Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 15:19 WIB

Kenapa Banyak Orang Dewasa Pilih Hidup Single? Riset Ungkap Fakta Menarik

Author

Ilustrasi banyak orang dewasa memilih hidup single. (Freepik)

INDOZONE.ID - Berdasarkan hasil temuan dari Pew Research Center di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 orang dewasa diperkirakan akan tetap single sepanjang hidupnya.

Penting untuk dipahami bahwa definisi "single" dalam penelitian ini sangat luas, bukan hanya mereka yang belum pernah pacaran atau menikah, tetapi juga individu yang baru putus, bercerai, atau kehilangan pasangan.

Dengan kata lain, angka tersebut berarti seperempat orang memilih untuk selamanya hidup sendiri.

Baca juga: Lebih Bebas dan Tenang!! Ini 5 Keuntungan Menutup Akhir Tahun sebagai Single

Pew juga menemukan bahwa walaupun angka pernikahan menurun, banyak orang tetap menjalin hubungan jangka panjang tanpa menjadikan pernikahan sebagai tujuan akhir.

Generasi muda, terutama milenial dan gen z, jauh lebih fleksibel dalam memaknai hubungan dan lebih terbuka terhadap berbagai struktur relasi dibanding generasi sebelumnya.

Tren ini juga diperkuat dalam studi global oleh Institute for Family Studies (IFS) yang menunjukkan bahwa pasangan non-menikah tetapi hidup bersama meningkat signifikan dalam 20 tahun terakhir.

Mengapa Semakin Banyak Orang Memilih Single?

Menurut para terapis hubungan dan peneliti psikologi perkembangan, meningkatnya angka singlehood berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup dan prioritas pribadi.

Berikut beberapa hal yang menjadi alasan mengapa semakin banyak orang memilih single:

1. Fokus pada Pertumbuhan Diri & Penyembuhan Emosional

Banyak orang kini memilih break dari dunia dating untuk berfokus pada karier, kesehatan mental, atau refleksi diri setelah hubungan yang melelahkan.

Studi dari Journal of Social and Personal Relationships (2020) menemukan bahwa individu yang memprioritaskan kesehatan mental cenderung lebih selektif dalam memilih pasangan dan lebih siap meninggalkan hubungan yang tidak sehat.

2. Kesadaran akan Batasan Emosional (Boundaries)

Meningkatnya edukasi tentang toxic relationships, gaslighting, hingga attachment styles membuat banyak orang lebih berani meninggalkan hubungan yang tidak aman secara emosional.

3. Kemandirian Finansial, Terutama pada Perempuan

Dulu, pernikahan sering menjadi cara untuk memperoleh stabilitas ekonomi. 

Kini, dengan akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan pekerjaan, perempuan semakin mandiri secara ekonomi.

Menurut data World Bank, tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja dan peningkatan pendapatan pribadi berkontribusi besar pada menurunnya ketergantungan finansial pada pasangan.

Karena itu, menjadi single bukan lagi dianggap sebagai kegagalan, tetapi sebuah pilihan sadar dan berdaya.

Baca juga: Profil Yuk Jun Seo, Mantan Sersan Angkatan Laut yang Jadi Pemeran di Single's Inferno 4

Bukan Stigma, Single Kini Jalur Hidup yang Valid

Ilustrasi orang dewasa memilih hidup single.(Freepik) 

Secara keseluruhan, tren ini menunjukkan bahwa hidup single semakin dipandang sebagai pilihan hidup yang sah dan normal. 

Baik karena preferensi pribadi, alasan kesehatan mental, maupun faktor sosial-ekonomi, singlehood kini dipahami sebagai bagian dari gaya hidup modern, bukan lagi sesuatu yang memalukan.

Pergeseran budaya ini menandakan bahwa hubungan romantis bukan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. 

Banyak orang menemukan makna hidup melalui persahabatan, keluarga, komunitas, pekerjaan, atau perjalanan pengembangan diri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pew Research Center, Journal Of Social And Personal Relationships

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU