INDOZONE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kalau puncak musim hujan tahun 2026 berada di bulan Januari sampai Februari.
Secara umum, curah hujan di Indonesia tahun ini masih dalam kategori normal, yaitu sekitar 1.500 sampai 4.000 milimeter setahun.
Tapi, jangan salah sangka, beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi tengah, Papua, dan pesisir barat Sumatera justru kebagian jatah hujan lebih deras yang bisa tembus di atas 4.000 milimeter.
Memasuki bulan Maret dan April, Intensitas hujan memang mulai pelan-pelan menurun, tapi di beberapa titik seperti Jawa Tengah dan Papua Tengah, potensi hujan ekstrem masih perlu diwaspadai.
Baca juga: Kapan Idul Adha 2026? Ini Tanggal, Jadwal Puasa Arafah, dan Hari Liburnya
Tanda-tanda musim kemarau baru akan benar-benar terasa di bulan Mei sampai Juni 2026. Di masa peralihan ini, hujan disebut sudah mulai jarang.
Khusus untuk kalian yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), siap-siap ya, karena daerah kalian diprediksi memiliki curah hujan yang sangat rendah dibanding wilayah lainnya.
Kapan Musim Kemarau 2026?
Nah, buat kamu yang sering menanyakan sinar matahari, musim kemarau diperkirakan jatuh pada Juli hingga September 2026.
Wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT bakal merasakan cuaca panas karena curah hujan yang minim banget. Di fase ini, penting banget buat kita mulai bijak pakai air.
Bulan Oktober, Indonesia masuk fase transisi balik ke musim hujan, terutama di wilayah bagian barat kayak Aceh.
Baca juga: Hati Ibu Guru Ini Tersentuh Saat Muridnya Menangis karena Diejek Tak Bisa Beli Jajan
Puncaknya, di November sampai Desember 2026, hujan lebat akan balik lagi menerjang sebagian besar wilayah Sumatera dan Jawa.
Tips Menghadapi Musim Kemarau
Berikut tips menghadapi musim kemarau yang simpel tapi membantu banget.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Cuaca panas bikin tubuh cepat dehidrasi. Jangan tunggu haus, biasakan minum air secara rutin agar stamina tetap aman.
2. Proteksi Kulit
Pakai sunscreen saat beraktivitas di luar dan pilih pakaian yang adem supaya kulit nggak gampang iritasi.
3. Atur Aktivitas Luar Ruangan
Kalau bisa, hindari keluar rumah di jam matahari lagi terik-teriknya, pagi atau sore jadi waktu paling aman.
Baca juga: Bercanda Saat Salat, Dua Anak Perempuan Sebabkan Pembatas Saf Jatuh dan Menimpa Anak Kecil
4. Waspada kualitas udara
Musim kemarau sering dibarengi debu dan polusi. Masker bisa jadi penyelamat, apalagi untuk yang sensitif pernapasan.
5. Hemat Air
Gunakan air secukupnya untuk kebutuhan harian, karena kebiasaan kecil ini penting banget kalau kemarau berlangsung panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IG @infobmkg, Amatan