INDOZONE.ID - Liburan panjang kenaikan kelas akhirnya resmi tamat, gengs! Waktunya bangun pagi lagi, siapin seragam, sarapan buru-buru, dan ngadepin kenyataan yaitu sekolah datang lagi.
Momen balik ke sekolah ini sering banget jadi momen campur aduk. Ada yang seneng bisa ketemu temen-temen, ada juga yang mager karena harus ninggalin suasana santai dan bebas selama liburan.
Nah, buat kamu yang lagi ngerasa galau, kangen liburan, tapi juga excited mau balik sekolah, deretan puisi ini pas banget buat nemenin suasana hati kamu.
7 puisi singkat ini mewakili perasaan kamu semua, mulai dari yang sedih karena liburan usai, sampai yang semangat menyambut hari-hari baru di sekolah.
Yuk, simak satu-satu, siapa tahu kamu nemu puisi yang paling relate sama mood kamu sekarang!
Baca juga: 7 Puisi Singkat Tentang Pendidikan Anak yang Menginspirasi
7 Puisi Kembali ke Sekolah yang Menyentuh Hati
1. Selamat Pagi, Sekolah
Selamat pagi dinding putih,
selamat pagi bangku kayu,
kita bertemu lagi setelah rindu.
Jam weker kembali berisik,
ayah ibu pun kembali cerewet,
aku tahu, ini saatnya menata mimpi dari awal.
Sekolah, aku kembali.
Tak sekadar belajar,
tapi tumbuh jadi versi terbaik dari diriku sendiri.
2. Liburan, Sampai Jumpa Lagi
Matahari pagi tak lagi hangat di kasur
kopi susu ibu kini tergantikan jadwal pelajaran.
Pantai, gunung, Netflix maraton
terpaksa harus masuk kotak memori.
Tapi jangan sedih, liburan.
Meski ragaku di sekolah,
jiwaku masih menyimpan kenangan indah bersamamu.
Kita akan bertemu lagi, aku janji.
3. Langkah Pertama Setelah Libur
Langkah pertama selalu berat,
tapi bukan berarti aku takut.
Buku-buku yang sempat berdebu,
kini kubuka dengan rasa baru.
Tugas menumpuk? PR dadakan?
Siap, asal semangatku jangan direnggut.
Aku tahu, sekolah bukan tempat pelarian,
tapi tempat untuk kembali menemukan jati diri.
Baca juga: 7 Puisi Singkat Tentang Pendidikan Perempuan yang Menggetarkan Jiwa!
4. Teman Sebangku
Hey, kamu yang dulu sering ngantuk di jam sejarah,
kamu yang suka curi-curi jajan waktu jam kosong,
aku kangen tawa receh kita.
Sekolah memang kadang membosankan,
tapi bersamamu, semuanya jadi berwarna.
Besok, kita kembali duduk berdampingan.
Menertawakan guru galak,
dan menyusun rencana kecil untuk masa depan.
5. Kembali ke Kenyataan
Jam weker yang dulu kubenci
sekarang jadi suara penyambut pagi.
Seragam putih biru atau abu-abu
yang sempat disimpan rapi,
kini kembali menyentuh kulitku.
Rasanya asing, tapi juga akrab.
Kembali ke sekolah memang berat,
tapi aku tahu, ini bagian dari perjalanan panjang
menjadi dewasa.
6. Guru, Aku Datang Lagi
Dulu aku sering pura-pura lupa PR,
atau ngeles saat disuruh maju ke depan.
Tapi liburan ini bikin aku sadar,
guru bukan cuma pengajar,
mereka penyulut semangat.
Sekarang, aku datang lagi.
Dengan hati yang (semoga) lebih terbuka,
untuk belajar bukan karena terpaksa,
tapi karena ingin tahu dan bertumbuh.
7. Sekolah Adalah Rumah Kedua
Rumah bukan cuma tempat tidur dan makan.
Sekolah pun adalah rumah,
di mana aku bisa menangis karena nilai jelek,
tertawa karena jokes absurd temen kelas,
dan bangga karena keberhasilan kecilku.
Kini aku kembali,
siap isi rumah ini dengan cerita baru.
Semoga lebih baik,
dan lebih banyak pelajaran hidup yang bisa kubawa pulang.
Kembali ke sekolah setelah liburan panjang itu emang susah-susah gampang. Tapi percayalah, setiap momen di sekolah, baik itu nyebelin, membosankan, atau penuh tawa, semuanya akan jadi kenangan berharga di masa depan.
Entah kamu masih SD, SMP, SMA, atau kuliah, kembali ke sekolah berarti kembali tumbuh.
Baca juga: 7 Puisi Singkat Tentang Pendidikan yang Bikin Hati Tersentuh
Jadi, buat kamu yang masih males-malesan atau pengin rebahan selamanya, yuk pelan-pelan bangkit.
Bawa semangat liburanmu ke ruang kelas, ke buku catatan, ke hati yang siap belajar hal baru. Karena sejatinya, hidup juga seperti sekolah, selalu ada pelajaran di balik setiap harinya.
Selamat kembali ke sekolah, semangat ya, sobat pejuang nilai dan cita-cita!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ide Penulis