Teori Abiogenesis: Pengertian, Sejarah, dan Perkembangannya (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah tidak, kamu berpikir dari mana asal makhluk hidup di bumi ini? Bagaimana kehidupan pertama kali bisa muncul? Pertanyaan tentang asal-usul kehidupan selalu menarik untuk dibahas.
Salah satu teori yang pernah mencoba menjawabnya adalah teori abiogenesis. Teori ini menyatakan bahwa, makhluk hidup bisa terbentuk dari benda mati secara alami.
Meskipun terdengar aneh, dulu teori ini sempat dipercaya oleh banyak orang.
Lalu, apa sebenarnya teori abiogenesis itu, bagaimana sejarahnya, dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini? Mari kita bahas bersama.
Secara etimologi, abiogenesis berasal dari bahasa Yunani: a (tidak), bios (hidup), dan genesis (asal mula). Jadi, Abiogenesis adalah teori yang menyatakan, makhluk hidup berasal dari benda mati atau benda tidak hidup yang terjadi secara spontan.
Teori ini juga sering dikenal dengan istilah Generatio Spontanea (penciptaan spontan). Para penganut teori ini meyakini bahwa, kehidupan muncul begitu saja karena adanya gaya hidup (force of life) pada benda mati dalam kondisi tertentu.
Baca juga: 4 Jenis Kepribadian Berdasarkan Teori Proto-Psikologis, Kamu Tipe Mana?
Teori ini tidak muncul begitu saja, melainkan didasarkan pada pengamatan sederhana, terhadap fenomena alam di masa lalu.
Filsuf besar Yunani, Aristoteles, adalah tokoh utama yang mencetuskan teori ini. Berdasarkan pengamatannya, ia melihat ikan-ikan muncul dari lumpur atau cacing yang muncul dari tanah yang membusuk.
Ia menyimpulkan bahwa, kehidupan bisa muncul dari materi tak hidup selama materi tersebut mengandung "panas vital".
Pada abad ke-18, ilmuwan asal Inggris ini melakukan percobaan dengan merebus kaldu daging untuk membunuh mikroorganisme, lalu menempatkannya dalam wadah terbuka.
Setelah beberapa hari, kaldu tersebut dipenuhi mikroba. Needham menyimpulkan, mikroba tersebut berasal dari air kaldu itu sendiri.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, banyak ilmuwan mulai meragukan teori ini. Mereka melakukan percobaan untuk membuktikannya.
Francesco Redi, seorang ilmuwan dari Italia, melakukan percobaan dengan daging mentah. Ia meletakkan daging itu di beberapa wadah, beberapa terbuka dan beberapa ditutup kain kasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com