INDOZONE.ID - Tumbuhan tidak bisa berpindah tempat seperti hewan. Tapi, mereka tetap punya cara untuk berkembang biak dan menyebarkan bijinya.
Proses ini sangat penting agar tumbuhan bisa tumbuh di tempat baru.
Penyebaran biji tidak selalu terjadi dengan sendirinya, tetapi sering dibantu oleh angin, air, hewan, bahkan manusia. Setiap cara memiliki peran penting dalam membantu tumbuhan berkembang biak di berbagai lingkungan.
Salah satu cara penyebaran biji yang menarik adalah melalui bantuan hewan, terutama burung. Proses ini dikenal dengan istilah ornitokori, yaitu ketika burung membantu membawa biji dari satu tempat ke tempat lain tanpa disadari.
Apa Itu Ornitokori?
Ornitokori berasal dari bahasa Yunani, ornithos yang berarti burung dan chory yang berarti penyebaran. Secara sederhana, ornitokori adalah proses penyebaran biji tumbuhan yang dibantu oleh burung.
Burung biasanya memakan buah dari tumbuhan. Namun, biji di dalam buah tersebut tidak ikut hancur saat dimakan.
Biji itu kemudian akan keluar kembali melalui kotoran burung, atau jatuh di tempat lain. Lalu, biji tersebut akan tumbuh menjadi tanaman baru, jika kondisi tanahnya cocok.
Beberapa contoh tumbuhan yang bijinya disebarkan oleh burung antara lain pohon beringin, pohon jambu, pohon ceri, pohon pisang liar, pohon pepaya liar, pohon ara (ficus), dan berbagai jenis tanaman berry.
Baca juga: Komponen Biotik: Pengertian, Unsur, Peran, dan Contohnya dalam Ekosistem
Ciri-ciri Tumbuhan Ornitokori
Tidak semua tumbuhan bisa menarik perhatian burung. Tumbuhan yang mengandalkan burung, biasanya memiliki karakteristik fisik tertentu, di antaranya:
1. Warna yang Mencolok
Burung memiliki penglihatan warna yang sangat tajam. Oleh karena itu, buah ornitokori biasanya berwarna merah cerah, kuning, oranye, atau biru tua untuk menarik perhatian dari kejauhan.
2. Rasa Buah Menarik (Manis Atau Lembut)
Buahnya sering terasa manis, lembut, atau tidak beracun bagi burung. Tujuannya agar burung mau memakan buah tersebut, sehingga bijinya ikut terbawa ke tempat lain.
3. Tidak Beracun Bagi Burung
Tumbuhan ornitokori umumnya aman dimakan oleh burung. Kalau beracun, burung tidak akan mau memakannya dan penyebaran biji tidak akan terjadi.
4. Biji Keras Dan Tahan Pencernaan
Biji pada buah biasanya memiliki kulit yang keras sehingga tidak hancur saat dimakan burung. Biji ini tetap utuh setelah keluar bersama kotoran burung.
5. Buah Mudah Dimakan
Buahnya tidak terlalu besar dan mudah dipetik atau dimakan oleh burung. Kadang buahnya juga lunak sehingga burung bisa langsung memakannya tanpa kesulitan.
6. Menghasilkan Banyak Buah
Tumbuhan ornitokori biasanya menghasilkan buah dalam jumlah banyak agar peluang penyebaran bijinya semakin besar. Semakin banyak burung yang makan, semakin luas penyebarannya.
7. Tumbuh di Tempat Yang Mudah Dijangkau Burung
Biasanya buah berada di cabang pohon yang terbuka, atau tidak terlalu tinggi sehingga burung bisa dengan mudah mendekat dan memakannya.
Baca juga: Ekologi Adalah: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Perannya dalam Ekosistem
Bagaimana Proses Ornitokori Terjadi?
Proses ornitokori sebenarnya sederhana, tetapi sangat bermanfaat bagi alam. Penyebaran biji ini terjadi secara alami, tanpa disadari oleh burung maupun tumbuhan. Berikut urutannya:
1. Burung Memakan Buah
Burung datang ke pohon dan memakan buah yang sudah matang. Buah ini biasanya memiliki warna cerah dan rasa yang menarik, sehingga mudah menarik perhatian burung.
2. Biji Tidak Hancur Saat Dimakan
Saat burung memakan buah, daging buah akan tercerna, tetapi bijinya tetap utuh karena memiliki lapisan yang keras dan tahan terhadap pencernaan.
3. Burung Berpindah Tempat
Setelah makan, burung akan terbang ke tempat lain untuk mencari makan, beristirahat, atau melanjutkan aktivitasnya. Jarak terbang burung bisa cukup jauh.
4. Biji Keluar Bersama Kotoran
Biji yang tidak tercerna, akan keluar bersama kotoran burung atau jatuh di tempat lain, saat burung sedang berpindah tempat.
5. Biji Tumbuh Menjadi Tanaman Baru
Jika biji jatuh di tempat yang subur, terkena air, dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, maka biji tersebut akan tumbuh menjadi tanaman baru.
6. Endozookori (Lewat Pencernaan Burung)
Ini cara yang paling sering terjadi. Burung makan buah, lalu bijinya ikut keluar bersama kotoran. Menariknya, proses di dalam tubuh burung bisa membantu biji lebih cepat tumbuh.
7. Sinzookori (Disimpan Oleh Burung)
Ada juga burung yang suka menyimpan biji sebagai cadangan makanan di tanah atau lubang pohon. Kalau biji itu tidak dimakan lagi, bisa tumbuh menjadi tanaman baru.
Manfaat Ornitokori bagi Ekosistem
Interaksi ini adalah bentuk simbiosis mutualisme yang memiliki dampak besar bagi lingkungan:
1. Reboisasi Alami
Burung mampu terbang sangat jauh, melintasi sungai, hingga mencapai pulau lain. Ini memungkinkan tumbuhan untuk menyebar ke area yang luas dan menghijaukan kembali lahan yang gundul.
2. Membantu Penyebaran Tumbuhan ke Tempat Baru
Salah satu manfaat utama ornitokori adalah membantu tumbuhan menyebar ke wilayah baru. Biji yang dibawa burung bisa jatuh di tempat yang jauh dari pohon induknya.
3. Menjaga Keanekaragaman Hayati
Dengan adanya penyebaran biji oleh burung, berbagai jenis tumbuhan bisa tumbuh di banyak tempat. Ini membantu menjaga keanekaragaman hayati atau keberagaman makhluk hidup di alam.
4. Mengurangi Persaingan Antar Tumbuhan
Dengan bantuan burung, biji tersebar ke berbagai tempat sehingga tidak menumpuk di satu lokasi. Hal ini mengurangi persaingan antar tumbuhan untuk air, cahaya, dan nutrisi tanah.
5. Menjaga Keseimbangan Ekosistem
Ornitokori membantu menjaga keseimbangan ekosistem karena mendukung pertumbuhan tumbuhan baru secara terus-menerus. Tumbuhan yang tumbuh akan menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi hewan lain.
Baca juga: Rantai Makanan di Sawah dan Perannya dalam Keseimbangan Ekosistem
Itulah penjelasan tentang ornitokori sebagai proses penyebaran biji oleh burung dalam tumbuhan. Proses ini penting untuk membantu tumbuhan menyebar dan menjaga keseimbangan alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pijarbelajar.id