Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 18:15 WIB

Mengenal Green Housing, Konsep Hunian Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Author

Ilustrasi green housing. (freepik)

INDOZONE.ID - Kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim kini semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menentukan pilihan hunian. 

Hunian yang tidak ramah lingkungan perlahan mulai ditinggalkan, sementara konsep green housing atau rumah ramah lingkungan hemat energi justru semakin diminati. Berikut penjelasannya.

Pengertian Green Housing sebagai Hunian Ramah Lingkungan

Ilustrasi perumahan green house. (freepik)

Green housing atau perumahan hijau merupakan konsep hunian yang dirancang dan dibangun dengan prinsip ramah lingkungan serta berkelanjutan. 

Dalam konsep green housing di Indonesia, pendekatan ini bertujuan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan melalui efisiensi energi, penggunaan material bangunan berkelanjutan, serta pengelolaan limbah dan sumber daya air yang lebih bertanggung jawab.

Penerapan green housing tidak hanya berfokus pada bentuk fisik bangunan, tetapi juga pada sistem dan cara hunian tersebut digunakan dalam jangka panjang. 

Desain rumah dibuat agar mampu memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Sehingga, mengurangi ketergantungan pada energi listrik. 

Dengan pendekatan tersebut, green housing hadir sebagai perumahan hijau berkelanjutan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga lebih sehat bagi penghuninya.

Baca juga: Rumah Seorang Cewek Terendam Banjir, Warganet Malah Salfok ke Airnya

Perubahan Gaya Hidup Dorong Tren Hunian Ramah Lingkungan

Meningkatnya kesadaran terhadap perubahan iklim, polusi, serta keterbatasan sumber daya alam mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup berkelanjutan.

Hunian sebagai tempat beraktivitas sehari-hari memiliki peran besar dalam mendukung perubahan tersebut. 

Tidak mengherankan, jika konsumen kini mulai meninggalkan rumah yang boros energi, dan beralih ke rumah ramah lingkungan hemat energi.

Hunian hijau dipandang mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. 

Konsumsi energi yang lebih rendah, kualitas udara dalam ruangan yang lebih baik, serta lingkungan yang tertata menjadi nilai tambah yang semakin dipertimbangkan oleh calon pembeli.

Baca juga: Jadi Sarjana Pertama dalam Keluarga, Kedatangan Pemuda Desa ke Rumah Kakaknya Berubah Haru

Efisiensi Energi sebagai Pilar Utama Green Housing

Efisiensi energi menjadi salah satu pilar utama dalam konsep green housing. Hunian dirancang untuk menekan penggunaan listrik melalui pemanfaatan pencahayaan alami, ventilasi silang, serta penggunaan peralatan rumah tangga hemat energi. 

Penataan ruang dan orientasi bangunan juga diperhitungkan agar sinar matahari dapat dimanfaatkan secara optimal.

Beberapa pengembang bahkan telah mengadopsi energi terbarukan seperti panel surya. Pendekatan ini memperkuat posisi green housing sebagai hunian ramah lingkungan untuk milenial yang semakin peduli pada efisiensi biaya dan isu keberlanjutan.

Penggunaan Material Bangunan Berkelanjutan

Selain efisiensi energi, green housing mengutamakan penggunaan material bangunan berkelanjutan. 

Material yang digunakan umumnya memiliki daya tahan tinggi, rendah emisi karbon, serta diproduksi melalui proses yang lebih ramah lingkungan. 

Penggunaan material ini memperkuat konsep perumahan hijau berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aman dan sehat untuk jangka panjang.

Pengelolaan Limbah dan Air yang Lebih Bertanggung Jawab

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam green housing adalah pengelolaan limbah dan sumber daya air.

Hunian ramah lingkungan mendorong pemilahan sampah rumah tangga serta pengurangan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. 

Selain itu, penggunaan air bersih dioptimalkan melalui teknologi hemat air, dan pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan non-konsumsi.

Pendekatan ini menjadikan green housing tidak hanya efisien dari sisi energi, tetapi juga bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam.

Minat Konsumen terhadap Green Housing Terus Meningkat

Tren green housing semakin menguat, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan.

Survei PricewaterhouseCoopers (PWC) tahun 2024 menunjukkan, konsumen global bersedia membayar lebih mahal untuk produk ramah lingkungan, termasuk hunian.

Indonesia Millennial Report 2024 mencatat, sekitar 30 persen generasi milenial menaruh perhatian besar pada perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Kelompok ini menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan terhadap hunian ramah lingkungan untuk milenial yang hemat energi dan berkelanjutan.

Peran Pemerintah dalam Mendorong Bangunan Hijau

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berperan aktif dalam mendorong pembangunan hunian ramah lingkungan melalui sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH). 

Sertifikasi ini diberikan kepada bangunan yang memenuhi standar efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, penggunaan material ramah lingkungan, serta kualitas sanitasi bangunan.

Keberadaan sertifikat BGH menjadi acuan penting dalam penerapan konsep green housing di Indonesia.

Sertifikasi BGH sebagai Standar Pembangunan Berkelanjutan

Sertifikasi Bangunan Gedung Hijau dilakukan melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bangunan. Mulai dari efisiensi energi, pengelolaan air, penggunaan material berkelanjutan, hingga aspek kenyamanan dan kesehatan penghuni.

Menurut Kementerian PUPR, sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) penting untuk memastikan pembangunan hunian berjalan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, termasuk pada rumah subsidi.

Green Housing Tak Selalu Mahal

Anggapan bahwa rumah ramah lingkungan selalu mahal, kini mulai terpatahkan. Konsep green housing dapat diterapkan pada berbagai segmen pasar, termasuk perumahan subsidi. 

Dengan perencanaan yang tepat, hunian hijau justru memberikan efisiensi biaya dalam jangka panjang.

Hal ini membuktikan bahwa perumahan hijau berkelanjutan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Contoh Penerapan Green Housing pada Rumah Subsidi

Salah satu contoh penerapan konsep green housing adalah, Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) di Kota Serang yang dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya. 

Proyek ini menjadi rumah subsidi pertama di Indonesia, yang memperoleh sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) dari Kementerian PUPR.

Keberhasilan ini menunjukkan, konsep green housing di Indonesia tidak hanya sebatas wacana, tetapi telah diterapkan secara nyata.

Green Housing sebagai Investasi Jangka Panjang

Hunian berkonsep green housing tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang. 

Efisiensi energi dan air membantu menekan biaya operasional. Sementara kualitas lingkungan yang baik, meningkatkan kenyamanan hidup.

Ke depan, rumah ramah lingkungan hemat energi diprediksi memiliki nilai jual yang lebih stabil seiring meningkatnya kesadaran pasar terhadap isu keberlanjutan.

Green housing menandai perubahan besar dalam cara pandang masyarakat terhadap hunian. Rumah kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga bagian dari solusi menjaga lingkungan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Penulis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU