Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 16:30 WIB

Buah-buahan dengan Proses Penanaman Paling Rumit

Author

Ilustrasi Menanam Buah (sumber: Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa buah kesukaanmu di supermarket selalu terlihat sama, rasanya pun konsisten enak? Jawabannya ternyata nggak sesederhana menanam biji di tanah. Beberapa buah, terutama buah-buahan populer seperti apel, ceri, dan persik, punya proses penanaman yang jauh lebih rumit dibandingkan tanaman biasa.

Kenapa Nggak Bisa Cuma Tanam Biji?

Kalau kamu menanam biji dari bunga morning glory, kamu bisa yakin tanaman baru akan sama persis dengan induknya. Tapi kalau kamu coba menanam biji Golden Delicious, hasilnya bisa nggak mirip sama sekali, bahkan kadang buahnya nggak layak makan. Ini karena kebanyakan pohon buah tidak true to seed, artinya bijinya nggak akan menghasilkan varietas yang sama.

Faktor utamanya, kebanyakan pohon buah butuh bantuan penyerbukan silang dari varietas lain. Biji yang muncul merupakan campuran DNA, sama seperti bayi yang lahir dari dua orang tua.

Baca juga: Sadar Gak? Menanam Mangrove Bantu Selamatin Jakarta dari Banjir Pesisir Loh

Rahasia di Balik Buah Favorit: Grafting

Nah, kalau biji nggak bisa diandalkan, kita tetap bisa punya buah apel McIntosh atau ceri Stella yang konsisten dengan cara grafting, atau penyambungan cabang dari pohon favorit ke pohon lain. Cara ini sudah dipraktikkan sejak 2000 SM dan memungkinkan kita punya buah yang sama persis dari pohon ke pohon.

ilustrasi buah ceri. (freepik/ 8photo)

Prosesnya sederhana tapi teliti: cabang kecil (scion) dari pohon buah yang diinginkan disambungkan ke rootstock, yaitu pohon muda yang akan menjadi akar dan batang utama. Setelah menyatu, rootstock tumbuh di bawah tanah, sementara scion menghasilkan cabang, daun, bunga, dan buah. Hasilnya? Pohon yang kuat dan buah yang sama persis seperti induknya.

Baca juga: Kisah Toshiyuki Kuroki: Menanam 2.000 Bunga untuk Istrinya yang Depresi Kebutaan Akibat Diabetes

Lebih dari Sekadar Buah Tunggal

Selain menghasilkan satu varietas, grafting juga memungkinkan terciptanya pohon combo. Misalnya, satu pohon bisa menghasilkan lima jenis apel berbeda, atau empat varietas ceri sekaligus. Bahkan ada yang menyambungkan berbagai buah batu seperti persik, plum, dan aprikot dalam satu pohon. Jadi, kamu bisa punya “mini-orchard” di halaman rumah!

Proses menanam pohon buah favorit memang rumit dan membutuhkan kesabaran. Dari biji yang tidak bisa dijadikan patokan hingga grafting yang menyerupai seni tinggi, setiap pohon punya cerita unik sebelum sampai ke mangkuk buahmu. Jadi, lain kali saat menikmati apel atau ceri, ingatlah bahwa buah itu bukan sekadar makanan manis, melainkan hasil dari ilmu, kesabaran, dan sejarah ribuan tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Moananursery.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU