INDOZONE.ID - Matahari baru membuka matanya di pagi hari, Haryanto dan Suryanti sudah berjibaku menyiapkan daganganya di kantin yang berada di area Balai Wartawan Forum Wartawan Polri (FWP) Polda Metro Jaya. Segala usahanya untuk mendapatkan uang tentunya tak lepas dari tanggung jawab mereka sebagai orang tua untuk keberlangsungan hidup anak-anaknya.
Sampai malam tiba, Hary dan Sur seolah tak kenal lelah mencari rezeki. Waktu silih berjalan hingga keduanya semakin menua dan anak-anak mereka kini tumbuh dewasa.
Panji Fajar Pratama, anak dari Hary dan Sur terus tumbuh hingga lulus dari SMA Negeri 60 Jakarta. Polisi menjadi cita-cita utama Panji hingga dia terus berusaha mengikuti seleksi-seleksi kepolisian.
Baca juga: bTaskee Kenalkan Layanan Child Care untuk Mendukung para Ibu di Indonesia
Istilah masuk polisi bayar ratusan juta sebagai pelicin agar mendapat karpet merah seolah tak menjadi halangan bagi Panji. Mungkin menurutnya, uang sebanyak itu sulit didapat orang tuanya.
Bermodal tekat yang bulat dilandasi doa dari kedua orang tuanya membuat Panji terus berusaha agar lulus seleksi. Pada tahun sebelumnya, usaha Panji seakan luntur lantaran dirinya dinyatakan tidak lolos seleksi.
Tak patah arang, di tahun 2025, dia kembali mencoba keberuntungan hingga namanya diumumkan di Gedung Pertemuan Polda Metro Jaya lantaran dinyatakan lulus dalam seleksi anggota Polri. Jejak Panji ini sekaligus mematahkan stigma masuk polisi bayar.
"Alhamdulillah, saya diterima jadi polisi setelah dua kali mendaftar. Ini membuktikan kalau jika mau berusaha, berlatih dan berdoa, maka jalan itu ada," kata Panji, Rabu (24/12/2025).
Baca juga: bTaskee Kenalkan Layanan Child Care untuk Mendukung para Ibu di Indonesia
"Saya masuk murni, karena hasil kerja keras saya sendiri," tegasnya.
Bak pepatah usaha tidak menghianati hasil, dia kini lolos seleksi. Panji sendiri mengaku ambisinya lolos seleksi semata-mata hanya ingin membahagiaan kedua orang tuanya yang selama ini sudah bersusah payah memberikan hidup yang layak untuknya.
"Ambisi saya hanya satu, ingin membanggakan Ayah dan Ibu," kata Panji.
"Saya ingin mereka melihat bahwa anak mereka bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara tanpa membebani mereka secara ekonomi," pungkas Panji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan