INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu merasa pasanganmu terlihat baik-baik saja, tapi hatimu justru penuh tanda tanya? Dia lebih sering diam, sulit ditebak, dan jarang benar-benar membuka apa yang sedang dirasakan.
Sikapnya mungkin terlihat tenang, tapi justru itu yang bikin kamu kepikiran dan bertanya-tanya sendiri.
Bukan karena dia tidak peduli, bisa jadi dia hanya kesulitan mengekspresikan emosinya.
Setiap orang punya cara berbeda dalam mengolah perasaan, termasuk dalam hubungan.
Nah, sebelum kamu berasumsi yang tidak-tidak, yuk pahami lima alasan kenapa pasangan bisa susah mengekspresikan emosi, berikut ini.
1. Dia Tidak Ingin Berkonflik
Salah satu alasan dia sulit mengekspresikan emosi adalah karena dia tidak ingin memicu konflik denganmu.
Baginya, meluapkan perasaan justru bisa membuat situasi semakin panas, apalagi jika dia tahu kamu termasuk pribadi yang sensitif.
Dia memilih diam karena takut suasana berubah tegang dan menyakitkan.
Memang benar, banyak pertengkaran membesar karena emosi yang tak terkendali. Namun, memendam perasaan terlalu lama juga bukan solusi sehat dalam hubungan.
Sebagai pasangan, kamu bisa membantunya dengan menciptakan ruang yang aman untuk berbicara tanpa tekanan dan di waktu yang tepat.
2. Dia Takut Menyakiti Perasaanmu
Dia mungkin memilih diam karena takut melukai hati kamu. Di satu sisi, ini tanda bahwa dia peduli dan tidak ingin kamu tersakiti.
Baca juga: 7 Cara agar Kamu Berhenti Clingy dan Terlalu Bergantung pada Pasangan, Stop Takut Ditinggal!
Tapi di sisi lain, dia justru mengorbankan perasaannya sendiri dengan terus memendam apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan.
Jika ini yang terjadi, yakinkan dia bahwa kamu cukup kuat untuk mendengar kejujurannya. Tunjukkan bahwa kamu siap mendengarkan tanpa menghakimi.
3. Dia Mengira Kamu Sudah Mengerti
Kadang, dia tidak berbicara karena mengira kamu sudah paham apa yang ia rasakan. Terlebih jika kalian sudah lama bersama, ada asumsi bahwa pasangan bisa saling membaca tanpa perlu banyak kata.
Padahal, seberapa dekat pun hubungan, kita tetap bukan pembaca pikiran.
Cobalah jujur mengatakan bahwa kamu ingin benar-benar memahami perasaannya, bukan sekadar menebak.
Jika kamu merasa tahu apa yang ia rasakan, tanyakan dengan lembut sebagai bentuk konfirmasi. Cara bertanya yang hangat dan penuh empati akan membuatnya merasa lebih aman untuk terbuka.
4. Dia Sendiri Bingung dengan Perasaannya
Ada juga kemungkinan dia sulit mengungkapkan emosi karena dirinya sendiri belum memahami apa yang sedang ia rasakan. Ini sering terjadi pada orang yang terbiasa berpikir logis dan rasional.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Keraguan Diri Kamu Terhadap Pasangan, Biar Gak Selalu Galau!
Ketika emosi datang tanpa penjelasan yang masuk akal, dia bisa merasa kebingungan dan sulit merangkainya menjadi kata-kata.
Dalam situasi seperti ini, kamu bisa membantunya pelan-pelan. Ajak dia bercerita tentang apa yang ia alami, bukan langsung meminta kesimpulan dari perasaannya.
Kadang, dengan berbicara perlahan dan didengarkan tanpa tekanan, seseorang bisa lebih mudah mengenali emosinya sendiri.
5. Perfeksionis dan Terlalu Rasional
Alasan lainnya, dia mungkin tipe perfeksionis yang merasa segala sesuatu harus masuk akal, termasuk emosi.
Dia terbiasa mengendalikan diri dan menganggap perasaan yang terlalu meledak-ledak sebagai sesuatu yang harus ditekan.
Memang tidak mudah membuat pribadi seperti ini terbuka. Tapi dengan sikapmu yang konsisten, hangat, dan suportif, perlahan dia akan merasa bahwa kamu adalah tempat yang aman.
Saat rasa aman itu tumbuh, dia akan belajar bahwa mengungkapkan emosi bukanlah kelemahan, melainkan bagian penting dari hubungan yang sehat.
Itu dia 5 alasan yang bisa kamu pahami di balik alasan pasangan susah ekspresiin emosi. Dengan pemahaman yang baik, disertai kesabaran dan komunikasi yang baik, percayalah keadaan akan membaik. Semangat yaa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Voi.id