INDOZONE.ID - Di balik masjid yang bersih, wangi, dan nyaman untuk beribadah, ada sosok yang kerap luput dari sorotan, yaitu marbot. Mereka membuka pintu masjid sejak subuh, membersihkan lantai dan tempat wudhu, memastikan sound system berfungsi, hingga menutup kembali rumah ibadah setelah jamaah pulang.
Namun peran vital tersebut sering kali dianggap sebagai pengabdian semata, tanpa diiringi perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Bekerja sama dengan Wipol, Dewan Masjid Indonesia (DMI) melalui program Gerakan Masjid Bersih (GMB) berupaya tidak hanya menjaga kebersihan masjid, tetapi juga mengangkat kembali peran marbot sebagai penjaga utama kenyamanan ruang ibadah.
Memasuki tahun ke-10, GMB telah menjangkau lebih dari 324.000 masjid di seluruh Indonesia. Pada Ramadan tahun ini, kegiatan bersih-bersih dilaksanakan di 54.000 masjid di 12 provinsi, dengan 50 persen alokasi donasi difokuskan ke wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra.
Marbot, Penjaga Sunyi Rumah Ibadah
Banyak marbot bekerja jauh dari keluarga dengan penghasilan terbatas. Tugas mereka tak mengenal waktu, terlebih saat Ramadan ketika aktivitas masjid meningkat. Meski demikian, dedikasi mereka jarang mendapat sorotan publik.
Baca juga: Cerita Tak Terduga Kurir Terjebak di Masjid Gara-gara Pintu Dikunci oleh Marbot
Director of Communication, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus mengatakan kenyamanan masjid tidak terlepas dari peran marbot.
“Kami percaya masjid yang bersih dan nyaman tidak lepas dari peran marbot yang bekerja dengan penuh dedikasi setiap hari. Melalui kampanye #BerikanWaktuUntukKebaikan, kami mengajak masyarakat memberi perhatian dan dukungan nyata bagi mereka,” ujarnya.
Melalui kampanye tersebut, 2,5 persen keuntungan penjualan produk WIPOL dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan marbot. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk distribusi 54.000 paket kebersihan untuk masjid, pemberangkatan dua pasang marbot untuk ibadah umrah, serta pemberian THR mudik bagi 20 marbot.
Program ini melanjutkan inisiatif tahun sebelumnya yang memberangkatkan 100 marbot pulang kampung bekerja sama dengan BAZNAS.
Dukungan Kolektif untuk Penjaga Masjid
Sekretaris Jenderal DMI, Rahmat Hidayat, menilai menghargai marbot berarti turut menjaga kehormatan masjid itu sendiri.
Baca juga: Viral! 2 Marbot Masjid Jadi Korban Prank Dipecat, Ujungnya Dapat Kejutan Umrah Gratis
“Di balik kenyamanan masjid, ada marbot yang bekerja dengan penuh tanggung jawab setiap hari. Menghargai dan mendukung mereka berarti menjaga fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan kebersamaan,” katanya.
Figur publik Fadil Jaidi yang terlibat dalam program ini juga mengaku baru menyadari besarnya peran marbot setelah melihat langsung aktivitas mereka.
“Kita sering menikmati masjid yang bersih tanpa memikirkan siapa yang menjaganya. Padahal itu hasil dari waktu dan tenaga yang konsisten,” ujarnya.
Selain kegiatan langsung di lapangan, GMB juga menyasar generasi muda melalui pendekatan digital berbasis gim di platform Roblox. Inisiatif ini bertujuan menanamkan nilai kebersihan dan kepedulian terhadap masjid sejak dini.
Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan DMI, WIPOL berharap gerakan ini tidak hanya menjadi program tahunan, melainkan kesadaran kolektif untuk lebih memuliakan marbot, penjaga sunyi rumah ibadah yang perannya selama ini sering terlupakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release