Selasa, 10 MARET 2026 • 20:05 WIB

Puluhan Tahun Jadi Metode Belajar Al-Qur’an, Buku IQRO Hadir dengan Visual Kekinian

Author

Penyegaran visual atas buku IQRO’ karya K.H. As’ad Humam, yang jadi fondasi pembelajaran membaca Al-Qur’an di Indonesia. (INDOZONE/Gema Trisna Yudha)

INDOZONE.ID - Buku IQRO’ karya K.H. As’ad Humam, yang selama puluhan tahun menjadi metode dasar pembelajaran membaca Al-Qur’an di Indonesia, hadir dengan visual yang lebih kekinian. 

Inisiatif ini hadir melalui IQRO’ Reimagined Project hasil kolaborasi Kahf bersama Parastudio, yang diperkenalkan dalam acara Illustrated Ramadan Jakarta (IRJ) 2026 yang berlangsung di SPAC8, ASHTA District 8, Jakarta. 

Brand Representative Kahf Aldian Alfaridz mengatakan proyek ini hadir untuk mendorong lebih banyak orang kembali belajar membaca Al-Qur’an tanpa rasa ragu.

Proyek ini tidak mengubah metode pembelajaran IQRO’, melainkan memperbarui pendekatan visualnya agar lebih relevan dengan konteks masa kini.

“Kolaborasi ini hadir sebagai ajakan untuk kembali memulai atau melanjutkan perjalanan membaca Al-Qur’an. Kami memahami bahwa banyak orang dewasa yang merasa ragu dan takut di-judge ketika ingin belajar dari awal. Karena itu, kami ingin menghadirkannya dalam format yang lebih kontekstual tanpa mengubah ruh aslinya,” ujar Aldian, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Selama Ramadan, Masjid di Banyuwangi Punya Kebiasaan Unik Tadarus Pakai Al-Quran Raksasa

Metode IQRO’ yang diperkenalkan sejak era 1980-an telah membantu jutaan masyarakat Indonesia mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur’an secara sistematis. Dalam proses pembaruan ini, Kahf memastikan warisan tersebut tetap terjaga.

Tulisan khat tangan asli dari buku IQRO’ tetap dipertahankan sebagai elemen grafis utama untuk menjaga keaslian dan nilai historisnya.

Edisi ini juga mengacu pada IQRO’ Klasikal, yaitu format pembelajaran akselerasi dari jilid 1 hingga 6 yang dirancang lebih ringkas dan padat. Rilisan ini menjadi tahap awal dari pengembangan berkelanjutan yang akan dilakukan pada periode berikutnya.

Proyek ini diinisiasi oleh Kahf dan Parastudio dengan kolaborasi IQRO’ Center, pendampingan materi oleh Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus “AMM” Yogyakarta, serta pengembangan desain oleh Work by ’ Brand Consultant.

Perwakilan IQRO’ Center dan keluarga K.H. As’ad Humam, Rehan Mubarak, menyambut baik inisiatif tersebut.

“Inisiasi ini memiliki tujuan yang sejalan dengan K.H. As’ad Humam dan IQRO’ Center dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an, khususnya pada generasi muda. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk terus belajar dan menyempurnakan bacaan Al-Qur’an melalui pengembangan desain ini,” ujarnya.

Pendekatan Desain Kontemporer

IQRO’ Reimagined Project menghadirkan pendekatan desain yang lebih kontemporer melalui format zine, eksplorasi tipografi dinamis, dan tata letak yang lebih fleksibel.

Meski demikian, struktur pembelajaran seperti pengenalan huruf hijaiyah, sistem klasikal, dan kaidah bacaan tetap dipertahankan sesuai metode asli.

Designer ’ Brand Consultant Ibnu Hafiz Fadhilah menjelaskan bahwa proses reinterpretasi desain dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menghilangkan karakter asli IQRO’.

“Kami menggunakan pendekatan konsep ‘type as image’ karena khat asli sudah memiliki karakter yang kuat. Modernisasi ini dilakukan tanpa menghilangkan sisi autentiknya sekaligus menghadirkan ekspresi desain yang lebih kontekstual,” katanya.

Baca juga: 4 Keutamaan Baca Alquran dan Tipsnya di Bulan Ramadan

Pendekatan ini juga menegaskan bahwa IQRO’ bukan hanya buku untuk anak-anak, melainkan sarana pembelajaran sepanjang hayat bagi siapa pun yang ingin memperbaiki fondasi membaca Al-Qur’an.

Proyek ini menjadi bagian dari gerakan Bener Bareng yang diinisiasi Kahf untuk mengajak masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik selama Ramadan.

Melalui inisiatif ini, IQRO’ Reimagined diperkenalkan ke berbagai komunitas Muslim, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di sejumlah kota dunia seperti Mekkah, Madinah, London, New York, dan Chiba.

Seniman Bill Mohdor, yang turut membicarakan karya kolaborasi ini melalui media sosialnya, menilai langkah tersebut sebagai pendekatan kreatif dalam memperluas literasi Al-Qur’an.

“Ketika sesuatu yang telah menjadi tradisi lintas generasi disajikan ulang sebagai karya seni yang kontemporer dan relevan, ini adalah langkah yang jenius. IQRO’ adalah warisan intelektual dari tokoh legendaris Indonesia,” ujarnya.

Kehadiran Kahf IQRO’ Reimagined Project pada Ramadan tahun ini menandai komitmen jangka panjang Kahf dalam memperluas literasi Al-Qur’an secara lebih kontekstual, inklusif, dan lintas generasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU