7 Manfaat Daun Saga untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu (Instagram/ kebunnyabinarbumi)
INDOZONE.ID - Daun saga (Abrus precatorius) sudah lama dikenal dalam dunia pengobatan herbal di Indonesia.
Tanaman merambat dengan biji berwarna merah hitam yang khas ini, menyimpan segudang khasiat penting, terutama pada bagian daunnya.
Beberapa kandungan dalam daun saga, seperti flavonoid, saponin, dan antioksidan, dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan.
Tidak heran, jika daun saga kerap diolah menjadi ramuan herbal untuk membantu mengatasi berbagai keluhan.
ilustrasi Daun Saga (Instagram/ rimpang.keluargasehat)
Lalu, apa saja manfaat daun saga untuk kesehatan? Berikut khasiat yang sering dikaitkan dengan tanaman herbal satu ini.
Kandungan di dalam daun saga bersifat ekspektoran yang ampuh encerkan dahak. Sifat ini bikin tenggorokan gatal dan kering jadi terasa lebih tenang dengan cepat.
Minum air rebusan daun ini secara rutin saat mulai batuk. Dahak membandel bakal keluar lebih mudah dan napas pun jadi terasa jauh lebih lega dari sebelumnya.
Baca juga: 7 Manfaat Daun Jambu Biji untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu
Daun saga punya sifat antibakteri dan antiinflamasi alami yang kuat. Kandungan tersebut sangat efektif buat mempercepat penyembuhan luka terbuka di rongga mulut.
Cukup kunyah daun yang sudah dicuci bersih atau pakai air rebusannya buat kumur. Sariawan yang perih dan bikin susah makan bakal cepat kempis dalam hitungan hari.
Sejak zaman dulu, daun saga sering dipakai buat penurun panas alami. Obat herbal ini aman dikonsumsi baik oleh orang dewasa maupun anak-anak di rumah.
Sifat antipiretiknya bekerja aktif buat menstabilkan suhu tubuh kembali normal. Tubuh yang tadinya lemas akibat demam bakal terasa segar lagi setelah meminumnya.
Efek antiinflamasi pada daun saga ampuh buat meredakan peradangan. Daun ini bisa menjadi penyelamat saat tenggorokan mulai terasa sakit dan perih buat menelan makanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline