Ilustrasi konflik (Pixabay/ImagesbyTrista)
INDOZONE.ID - Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat, kepentingan, atau cara berpikir sering kali menimbulkan konflik di berbagai lingkungan.
Konflik merupakan hal yang wajar terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Kondisi ini dapat muncul karena adanya perbedaan tujuan, nilai, kepentingan, atau pendapat antara individu maupun kelompok.
Agar lebih memahaminya, yuk simak penjelasan tentang pengertian, penyebab, jenis, dan contoh konflik dalam sosiologi berikut ini.
Dalam sosiologi, konflik adalah proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha mencapai tujuannya dengan menentang pihak lawan, sering kali disertai dengan ancaman atau kekerasan.
Secara etimologi, kata konflik berasal dari bahasa Latin 'confligere' yang berarti saling bertentangan atau saling berbenturan. Dalam sosiologi, konflik tidak selalu berakhir dengan kekerasan, tetapi juga dapat berupa perselisihan atau perbedaan pendapat yang memicu pertentangan.
Menurut Soerjono Soekanto, konflik adalah proses sosial ketika seseorang atau kelompok berusaha mencapai tujuannya dengan menentang pihak lain, yang terkadang disertai ancaman atau kekerasan.
Sementara itu, Karl Marx berpendapat, konflik merupakan pendorong terjadinya perubahan sosial.
Menurutnya, konflik muncul karena adanya perbedaan kepentingan antara kelompok yang memiliki kekuasaan dan kelompok yang kurang memiliki kekuasaan.
Baca juga: Macam-Macam Konflik yang Terjadi Akibat Keberagaman Masyarakat dan Contohnya
Dalam sosiologi, ada beberapa faktor yang sering menjadi penyebab terjadinya konflik sosial, yaitu sebagai berikut:
Setiap orang memiliki cara berpikir dan sudut pandang yang berbeda. Perbedaan inilah yang sering memicu terjadinya konflik apabila tidak diselesaikan dengan baik.
Konflik dapat muncul ketika dua pihak memiliki tujuan atau kepentingan yang berbeda. Masing-masing pihak biasanya ingin kepentingannya lebih diutamakan.
Setiap daerah memiliki kebiasaan, adat istiadat, dan nilai yang berbeda. Jika tidak saling menghargai, perbedaan budaya dapat memicu konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru