Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 25 NOVEMBER 2024 • 16:04 WIB

Faktor Penyebab Kegagalan Inseminasi dan Bedanya dengan Bayi Tabung

Faktor Penyebab Kegagalan Inseminasi dan Bedanya dengan Bayi TabungIlustrasi ibu hamil rentah terhadap anemia

INDOZONE.ID - Anak adalah karunia Tuhan dan buah cinta dari hubungan suami-istri dalam sebuah pernikahan. Namun, banyak pasangan yang mengalami kesulitan untuk memperoleh keturunan. Berbagai faktor dapat menyebabkan hal ini.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang inseminasi buatan, penyebab kegagalan prosedur ini, serta perbedaan antara inseminasi dan bayi tabung.

Menurut dr Shanty Olivia, spesialis di Rumah Sakit Pondok Indah IVF Centre dan RS Pondok Indah - Puri Indah, sebagian besar pasangan yang baru menikah dan berhubungan secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi, 75% akan hamil secara alami dalam 6 bulan pertama.

Pasangan yang Tidak Hamil dalam 1 Tahun Pertama: Apa Itu Infertilitas?

Sekitar 10-15% pasangan di Indonesia mengalami kesulitan hamil meski sudah berhubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan kontrasepsi selama setahun. Dalam dunia kedokteran, kondisi ini disebut infertilitas atau gangguan kesuburan.

Baca Juga: Apakah Pakai AC Bikin Bayi Mudah Pilek? Begini Penjelasannya

Penyebab infertilitas bisa berasal dari faktor suami maupun istri. Dalam hal ini, penyebab dari pasangan tersebut terbagi sebagai berikut:

  • 30% faktor berasal dari suami
  • 30% faktor berasal dari istri
  • 20% penyebabnya tidak dapat dijelaskan (unexplained infertility)
  • 20% merupakan mixed infertility, yang artinya bisa berasal dari faktor-faktor baik dari suami atau istri.

Faktor Utama Wanita Tidak Subur

Pada artikel ini, kita akan fokus pada faktor wanita. Penyebab ketidaksuburan pada wanita paling sering disebabkan oleh gangguan ovulasi atau masalah hormonal, endometriosis, perlengketan panggul, sumbatan saluran tuba, miom, atau kondisi-kondisi yang belum diketahui penyebabnya (unexplained infertility).

Penanganan infertilitas wanita bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pemberian obat penyubur, inseminasi buatan, atau bayi tabung. Jika ada gangguan anatomi seperti miom, tindakan pembedahan mungkin diperlukan.

Alur Pelaksanaan Program Hamil

Proses awal dimulai dengan konseling, di mana dokter akan menanyakan riwayat penyakit, pengobatan sebelumnya, dan pola hubungan seksual pasangan. Setelah itu, pemeriksaan dilakukan menggunakan USG untuk istri, pemeriksaan sperma untuk suami, serta pemeriksaan telur.

Baca Juga: Amankah Minum Kopi Saat Hamil untuk Perkembangan Otak Bayi? Ini Penjelasannya

Setelah pemeriksaan, penyebab infertilitas akan diketahui. Jika masalahnya adalah gangguan pematangan telur, tindakan seperti pembedahan atau program bayi tabung bisa dianjurkan. Jika masalahnya adalah miom, bisa dilakukan pembedahan atau inseminasi. Pada kasus-kasus tertentu, apabila masalahnya berat, bayi tabung bisa menjadi pilihan langsung.

Apa Itu Inseminasi?

Inseminasi adalah salah satu metode teknologi reproduksi berbantu (TRB) yang melibatkan proses penyemprotan sperma yang sudah diolah dan lolos seleksi (bukan sperma murni) ke dalam rongga rahim pada saat masa subur. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk memperpendek jarak tempuh sperma menuju sel telur.

Inseminasi dapat dilakukan dalam dua bentuk:

  1. Inseminasi Intrauterin (IUI): Pembuahan terjadi di dalam rahim, dan syaratnya adalah saluran tuba (tuba fallopi) harus sehat dan tidak tersumbat. IUI cocok dilakukan jika sperma dan sel telur dalam kondisi baik.
  2. Bayi Tabung (In Vitro Fertilisation atau IVF): Pembuahan terjadi di luar tubuh. Sperma dan sel telur diambil dan dibuahi di laboratorium, kemudian embrio yang terbentuk akan ditanamkan ke dalam rahim.

Syarat Inseminasi

Untuk menjalani inseminasi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh wanita:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Faktor Penyebab Kegagalan Inseminasi dan Bedanya dengan Bayi Tabung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!