INDOZONE.ID - Masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mendapatkan dukungan bantuan melalui aksi relawan kemanusiaan yang diterjunkan langsung ke lokasi (21/12).
Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kilang Pertamina Internasional (KPI) dalam merespons kondisi darurat bencana.
Muttaqin Showwabi, selaku Pjs Corporate Secretary KPI, menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah bentuk nyata kehadiran perusahaan bagi warga yang membutuhkan.
Baca juga: Seluruh RS Pemerintah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Beroperasi Usai Bencana
Menurut Muttaqin, tim relawan KPI menempuh perjalanan tiga jam untuk sampai ke Aceh Tamiang. Kondisi medan cukup sulit, karena kendaraan harus melewati jalan yang sebagian masih tertutup lumpur. Sepanjang jalan terlihat pemukiman warga yang rusak akibat diterjang banjir.
Kolaborasi erat antara tim internal dan Baituzakkah Pertamina (BAZMA) menjadi kunci dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat, mulai dari tahap penggalangan dana hingga distribusi di lapangan.
Dalam waktu sekitar dua minggu sejak bencana terjadi, aksi penggalangan donasi dari para pekerja telah berhasil menghimpun dana lebih dari Rp340 juta.
Seluruh bantuan tersebut disalurkan secara bertahap guna menyesuaikan dengan kebutuhan mendesak para korban di lokasi terdampak.
"Kolaborasi ini menjadi bukti sinergi antara perusahaan dan lembaga sosial dalam menjangkau masyarakat Aceh Tamiang yang membutuhkan uluran tangan, akibat terimpa bencana banjir bandang dan tanah longsor," ujar Muttaqin.
Dalam penyalurkan bantuan pada tanggal 20 Desember lalu, relawan KPI menjangkau salah satu wilayah yang terdampak paling parah, yakni Dusun Pantai Tinjau yang berada di Kecamatan Sekerak.
Lokasinya sekitar satu jam dari pusat kota Aceh Tamiang. Muttaqin mengatakan, banjir yang melanda daerah ini menyebabkan rumah warga hanyut terbawa arus, sementara banyak rumah lainnya mengalami kerusakan berat.
"Kondisi ini mendorong KPI untuk segera mengirimkan bantuan yang mencakup berbagai kebutuhan dasar, meliputi obat-obatan untuk lebih dari 350 penerima manfaat, perlengkapan mandi dan tidur untuk 400 orang, 200 unit peralatan kebersihan, 20 unit truk tangki air bersih, satu unit genset listrik, perlengkapan ibadah untuk 100 penerima manfaat, serta mainan anak-anak untuk 100 anak," jelas Muttaqin.
Saat tim relawan KPI tiba, Kepala Dusun Pantai Tinjau, Zulfahmi, langsung menyambut. Ia menegaskan, genset pemberian KPI sangat bermanfaat untuk warga yang telah cukup lama melewati malam dalam kegelapan.
Dengan bantuan tersebut, kini warga bisa kembali menikmati aliran listrik di tengah keterbatasan infrastruktur.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPI atas bantuan yang telah diberikan kepada dusun kami. Meskipun hingga saat ini dusun kami belum memiliki akses listrik dan jaringan, namun dengan adanya bantuan genset dari KPI, alhamdulillah dusun kami kini telah merasakan aliran listrik," ungkap Zulfahmi.
Dalam peninjauan langsung di lapangan, Komisaris Independen Prabunindya Revta Revolusi menegaskan pentingnya kehadiran fisik sebagai bentuk dukungan moral bagi para korban bencana.
Langkah ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan perwujudan kepedulian sosial yang dijunjung tinggi oleh seluruh elemen perusahaan.
Sinergi para relawan di lapangan menjadi cerminan nyata dari komitmen kemanusiaan yang berkesinambungan.
"Kami datang kesini bukan hanya sebagai relawan, tapi juga sebagai saudara. Melalui aksi ini, KPI tidak hanya menyalurkan bantuan materiil, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka," tutur Prabu.
Selain Aceh Tamiang, relawan KPI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Sebelum itu, pada akhir November 2025 lalu, KPI menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Baca juga: Potret Haru Nakes Bersihkan RSUD Aceh Tamiang Usai Banjir
Muttaqin menjelaskan bahwa bantuan logistik yang mencakup bahan pangan, kebutuhan medis, serta perlengkapan sanitasi telah mulai dikirimkan sejak akhir November 2025.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, tim relawan dari unit operasi Dumai juga dikerahkan menuju Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat.
Langkah ini diambil karena wilayah tersebut merupakan salah satu area operasional strategis yang berada di bawah pengelolaan unit Dumai
"Komitmen KPI dalam mendukung pemulihan pascabencana menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan. Melalui aksi nyata ini, KPI berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta memperkuat solidaritas sosial antara perusahaan dan masyarakat," tutup Muttaqin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release