INDOZONE.ID - Sebuah konten video viral di TikTok menampilkan momen cekcok antara kakak dan adik yang berakhir damai di acara Pameran Buku 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Video yang diunggah akun @hiatatxwukn itu langsung mencuri perhatian publik, ditonton lebih dari 5,7 juta kali dan mendapat 242 ribu likes hanya dalam beberapa hari.
Dalam video tersebut, sang kakak yang diketahui bernama Randy terlihat memarahi adiknya yang pulang lewat dari jam malam. Sambil menahan emosi, Randy berkata:
Baca juga: Viral di TikTok! “Tepuk Huha” Jadi Tren Baru di KUA, Warganet: Aduh Capek Tepuk-Tepuk Terus
“Sudah dibilang jangan pulang di atas jam 9 malam, ini kamu baru tiba 9.10. alasan saya belum menikah sampai sekarang karena jaga kamu dek. Kalau mama papa mama masih ada, pasti setuju kok sama saya,” kata Randy.
Namun, adiknya mencoba membela diri dengan alasan baru pulang dari kerja kelompok. Video tersebut pun menuai pro dan kontra di kalangan warganet, sebagian menilai sikap Randy wajar karena bentuk tanggung jawab dan kasih sayang terhadap adiknya, sementara sebagian lainnya menilai ia terlalu overprotektif.
Perdebatan antara kakak dan adik itu memicu diskusi hangat di kolom komentar. Namun, belakangan terungkap bahwa adik Randy pulang larut malam bukan karena urusan pribadi, melainkan karena sedang mempersiapkan buku yang akan dipamerkan di Pameran Buku 2025 Jawa Timur.
Menariknya, buku tersebut menceritakan tentang sang kakak, yang selama ini menjadi inspirasi dan pelindung baginya. Sang adik memanfaatkan peluang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang membuka ruang bagi para pelajar untuk berkarya dan menerbitkan buku dalam ajang literasi terbesar di Jawa Timur tersebut.
Pameran Buku 2025: Meriahkan Hari Jadi ke-80 Pemprov Jawa Timur
Kisah kakak-adik tersebut sejalan dengan semangat yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Pameran Buku 2025, yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-80 Pemprov Jawa Timur. Acara ini dibuka secara virtual oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada 4 Oktober 2025 dan dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Ponorogo.
Kegiatan ini menampilkan ratusan karya buku dari kalangan guru, kepala sekolah, siswa, dan cabang dinas pendidikan, yang mencerminkan semangat literasi dan kreativitas dunia pendidikan di Jawa Timur.
Rekor MURI dan Semangat Literasi yang Meningkat
Dalam perayaan tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Timur mencatatkan prestasi membanggakan dengan memecahkan Rekor MURI. Mereka berhasil mengumpulkan 1.580 buku karya guru, kepala sekolah, cabang dinas, dan siswa sepanjang tahun 2025.
Secara keseluruhan, total karya buku yang dihasilkan insan pendidikan Jawa Timur mencapai 9.300 judul, melampaui target awal 8.000 judul. Angka tersebut menunjukkan betapa tingginya semangat menulis di lingkungan pendidikan provinsi ini.
Selain pameran dan peluncuran buku, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti lomba cerdas cermat, lomba paduan suara, pertunjukan orkestra khas Jawa Timur, dan bedah buku serentak di 24 cabang wilayah pada 3-5 Oktober 2025.
Seluruh karya yang terkumpul akan didistribusikan ke 38 kabupaten/kota sebagai bahan literasi dan inspirasi di perpustakaan sekolah.
Apresiasi Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap semangat literasi yang ditunjukkan oleh insan pendidikan di Jawa Timur.
“Terima kasih kepada para guru, kepala sekolah, cabang dinas, dan siswa-siswi di bawah komando Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ini hadiah luar biasa untuk ulang tahun Ke-80 Pemprov Jatim, hadiah berupa tulisan, karya, dan gagasan strategis dari insan pendidikan kita,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Sabtu (4/10/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa geliat literasi di lingkungan pendidikan provinsi setempat telah berlangsung konsisten dalam dua tahun terakhir.
“Target kami sesuai 8 ribu awalnya dengan angka HUT Provinsi Jawa Timur yakni 80. Tapi rupanya data karya buku yang masuk mencapai 9.300 lebih ini menandakan bahwa murid kita, guru, kepala sekolah, pengawas hingga kepala cabang ingin menghidupkan literasi menjadi bagian dari keseharian mereka,” tambah Aries.
Baca juga: Viral Ibu Rutin Salat Subuh di Teras Ruko, Aksinya Bikin Haru Warganet
Damai di Tengah Semangat Literasi
Kini, kisah kakak-adik yang sempat bersitegang itu berakhir dengan damai. Keduanya hadir bersama di acara pameran buku tempat karya sang adik dipajang. Randy bahkan terlihat bangga ketika mengetahui bahwa buku adiknya terinspirasi dari dirinya.
Kisah mereka menjadi pengingat bahwa literasi bukan hanya tentang menulis dan membaca, tetapi juga tentang menghargai hubungan, memahami perasaan, dan menyatukan kembali yang sempat retak.
Di tengah gegap gempita peringatan HUT ke-80 Pemprov Jawa Timur, kisah ini menjadi simbol bahwa karya tulis bisa menyembuhkan, mempererat, dan menginspirasi banyak orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release