Ilustrasi Minum Antibiotik. (Freepik)
INDOZONE.ID - Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Cara kerjanya adalah dengan menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri penyebab infeksi di dalam tubuh.
Namun, jika digunakan tanpa indikasi yang tepat atau tidak sesuai aturan, antibiotik dapat menimbulkan berbagai efek samping, mulai dari gangguan ringan hingga masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca juga: Kenapa Banyak Orang Gagal Naik Berat Badan Meski Udah Makan Banyak?
Berikut beberapa efek samping antibiotik yang penting untuk diketahui.
Antibiotik tidak hanya membunuh bakteri penyebab penyakit, tetapi juga bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.
Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami diare, perut tidak nyaman, atau gangguan pencernaan lainnya setelah mengonsumsi antibiotik.
Baca juga: Cara Mencegah Keringat Berlebih agar Tetap Nyaman Beraktivitas
Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai anjuran dapat membuat bakteri menjadi kebal atau resisten terhadap obat tersebut. Ketika kondisi ini terjadi, antibiotik yang sebelumnya efektif tidak lagi mampu mengatasi infeksi.
Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi terhadap jenis antibiotik tertentu, terutama golongan penisilin.
Gejalanya bisa berupa ruam, gatal, bengkak, hingga sesak napas pada kasus yang lebih berat.
Ketidakseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan juga dapat memicu rasa mual hingga muntah. Keluhan ini biasanya muncul selama masa pengobatan dan dapat berbeda pada setiap orang.
Beberapa jenis antibiotik, seperti ciprofloxacin, doxycycline, levofloxacin, ofloxacin, tetracycline, dan trimethoprim, dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
Baca juga: Keputihan Terus-menerus? Coba Lakukan Cara Ini untuk Meredakannya
Akibatnya, kulit lebih mudah mengalami iritasi atau terasa tidak nyaman saat terkena sinar matahari secara langsung.
Antibiotik tertentu, seperti tetracycline dan doxycycline, berisiko menyebabkan perubahan warna gigi secara permanen, terutama jika digunakan pada anak di bawah usia delapan tahun yang masih dalam masa pertumbuhan gigi.
Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa antibiotik, seperti azithromycin, dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan jantung.
Risiko ini umumnya lebih perlu diperhatikan pada orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengonsumsi antibiotik tanpa pengawasan medis.
Jika mengalami gejala infeksi seperti demam, batuk, flu, atau keluhan lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Baca juga: Warna Keputihan dan Artinya, Kenali Mana yang Normal dan Tidak
Selain itu, segera periksakan diri apabila muncul efek samping setelah mengonsumsi antibiotik, terutama jika disertai reaksi alergi, sesak napas, atau keluhan yang semakin memburuk.
Penggunaan antibiotik sesuai resep dokter menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko efek samping sekaligus mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: