Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 10:06 WIB

Wali Kota Prabumulih Akui Kesalahan, Pencopotan Kepsek Dipicu Emosi Anaknya Terkena Hujan

Author

Wali Kota Prabumulih minta maaf. (Instagram/@prabumulihngehits)

INDOZONE.ID - Setelah beberapa hari berusaha mencari pembenaran dengan berbagai alasan yang tidak konsisten, Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, akhirnya mengakui kekeliruannya secara terbuka. 

Ia membenarkan bahwa keputusan mencopot Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, dipicu oleh reaksi emosional yang timbul setelah mendengar keluhan dari putrinya.

Pengakuan ini merupakan puncak dari rangkaian peristiwa yang telah menarik perhatian secara nasional. Arlan tidak lagi bisa menghindari kebenaran setelah menjalani pemeriksaan intensif selama delapan jam oleh tim Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri).

Baca juga: Duduk Perkara Isu Pencopotan Kepsek SMPN 1 hingga Wali Kota Prabumulih Minta Maaf

Arlan memaparkan urutan kejadian yang memicu reaksi emosionalnya dalam pernyataan klarifikasinya. Peristiwa itu bermula ketika Aura, putrinya, dan beberapa temannya menyelesaikan latihan marching band, bertepatan dengan cuaca yang sangat buruk dan hujan yang turun dengan deras.

Mobil yang membawa Aura hendak memasuki area sekolah untuk menurunkan putri Wali Kota itu agar terhindar dari hujan, namun upaya tersebut dicegah oleh satpam sekolah, Ageng, berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah, Roni Ardiansyah.

Cerita ini akhirnya sampai ke telinga Arlan dan membuatnya terpancing emosi. Tak lama setelah itu, ia menggunakan kewenangannya sebagai Wali Kota untuk mengambil keputusan yang kini sangat ia sesali: memutasi Kepala Sekolah Roni Ardiansyah dan satpam Ageng.

Pengakuan yang disampaikan Arlan menunjukkan bahwa tindakannya termasuk dalam kategori penyalahgunaan kekuasaan. 

Menurut Sang Made Mahendra Jaya, Inspektur Jenderal Kemendagri, terdapat bukti bahwa Arlan melanggar prosedur yang ditetapkan terkait proses pergantian jabatan, khususnya dalam kasus pemindahan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih.

Baca juga: Kepsek SMAN 1 Turen Mundur Didemo Siswa, Eny Retnowati: Saya Doa Kalian Dapat Hidayah

Dampak dari kejadian tersebut, Arlan kini harus menerima konsekuensinya. Selain sanksi dari pemerintah pusat, Arlan juga mengaku telah mendapatkan teguran keras dari Partai Gerindra, partai politik yang menaunginya.

Pada akhir proses pemeriksaan, Arlan mengekspresikan rasa sesalnya dan menyampaikan permohonan maaf secara publik kepada Roni Ardiansyah, Ageng yang bertugas sebagai satpam, serta warga Prabumulih, dengan ekspresi yang menunjukkan kesedihan dan penyesalan atas tindakannya.

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya bagi seorang pemimpin untuk mengendalikan emosi pribadi dan mematuhi aturan yang ada, karena keputusan yang diambil berdasarkan amarah dapat merusak reputasi dan kepercayaan publik terhadapnya, terutama di awal masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU