Ilustrasi keluarga berbuka puasa (Freepik/rawpixel.com)
Memasuki pertengahan bulan Ramadan, ternyata masih banyak masyarakat yang khawatir kesehatannya terganggu saat menjalankan ibadah puasa.
Faktanya, berpuasa selama sebulan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Spesialis gizi klinik dari D8 SKYN, dr Cut Hafiah menjelaskan apabila ibadah puasa dilakukan dengan tepat dan benar, manfaat kesehatannya akan terasa.
Sayangnya, masih banyak orang awam yang belum menyadari manfaat dari puasa. Nah, biar enggak penasaran lagi, yuk simak informasi berikut:
Siapa sangka saat menahan lapar dan haus, tubuh tengah berusaha membuang racun atau melakukan proses detoksifikasi, bersamaan dengan lemak dan zat kimia berbahaya lainnya.
Baca juga: Jarang Diketahui, Puasa Ternyata Bisa Mencegah Penyakit Osteoporosis
"Berpuasa meningkatkan proses detoksifikasi alami tubuh, memungkinkan sistem pencernaan untuk beristirahat dan memperbaiki diri. Hal ini dapat menyebabkan efisiensi metabolisme yang lebih baik dan penyerapan nutrisi yang lebih baik," jelas dr Cut dalam keterangannya, Kamis (13/3/2023).
Bulan Ramadan menjadi momen tepat untuk memulai program diet, lantaran lebih mudah dalam mengontrol asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Diet untuk menurunkan berat badan bisa sukses, apabila ketika sahur dan berbuka tidak mengonsumsi berlebihan.
"Berpuasa membantu mengontrol asupan kalori dan dapat mendukung upaya penurunan berat badan. Selain itu, berpuasa mendorong tubuh untuk beralih dari glukosa ke lemak yang disimpan untuk energi, mendukung lebih lanjut tujuan pengelolaan berat badan," lanjut dr Cut.
Tanpa disadari, dengan tidak memikirkan menu makanan untuk sarapan, makan siang dan makan malam, akan memiliki waktu luang sehingga kinerja otak lebih optimal.
Baca juga: Hal-Hal yang Makruh dilakukan saat Berpuasa, dari Bergunjing sampai Tidur Berlebihan
Alhasil, segala jenis aktivitas yang dilakukan saat puasa lebih baik.
"Berpuasa telah dikaitkan dengan peningkatan kinerja kognitif, karena dapat meningkatkan produksi faktor neurotrofik turunan otak (BDNF), protein yang mendukung kesehatan otak, pembelajaran, dan ingatan," jelas dr Cut.
Saat tubuh terkena virus atau infeksi penyakit, tidak banyak makan di siang hari membuat sistem kekebalan tubuh lebih fokus melawan peradangan.
Terutama saat melawan penyakit seperti sakit ginjal, diabetes, kolesterol dan sebagainya.
"Berpuasa dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang terkait dengan berbagai penyakit kronis. Dengan menurunkan tingkat peradangan, berpuasa mendukung sistem kekebalan tubuh yang lebih sehat secara keseluruhan," tambahnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: