INDOZONE.ID - Beragam aksi unjuk rasa atau demo di Indonesia pada pekan lalu, ternyata mendapatkan sorotan Internasional.
Di Jerman misalnya, terpaut jarak belasan ribu kilometer, sejumlah media lokal menyampaikan apa yang terjadi di Indonesia. Sebut saja, Deutschlandfunk, Die Zeit, ZDFHeute, hingga Tagesschau ikut mengabarkan.
Salah satu media yang mengundang partisipasi dengan mewawancarai diaspora Indonesia adalah Cosmo WDR. Cosmo adalah saluran radio dan online di bawah WDR (Westdeutscher Rundfunk), bagian dari ARD yang sering menginformasikan berita global.
Beberapa waktu lalu, Cosmo WDR mewawancarai Nolland Raihan Sukma seorang diaspora di Kota Dusseldorf.
Nolland yang bekerja sebagai Konsultan pajak di perusahaan swasta, memberikan informasi dari sudut pandang warga Indonesia, tentang apa yang terjadi serta latar belakang peristiwa-peristiwa tersebut.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Sorotan PBB soal Dugaan Pelanggaran HAM saat Demo Ricuh
Ia pun mengemukakan alasan untuk angkat bicara adalah agar warga Jerman juga mendapat info dari berbagai sudut pandang.
Nolan menambahkan, informasi yang disampaikannya, menarik perhatian kolega hingga teman.
Ternyata, tanggapan orang Jerman pun beragam, seperti mengajak diskusi dan mengapresiasi karena belum tentu masyarakat Jerman seberani itu untuk menyampaikan aspirasi.
“Mereka menjadikan ini adalah sebuah open diskusi gitu loh, jadi banyak yang mereka terbuka matanya kayak ya ampun, korupsi sekali, banyak juga yang komentar Bagus banget kalau orang Indonesia itu mau berdemo di jalan untuk melawan otoritas, pemerintah, dan ada yang bilang berani banget orang Indonesia gitu, kalau orang Jerman tuh pada nggak berani, padahal juga parlemennya banyak yang busuk,” ujar Nolan, Kamis (4/9/2025).
Baca juga: Viral Mahasiswa Touch up Pakai Bedak saat Lagi Aksi, Netizen: Kembang Demo
Selain itu, melalui akun media sosialnya @nolandrai, ia ingin agar diaspora Indonesia yang lahir dan mungkin lebih fasih berbahasa Jerman, bisa memahami lebih dalam tentang kondisi tanah leluhurnya.
“Lebih kayak orang Indonesia yang hier geboren (lahir di sini), tetapi dia nggak bisa banyak Bahasa Indonesia gitu lho, bisa ngerti Bahasa Indonesia, tapi lebih itu ya, bahasa ibunya mereka. Makanya, dengan tujuan aku pakai bahasa Jerman itu, juga mempermudah mereka untuk mengetahui situasi apa yang terjadi di Tanah Air Indonesia dan itu adalah akar dari mereka,” jelasnya.
Apa yang dilakukan Nolan menjadi salah satu perjuangan untuk membuka mata diaspora Indonesia atau mereka yang keturunan, untuk lebih paham situasi Tanah Air lewat bahasa Jerman.
Selain itu, ini membantu mereka merasa tetap terhubung dengan Indonesia meski tinggal jauh. Ini juga bisa memperkuat rasa solidaritas dengan keluarga dan teman di Indonesia.
Diaspora di Jerman pun sebelumnya terus berupaya bersuara lewat media sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang situasi di Tanah Air, di antaranya yang dilakukan oleh perhimpunan masyarakat Indonesia @jermanbergerak dan juga PPI Jerman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cosmo WDR, Instagram