INDOZONE.ID - Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang memiliki kedudukan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki jabatan tinggi, dan ada juga yang berada di tingkat ekonomi yang berbeda. Perbedaan kedudukan inilah yang disebut stratifikasi sosial.
Stratifikasi sosial selalu ada dalam kehidupan manusia, baik di lingkungan kecil seperti keluarga maupun di masyarakat luas seperti negara. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan status, peran, kekayaan, pendidikan, dan kekuasaan.
Pengertian Stratifikasi Sosial
Secara etimologi, stratifikasi berasal dari bahasa Latin stratum yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarki.
Secara umum, stratifikasi sosial adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan kedudukan atau status sosial tertentu. Adanya stratifikasi membuat masyarakat terbagi menjadi beberapa lapisan, seperti lapisan atas, menengah, dan bawah.
Penggolongan masyarakat ini kemudian menimbulkan kelas-kelas sosial, seperti sosial atas (upper class), sosial menengah (middle class), dan sosial bawah (lower class).
Dengan kata lain, stratifikasi sosial menunjukkan adanya perbedaan posisi atau derajat seseorang dalam masyarakat. Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pendidikan, jabatan, kekuasaan, dan keturunan.
Baca juga: Perubahan Sosial: Pengertian, Teori, Faktor, dan Contoh Nyata
Sifat Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial dibagi menjadi beberapa sifat, yaitu:
1. Stratifikasi Terbuka
Stratifikasi ini memungkinkan seseorang untuk berpindah status sosial, baik naik maupun turun. Contohnya seseorang dari keluarga sederhana bisa menjadi orang sukses karena pendidikan atau usaha.
2. Stratifikasi Tertutup
Stratifikasi ini tidak memungkinkan adanya perpindahan status sosial. Biasanya berdasarkan keturunan, seperti sistem kasta di beberapa negara.
3. Stratifikasi Campuran
Kombinasi dari keduanya. Seseorang mungkin berada di strata tertutup pada satu bidang (seperti kasta), tetapi bisa pindah strata di bidang lain (seperti ekonomi atau pendidikan).
Fungsi Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial memiliki beberapa fungsi penting dalam masyarakat, antara lain:
1. Distribusi Hak Istimewa yang Objektif
Stratifikasi sosial mengatur pembagian hak, fasilitas, dan penghasilan dalam masyarakat. Dengan adanya lapisan sosial, kekuasaan dan kekayaan dibagikan sesuai posisi seseorang secara teratur.
Contoh: Seorang direktur perusahaan mendapat gaji tinggi dan fasilitas mobil dinas karena tanggung jawabnya besar.
2. Penempatan Individu dalam Struktur Sosial
Stratifikasi sosial membantu menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Hal ini membuat setiap pekerjaan diisi oleh orang yang tepat agar masyarakat berjalan dengan baik.
3. Penentu Lambang Status atau Kedudukan
Stratifikasi sosial juga menciptakan simbol yang menunjukkan status seseorang di masyarakat. Simbol ini membantu orang lain mengenali posisi atau kedudukan seseorang dalam kehidupan sosial.
4. Alat Koordinasi dan Integrasi
Stratifikasi sosial membantu mengatur hubungan dalam masyarakat atau organisasi. Pembagian antara pemimpin dan anggota membuat tugas lebih jelas sehingga kerja sama lebih terarah.
5. Pendorong Mobilitas Sosial
Stratifikasi sosial mendorong orang untuk berusaha lebih baik. Dalam sistem terbuka, seseorang bisa naik status sosial melalui pendidikan, kerja keras, dan prestasi yang dicapai.
Contoh Stratifikasi Sosial
Berikut ini adalah beberapa contoh nyata yang ada di sekitar kita:
- Perbedaan status pekerjaan seperti pejabat, pegawai, dan buruh.
- Perbedaan di sekolah seperti kepala sekolah, guru, dan siswa.
- Perbedaan tingkat ekonomi seperti kaya, menengah, dan kurang mampu.
- Perbedaan jabatan dalam perusahaan seperti direktur, manajer, dan karyawan.
- Sistem kasta di beberapa negara yang membedakan status sejak lahir.
- Perbedaan profesi seperti dokter, petani, dan pedagang.
Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat selalu ada perbedaan kedudukan yang membentuk lapisan sosial tertentu.
Baca juga: Apa Itu Etnosentrisme? Pengertian, Dampak, dan Contoh dalam Kehidupan
Dengan memahami stratifikasi sosial, kita dapat lebih menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat, dan memahami bahwa setiap orang memiliki peran masing-masing dalam kehidupan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru