INDOZONE.ID - Pernahkah Anda merasa ragu saat harus bercerita tentang masa lalu dalam bahasa Inggris, sekadar karena bingung memilih antara was atau were? Tata bahasa (grammar) sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi para pembelajar bahasa. Padahal, menguasai grammar ibarat memiliki peta kompas, ia menuntun Anda untuk merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang bermakna dan terstruktur.
Dalam bahasa Inggris, menceritakan kejadian di masa lampau (past tense) adalah salah satu keterampilan komunikasi yang paling krusial. Di sinilah letak pentingnya memahami penggunaan was dan were secara presisi. Keduanya adalah bentuk lampau dari to be, yang berfungsi sebagai fondasi utama dalam berbagai struktur kalimat, mulai dari simple past tense, past continuous, hingga passive voice. Artikel komprehensif ini akan mengupas tuntas perbedaan, aturan pakai, hingga menyajikan contoh soal latihan agar Anda dapat menguasai materi ini dengan sempurna.
Perbedaan Dasar Was dan Were Berdasarkan Subjek
Pada dasarnya, was dan were memiliki arti serta fungsi predikatif yang sama, yakni menghubungkan subjek dengan keterangan (waktu, suasana, tempat, identitas, dan lain sebagainya). Kendati demikian, ada satu aturan mutlak yang menjadi pembeda utama sebelum Anda memilih di antara keduanya, yakni bergantung pada Subjek kalimat tersebut.
Menurut Betty Schrampfer Azar, seorang ahli tata bahasa dan penulis buku legendaris Understanding and Using English Grammar, "The verb 'be' must agree with its subject in number and person." Artinya, to be harus selalu selaras dengan jumlah dan sudut pandang subjeknya.
Was merupakan bentuk lampau dari is dan am. Was digunakan untuk subjek tunggal atau orang ketiga tunggal, yaitu: I, He, She, It, serta kata benda tunggal (seperti the cat, Andi, my mother).
Were merupakan bentuk lampau dari are. Were diaplikasikan pada kalimat yang mempunyai subjek jamak atau majemuk, yaitu: You, They, We, serta kata benda jamak (seperti the students, cats, Andi and Budi).
Untuk mempermudah hafalan Anda, mari perhatikan tabel pasangan subjek dan to be berikut ini:
| Subjek (Pronoun) | To Be (Present/Masa Kini) | To Be (Past/Masa Lampau) | Keterangan Jumlah |
| I | Am | Was | Tunggal (Satu) |
| He / She / It | Is | Was | Tunggal (Satu) |
| You | Are | Were | Tunggal / Jamak |
| We / They | Are | Were | Jamak (Lebih dari satu) |
Catatan Penting: Subjek "You" (Kamu/Kalian) memang bisa merujuk pada satu orang maupun banyak orang. Namun, dalam aturan baku bahasa Inggris, subjek You selalu dipasangkan dengan Were, apa pun konteks jumlahnya.
Contoh Kalimat:
- My mother was in Bandung last week. (Ibuku berada di Bandung minggu lalu.)
- I was in Medan last week. (Aku berada di Medan minggu lalu.)
- We were in that restaurant last night. (Kami berada di restoran itu tadi malam.)
- They were in Medan last week. (Mereka berada di Medan minggu lalu.)
Penggunaan Was dan Were dalam Kalimat Non-Verbal (Nominal)
Kalimat-kalimat yang tidak menyertakan kata kerja aksi (action verb) di dalamnya disebut dengan kalimat non-verbal atau kalimat nominal. Dalam bahasa Inggris, setiap kalimat wajib memiliki predikat. Jika tidak ada kata kerja, maka to be (dalam hal ini was dan were) hadir untuk menggantikan posisi predikat tersebut.
Was dan were akan menghubungkan subjek dengan ANA, yaitu singkatan dari Adjective (Kata Sifat), Noun (Kata Benda), atau Adverb (Kata Keterangan).
Contoh Kalimat Nominal:
- I was moody last night. (Aku merasa murung tadi malam.) -> Adjective
- The brush was his favorite tool. (Kuas itu adalah alat favoritnya.) -> Noun
- They were in my parents’ house yesterday. (Mereka berada di rumah orang tuaku kemarin.) -> Adverb of place
Hal yang Perlu Diingat:
Banyak pembelajar bahasa Inggris yang masih sering mencampuradukkan penggunaan Was/Were dengan Did. Ingatlah aturan emas ini:
- Penggunaan did hanya untuk kalimat verbal (yang memiliki kata kerja aksi, contoh: Did they play hide and seek?).
- Penggunaan was/were adalah untuk kalimat non--verbal (tidak ada kata kerja aksi, hanya kata sifat, benda, atau keterangan).
Penggunaan Was dan Were dalam Simple Past Tense
Melanjutkan poin sebelumnya, kalimat dalam bentuk Simple Past Tense sering kali memakai was dan were ketika mendeskripsikan keadaan, emosi, atau status di masa lampau. Intinya, jika sebuah kalimat positif sudah menggunakan kata kerja bentuk kedua (Verb 2), Anda tidak perlu lagi menambahkan was atau were. Namun, apabila kalimat itu tidak memiliki kata kerja sama sekali, maka wajib menggunakan was atau were.
Contoh Penerapan:
- It was a great day for us! (Itu adalah hari yang luar biasa bagi kami!)
- You weren’t (were not) very patient. (Kamu dulu tidak terlalu sabar.)
- Cakes were her favorite dessert. (Kue adalah hidangan penutup favoritnya dulu.)
- The girl wasn’t (was not) lazy; she was just tired. (Gadis itu tidak malas; dia hanya kelelahan.)
Penggunaan Was dan Were dalam Past Continuous Tense
Penggunaan was dan were tidak hanya terbatas pada kalimat nominal di Simple Past Tense. Keduanya bisa dan wajib dipasangkan dengan kata kerja, asalkan kata kerja tersebut ditambahkan akhiran -ing (dikenal sebagai Present Participle).
Kombinasi Was/Were + Verb-ing membentuk pola yang disebut Past Continuous Tense. Jenis tense ini digunakan untuk menyatakan suatu kegiatan atau peristiwa yang sedang berlangsung pada titik waktu tertentu secara spesifik di masa lalu.
Contoh Penerapan:
- I was eating my lunch at 2 p.m. yesterday. (Aku sedang makan siang pada jam 2 kemarin.)
- She wasn’t watching TV when I came. (Dia tidak sedang menonton TV saat aku datang.)
- Was a policeman looking for me last night at 10 o’clock? (Apakah polisi sedang mencariku kemarin malam jam 10?)
- They were sitting here and waiting for you. (Mereka sedang duduk di sini dan menunggumu.)
- Some monkeys were attacking a tourist yesterday morning. (Beberapa monyet sedang menyerang seorang turis kemarin pagi.)
Jika Anda ingin membuat kalimat negatif dalam pola ini, Anda cukup menyisipkan kata "not" tepat setelah was/were (seperti was not / wasn't atau were not / weren't).
Penggunaan Was & Were dalam Kalimat Pasif (Passive Voice)
Apakah was dan were bisa digabungkan dengan kata kerja bentuk ketiga (Verb 3)? Tentu saja bisa! Namun, fungsinya berubah sepenuhnya. Saat Was/Were bertemu dengan Verb 3 (Past Participle), kalimat tersebut berubah menjadi kalimat pasif (Passive Voice) dalam bentuk masa lampau.
Fokus pada kalimat pasif bukan pada siapa yang melakukan tindakan, melainkan pada objek yang dikenai tindakan.
Contoh Perbandingan Aktif dan Pasif:
- Active: My aunt was cooking my favorite meal yesterday. (Bibiku sedang memasak makanan favoritku kemarin.)
- Passive: My favorite meal was cooked by my aunt yesterday. (Makanan favoritku dimasak oleh bibiku kemarin.)
- Active: You borrowed her books. (Kamu meminjam buku-bukunya.)
- Passive: Her books were borrowed by you. (Buku-bukunya dipinjam olehmu.)
Perhatikan bahwa pada contoh pasif kedua, kita menggunakan "were" karena subjek kalimat pasifnya adalah "Her books" (buku-bukunya) yang merupakan kata benda jamak.
Contoh Soal Latihan Bahasa Inggris Was dan Were
Untuk menguji pemahaman Anda mengenai penjelasan di atas, mari kerjakan beberapa soal latihan berikut ini. Cobalah untuk tidak melihat kunci jawabannya terlebih dahulu!
A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan was atau were yang tepat!
- Yesterday, she ___ at the market.
- They ___ happy to see their friends.
- The cat ___ sleeping on the couch.
- We ___ not at home last night.
- He ___ the best player on the team.
- The books ___ on the table.
- You ___ very excited about the trip.
- It ___ raining all day.
- The students ___ in the classroom.
- I ___ busy with my work yesterday.
B. Pilihlah jawaban ganda yang paling tepat (a / b)!
- I (a. was / b. were) reading.
- They (a. was / b. were) studying for the test.
- Dudi (a. was / b. were) optimistic about the project.
- Jihan and Amir (a. was / b. were) going through the hospital.
- The students (a. was / b. were) waiting for their results of National Examination.
- She (a. was / b. were) sleeping.
- I (a. was / b. were) waiting for you.
- This (a. was / b. were) an accident.
- She (a. was / b. were) cooking for dinner.
- Gilang (a. was / b. were) painting a picture.
(Gulir ke bawah untuk melihat kunci jawaban)
Kunci Jawaban Bagian A:
- was | 2. were | 3. was | 4. were | 5. was | 6. were | 7. were | 8. was | 9. were | 10. was
Kunci Jawaban Bagian B:
- a (was) | 2. b (were) | 3. a (was) | 4. b (were) | 5. b (were) | 6. a (was) | 7. a (was) | 8. a (was) | 9. a (was) | 10. a (was)
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Bolehkah kata "were" digunakan untuk subjek tunggal "I" atau "He"?
Dalam tata bahasa standar masa lampau, tidak boleh. Namun, ada satu pengecualian penting: Conditional Sentences (Kalimat Pengandaian) tipe 2. Saat menyatakan sesuatu yang tidak nyata atau berlawanan dengan fakta masa kini, kita menggunakan were untuk semua subjek. Contoh: "If I were a bird, I would fly." (Jika aku seekor burung, aku akan terbang).
2. Kenapa kalimat "I did was happy" itu salah?
Karena terjadi pemborosan dan kesalahan struktur. Did adalah kata kerja bantu untuk kalimat verbal, sedangkan happy adalah kata sifat (adjective). Anda tidak boleh menggabungkan Did dan Was secara bersamaan. Bentuk yang benar hanyalah: "I was happy."
Sebagai sebuah konklusi, memahami penggunaan was dan were adalah gerbang pembuka untuk menceritakan masa lalu dengan lebih akurat dan terstruktur dalam bahasa Inggris. Kunci utamanya terletak pada ketelitian Anda mengidentifikasi jumlah subjek (tunggal atau jamak) serta memahami konteks predikatnya (apakah kalimat tersebut nominal, past continuous, atau kalimat pasif). Jangan pernah ragu untuk terus berlatih dengan contoh-contoh kalimat dalam percakapan sehari-hari.
Pada akhirnya, menjawab pertanyaan retoris di awal tulisan ini: haruskah kita selalu merasa ragu saat bercerita tentang masa lalu? Jawabannya adalah tidak, selama Anda memegang "peta kompas" tata bahasa yang tepat. Menguasai bahasa Inggris bukanlah sekadar tentang menghafal rumus secara kaku, melainkan tentang membangun kebiasaan dan merangkul proses belajar itu sendiri. Bukankah setiap kemahiran di masa kini, dulunya bermula dari serangkaian kesalahan di masa lalu? Selamat berlatih, jangan lupa bagikan artikel bermanfaat ini agar Anda dan rekan-rekan pembelajar lainnya semakin percaya diri dalam berbahasa Inggris!
Referensi:
- Azar, Betty Schrampfer. (2012). Understanding and Using English Grammar. Pearson Education.
- Murphy, Raymond. (2015). English Grammar in Use. Cambridge University Press.
- Thomson, A.J., & Martinet, A.V. (1986). A Practical English Grammar. Oxford University Press.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cambridge University Press, Oxford University Press