Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 09 OKTOBER 2024 • 17:00 WIB

Fakta di Balik Obat Herbal: Benarkan Aman dan Efektif?

Fakta di Balik Obat Herbal: Benarkan Aman dan Efektif?Ilustrasi fakta di balik obat herbal

INDOZONE.ID - Obat herbal adalah obat yang dibuat dari bahan alam, baik tumbuhan, hewan atau mineral. Obat herbal telah digunakan untuk tujuan pengobatan selama ribuan tahun.

Namun, obat herbal yang selama ini dikonsumsi sebagian besar orang, apakah benar-benar aman dan efektif dalam menyembuhkan penyakit?

Ternyata, meskipun obat atau suplemen herbal dapat dianggap ‘alami’, obat tersebut pada dasarnya tidak aman sebab tidak melalui tinjauan atau persetujuan oleh FDA AS Trusted Source sebelum dipasarkan.

Selain itu, orang dapat mengalami efek samping akibat obat herbal tertentu yang dapat mengganggu pengobatan yang sedang mereka konsumsi.

Sebuah studi dari para peneliti di University of Michigan yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network OpenTrusted Source, mempelajari enam produk botani atau tumbuhan yang berpotensi bersifat hepatotoksik (merusak hati).

Pada studi ini, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 9.500 orang dewasa AS dengan usia rata-rata 47,5 tahun yang mengikuti Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES) Trusted Source tahun 2017 hingga 2020.

Data medis pada partisipan ini mencakup penggunaan obat resep atau obat kimia dan obat herbal.

Para ilmuwan berfokus pada penggunaan enam obat herbal oleh peserta studi yang dianggap dari penelitian sebelumnya berpotensi hepatotoksik:

  • Ashwagandha
  • Black Cohosh
  • Garcinia Cambogia
  • Ekstrak Teh Hijau
  • Beras Ragi Merah
  • Kunyit atau Kurkumin

Baca Juga: Pemerintah Didorong Edukasi Masyarakat Agar Konsumsi Obat Herbal Lokal yang Sudah Tersetifikasi

"Produk botani yang berpotensi hepatotoksik adalah produk yang mengandung bahan berbasis tanaman yang telah dianggap sebagai penyebab potensial kerusakan hati," kata Alisa Likhitsup, MD, MPH, asisten profesor klinis di Departemen Penyakit Dalam di Divisi Gastroenterologi dan Hepatologi di University of Michigan dan penulis utama studi tersebut, dikutip dari Medical News Today.

"Bagaimana produk ini menyebabkan kerusakan hati belum diketahui tetapi kemungkinan besar karena metabolisme yang terjadi di hati setelah produk dikonsumsi," sambungnya.

"Sebagai seorang hepatolog yang berpraktik, saya telah melihat pasien yang mengalami cedera hati karena mengonsumsi obat makanan dan beberapa berakibat fatal hingga memerlukan transplantasi hati darurat. Data dari Drug Induced Liver Injury Network melaporkan tingkat cedera hati akibat produk botani telah meningkat dari 7 persen pada tahun 2004-2005 menjadi 20% pada tahun 2013-2014. Oleh karena itu, saya tertarik untuk menganalisis prevalensi dan melihat berapa banyak orang Amerika yang mengonsumsi produk ini," lanjut Alisa Likhitsup.

Alami Tidak Selalu Berarti Aman

Fakta di Balik Obat Herbal: Benarkan Aman dan Efektif?Ilustrasi di balik obat herbal

Setelah meninjau penelitian tersebut, Rosario Ligresti, MD, FASGE, kepala Gastroenterologi di Hackensack University of Medical Center di New Jersey, memberi tahu bahwa meskipun produk botani hepatotoksik adalah tanaman atau produk yang berasal dari tanaman, mengingat kurangnya pengawasan regulasi pada pembuatan dan kurangnya pengujian pada produk ini, konsumen perlu tahu bahwa produk tersebut dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat bagi tubuh mereka dengan mengonsumsinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medicalnewstoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakta di Balik Obat Herbal: Benarkan Aman dan Efektif?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!