INDOZONE.ID - Lailatul Qadr dikenal sebagai salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam. Malam ini diyakini sebagai momen ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT pada malam tersebut.
Keutamaan Lailatul Qadr bahkan disebut melampaui ibadah selama seribu bulan. Hal ini ditegaskan langsung dalam firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1–5)
Meski sangat dinantikan oleh umat Islam, tanggal pasti Lailatul Qadr tidak pernah disebutkan secara jelas. Rasulullah SAW justru menganjurkan umatnya untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Walau waktunya dirahasiakan, beberapa riwayat dalam Al-Qur’an dan hadits menyebutkan tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan hadirnya malam penuh keberkahan ini.
Berikut beberapa tanda Lailatul Qadr yang disebut dalam riwayat shahih.
Baca juga: Lailatul Qadr: Malam Penuh Rahmat yang Tak Semua Orang Menyadarinya
Suasana Malam yang Tenang dan Menenangkan
Salah satu ciri yang sering disebut dalam hadits adalah kondisi malam yang terasa sangat tenang dan menyejukkan. Udara terasa nyaman, tidak panas, dan juga tidak terlalu dingin. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan menyenangkan, tidak panas dan tidak pula dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dalam keadaan lemah dan berwarna kemerahan.” (Hadits Sunan Ibnu Majah, 1644)
Ketenangan ini bukan hanya terlihat dari kondisi alam. Banyak orang juga merasakan ketenteraman batin yang lebih kuat saat beribadah pada malam tersebut.
Matahari Pagi Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Tanda lain yang disebut dalam hadits adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadr berlalu. Rasulullah SAW bersabda:
“Matahari terbit pada pagi hari setelah Lailatul Qadr tanpa sinar yang menyilaukan, seolah-olah seperti bejana dari tembaga hingga ia meninggi.” (Hadits Shahih Muslim, 762)
Para ulama menjelaskan bahwa matahari pada pagi itu terlihat lebih lembut dan tidak memancarkan cahaya yang menyilaukan seperti biasanya.
Udara Sejuk atau Turunnya Hujan
Dalam beberapa riwayat lain, kondisi cuaca juga disebut bisa menjadi tanda Lailatul Qadr, misalnya turunnya hujan atau udara yang terasa sejuk. Diriwayatkan dari Abu Salamah bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Aku pernah diberitahu tentang (tanggal) malam Lailatul Qadr, tetapi kemudian aku dibuat lupa tentangnya. Maka carilah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam mimpi aku melihat diriku sujud di atas tanah yang basah dan berlumpur.” (Hadits Shahih Al-Bukhari, 2016)
Riwayat ini menunjukkan bahwa hujan bisa saja terjadi pada malam tersebut, meskipun bukan tanda yang pasti.
Malam yang Dipenuhi Kedamaian
Al-Qur’an menggambarkan Lailatul Qadr sebagai malam yang penuh ketenangan hingga terbitnya fajar.
“Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5)
Pada malam itu pula para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan bagi manusia.
“Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)
Karena itulah banyak orang merasakan ketenteraman hati yang luar biasa ketika menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.
Baca juga: Kapan Datangnya Malam Lailatul Qadr? Umat Muslim Wajib Tahu!
Penampakan Bulan yang Berbeda
Ada pula riwayat yang menyebutkan tanda Lailatul Qadr berkaitan dengan bentuk bulan. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa di antara kalian yang ingat ketika bulan terbit seperti potongan piring?” (Hadits Shahih Muslim)
Riwayat ini menggambarkan bentuk bulan yang tampak berbeda dari biasanya sebagai salah satu tanda yang pernah disebutkan oleh Rasulullah SAW.
Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan
Lailatul Qadr adalah malam yang dipenuhi rahmat, ampunan, dan keberkahan yang sangat besar. Karena waktunya tidak diketahui secara pasti, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan berbagai ibadah, mulai dari shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga memperbanyak doa.
Dengan memperbanyak ibadah pada malam-malam tersebut, seorang Muslim tidak hanya berharap dapat menemukan Lailatul Qadr, tetapi juga meraih pahala yang luar biasa serta ampunan dari Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Islamic-relief.org.uk