Selasa, 28 APRIL 2026 • 08:28 WIB

Dari Sampah Jadi Cuan: Kisah Ibu Amaliyah Ubah Limbah Jadi Berkah di Kampung Masigit

Author

Kisah Ibu Amaliyah berhasil ubah sampah jadi cuan lewat PNM Mekaar. (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Masalah sampah masih menjadi tantangan besar di banyak daerah, termasuk di tingkat rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar. 

Namun di tengah persoalan ini, Ibu Amaliyah dari Kampung Masigit, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, justru melihat peluang. 

Berawal dari usaha kecil di rumah sejak 2019, ia berhasil mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. 

Baca juga: Kisah Anastasia, Nasabah PNM Bikin Salon yang Jadi Ruang Aman bagi ODGJ

Bersama dukungan PNM Mekaar, langkah kecilnya kini berkembang menjadi gerakan nyata yang membawa perubahan.

Perjalanan Ibu Amaliyah bersama PNM mulai berkembang pesat sejak mendapatkan pemberdayaan PNM Mekaar pada 2023. 

Tidak hanya memperoleh tambahan modal, ia juga mendapatkan pendampingan dan pembinaan yang mendorong peningkatan kapasitas usahanya. 

Melalui PNM, ia mengembangkan brand Amalia Kitchen yakni usaha kue rumahan yang sampahnya ia olah menjadi berbagai hal seperti aromatherapy hingga Sofa ecobrick. 

Seiring meningkatnya produksi, muncul tantangan berupa penumpukan sampah, yang kemudian direspons dengan langkah bijak melalui inisiasinya untuk mengajak ibu-ibu lain melakukan pemilahan serupa.

Inisiatif ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga melahirkan Bank Sampah MATA (Masigit Asri Tanpa Sampah) yang melibatkan masyarakat sekitar. 

Di mana 86 anggota bank sampah melakukan penyetoran yang diganjar rupiah untuk setiap kilogram sampah yang disetorkan. 

Lebih dari sekadar usaha, Ibu Amaliyah juga menjadikan kegiatan ini sebagai ladang berbagi dengan menyisihkan sebagian keuntungan untuk dhuafa dan anak yatim. 

"Saya tidak pernah menyangka, yang awalnya hanya ibu-ibu dasteran yang ngumpulin sampah, kini bisa sampai jadi juara Mekaarpreneur. Alhamdulillah, dari kegiatan sederhana ini saya justru bisa berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain," ujar Amalia dengan penuh haru.

"Apa yang dilakukan Ibu Amaliyah adalah gambaran nyata dari semangat yang ingin terus PNM tumbuhkan. Dari hal sederhana, dapur rumahan, bisa lahir dampak yang luas, bukan hanya menguatkan ekonomi keluarga, tapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan menjaga lingkungan di sekitar," ungkap Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary.

Baca juga: PNM Perkuat Akses Air Bersih, Dorong Kesehatan dan Produktivitas Masyarakat

Dampak nyata dari Bank Sampah MATA kini dirasakan langsung oleh kampung Masigit dalam hal pengelolaan sampah. 

Angka tumpukan sampah yang diberikan ke TPU sebelumnya mencapai 900 kg per bulan berhasil berkurang menjadi hanya 400 kg setiap bulannya. 

Inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. 

Dengan adanya pemilahan sampah yang terkelola dengan baik, Ibu Amaliyah dan Bank Sampah MATA telah mengubah sampah yang semula menjadi masalah besar, menjadi sumber keberkahan yang bernilai manfaat langsung bagi sekitar. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Istimewa

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU