegiatan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat.
Misalnya, bangun pagi pukul 07.00 dilanjutkan dengan sarapan sampai jam 08.00, baru setelah itu mulai mengurus anak atau pekerjaan-pekerjaan lain.
Kerjakan setiap tugas pada waktu yang konsisten sehingga terasa lebih mudah. Hal ini juga penting untuk mengukur “jam kerja” ibu rumah tangga sehingga bisa diimbangi dengan istirahat yang cukup.
Ibu rumah tangga juga butuh istirahat dan hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan mental serta kesehatan fisik.
Ibu rumah tangga disarankan untuk mendapatkan tidur setidaknya 8 jam sehari. Jika tidak bisa dipenuhi pada malam hari, coba bagi dengan mengambil waktu 1–2 jam tidur siang, ketika pekerjaan pada waktu tersebut sudah selesai.
Ibu perlu keluar dan mencuri waktu untuk refreshing, misalnya saat perjalanan belanja ke pasar atau sekadar mengajak anak-anak bermain di taman pada sore hari.
Waktu tersebut bisa ibu manfaatkan untuk merelaksasi tubuh dan pikiran sehingga kesehatan mental lebih terjaga.
Jalan-jalan sore, meskipun cuma sebentar, juga bisa dimanfaatkan untuk mencari teman sesama ibu-ibu, bercengkrama, dan saling melepas penat.
Bisa jadi, gaya hidup yang diterapkan menjadi risiko meningkatnya gangguan kesehatan mental. Coba ingat-ingat lagi, apakah ibu sudah cukup makan sehat, cukup tidur, dan cukup berolahraga? Jika terlalu belum cukup, coba mulai untuk melakukan perubahan gaya hidup bersama dengan anak dan anggota keluarga lainnya.
Jika ibu benar-benar merasa lelah dan butuh istirahat, jangan sungkan untuk berbicara pada pasangan. Jika memungkinkan, mintalah suami untuk bergantian melakukan pekerjaan rumah di hari liburnya, atau menjaga anak pada malam hari setelah pulang bekerja. Dengan begitu, ibu bisa memiliki sedikit waktu untuk memanjakan diri dan memelihara kesehatan mental.
Selain menjaga kesehatan mental, ibu juga harus menjaga kesehatan fisik. Sebab, A healthy family starts from a healthy Mom yang artinya sehat dimulai dari ibu.
Ibu di Brebes Gorok 3 Anak Kandung agar Tak Merasakan Kesedihan, Ini Wajahnya
Ibu yang Gorok Anaknya Diduga Depresi, Psikolog Ingatkan Tanda Mental Seseorang Terganggu
Mom Shaming Bisa Mempengaruhi Kesehatan Mental Ibu, Yuk Lebih Empati!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: