INDOZONE.ID - Momen memilukan yang dibagikan dalam sebuah video oleh akun Facebook @anis manmun, menyita perhatian banyak orang.
Dalam video tersebut, dua siswa SD Negeri 10 Linge, Aceh Tengah, tampak harus menyeberangi sungai menggunakan tali gantung, setelah jembatan apung di kawasan Reje Payung yang putus diterjang banjir.
Baca juga: Kisah Pilu Pekerja Migran Indonesia: Erawati Tewas Memeluk Bayi Majikan dalam Kebakaran Hong Kong
Terlihat deru air sungai yang menghantam bebatuan terdengar begitu keras, seolah menambah ketegangan di momen itu.
Di atas derasnya arus yang berwarna keruh, satu per satu anak-anak berseragam merah putih itu mulai melangkah pelan.
Tangan kecil mereka menggenggam erat seutas tali, sementara kaki mungil mereka bergerak hati-hati mencari pijakan agar tak terpeleset.
"Pelan-pelan anakku, pelan-pelan," kata sang dengan terisak sambil merekam anaknya yang sedang menyebrang
Baca juga: Kisah Pilu Seorang Ayah Dibohongi Anaknya Sendiri: Ngaku Sudah Lulus, Ternyata Tak Pernah Kuliah
Dalam keterangan video tersebut, disebutkan bahwa sang ibu mengizinkan sang anak melewati jembatan gantung berbahaya itu, karena sang anak harus mengikuti ujian TKA yang penting untuk masa depan mereka.
Dengan hati yang campur aduk antara takut dan pasrah, ia akhirnya hanya bisa mengantarkannya dengan doa.
Video tersebut pun langsung menyentuh hati banyak orang setelah viral di media sosial.
Banyak warganet mengaku ikut sesak melihat perjuangan anak-anak di pelosok demi mengenyam pendidikan.
Tak sedikit pula yang meminta pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan yang rusak, agar tak ada lagi anak-anak yang harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk pergi ke sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook/Anis Mamnun