INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu merasa dunia mendadak berhenti ketika kehilangan seseorang atau sesuatu yang berarti banget? Rasanya pasti campur aduk antara bingung, kosong, sampai nggak tahu harus ngapain.
Tenang, perasaan kayak gitu wajar kok. Kehilangan adalah bagian dari hidup, dan tiap orang punya cara masing-masing buat melewatinya. Nah, ternyata ada tahap berduka yang sering terjadi ketika kita menghadapi kehilangan.
Dengan mengenal pola ini, kita jadi lebih siap menghadapi perasaan dan pelan-pelan belajar menerima kenyataan dengan lebih sehat. Yuk, kita bahas bareng tahap berduka atau stage of grief biar makin ngerti perasaan sendiri!
Lima Tahap Berduka (Stage of Grief)
Dilansir dari Clevelandclinic, psikolog Regina Josell, menjelaskan “Setiap orang menanggapi rasa duka beda-beda, Namun, biasanya kita bakal merasakan emosi yang intens, seperti sedih, marah, gampang kesal, atau merasa bersalah.”
Dr. Josell menjelasakan lima tahap kesedihan ini, gimana biasanya muncul, dan kapan kita perlu cari bantuan profesional biar nggak tenggelam di situ terus.
1. Penyangkalan (Denial)
Ini adalah respons pertama pas kehilangan sesuatu. Penyangkalan jadi fase di mana kamu belum bisa nerima kenyataan kehilangan. Sikap kayak gini semacam mekanisme pertahanan diri buat meredam shock. Contohnya:
- Kehilangan orang tersayang, kamu masih berharap suatu saat ada kabar semua ini cuma salah paham.
- Putus cinta, kamu masih yakin doi bakal balik lagi.
- Kehilangan pekerjaan, kamu merasa atasan bakal nyesel dan manggil kamu balik.
Normal kok kalau menyangkal di awal. Namun, respons ini sifatnya sementara. Begitu siap, perasaan yang kamu tolak bakal muncul lagi dan proses pemulihan jalan terus.
Baca juga: 5 Ciri Kamu Belum Benar-benar Move On, Cuma Sedang Denial
2. Marah (Anger)
Kemarahan itu wajar banget. Bisa marah ke diri sendiri, ke orang yang udah meninggal, tenaga medis, bahkan ke Tuhan. Kalau kehilangan kerja, bisa juga marah ke bos atau teman kerja.
Kadang marahnya juga random ke orang nggak kenal. “Kayak marah ke kasir minimarket padahal dia nggak salah apa-apa,” kata Dr. Josell.
Ingat, di balik marah itu sebenarnya ada rasa sakit. Emosi ini juga tanda kamu mulai balik terkoneksi sama dunia setelah sebelumnya mati rasa.
Baca juga: 3 Cara Pulih dari Sakitnya Perselingkuhan: Pasukan Patah Hati Kumpul!
3. Tawar-Menawar (Bargaining)
Di tahap ini, kamu masih punya harapan. Rasanya kayak “asal semuanya balik kayak dulu, aku rela melakukan apa aja.”
Pikiran “seandainya” atau “kalau saja” sering banget muncul. Meski berat, ini proses penting buat hadapi kenyataan.
4. Depresi (Depression)
Di sini, depresi bukan berarti gangguan mental ya. Ini respons normal pas kamu mulai benar-benar sadar kehilangan yang terjadi. Efeknya bisa kayak nggak ada tenaga, bingung, nggak ada motivasi, sampai hilang nafsu makan.
Biasanya, ini cuma sementara dan bagian dari proses berduka. Kesedihan juga bisa bikin badan drop, tidur nggak teratur jadi bisa gampang sakit. Meski beda sama depresi gangguan mental, tapi kalau dibiarkan bisa aja berkembang jadi depresi serius.
5. Penerimaan (Acceptance)
Penerimaan bukan berarti kamu udah move on total, tapi lebih ke sadar kalau hidup berubah dan kamu harus mulai belajar adaptasi.
Sedihnya mungkin nggak bakal hilang total, tapi kamu mulai bisa menjalani hidup dengan kenyataan baru. Di tahap ini, bisa aja kamu jadi lebih nyaman ketemu orang lain atau justru butuh waktu sendiri.
Penerimaan contohnya adalah waktu kamu udah bisa dengar lagu kenangan tanpa langsung nangis. “Penerimaan itu paham kalau sesuatu udah selesai dan mulai berdamai,” kata Dr. Josell.
Kapan Harus Cari Bantuan?
Kalau kamu merasa udah nggak sanggup memendam semuanya sendiri, jangan ragu minta bantuan. Tanda-tandanya tersebut misalnya:
- Susah fokus kerja atau sekolah.
- Sakit fisik.
- Melewatkan makan atau obat.
- Emosi makin intens, bukan makin reda.
- Ada pikiran menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Sebenarnya, tahapan berduka ini cuma gambaran umum. Seseorang bisa mengalami maju mundur, lompat-lompat, atau beberapa tahap barengan.
Selain itu, nggak ada jangka waktu pasti berapa lama seseorang merasakan duka. Kesedihan itu proses personal. Kalau kamu atau orang terdekat kepikiran buat menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychcentral