Apa Itu Etnosentrisme? Pengertian, Dampak, dan Contoh dalam Kehidupan (Instagram/@mdw_teluk.kuali)
INDOZONE.ID - Kita hidup di tengah masyarakat yang sangat beragam, mulai dari budaya, bahasa, adat, sampai kebiasaan sehari-hari.
Perbedaan ini sebenarnya membuat hidup jadi lebih kaya dan menarik untuk dipelajari.
Setiap daerah punya cara hidup dan tradisi masing-masing yang unik. Jika kita mau lebih terbuka, kita bisa belajar banyak hal dari perbedaan tersebut dan jadi lebih memahami orang lain.
Namun sayangnya, tidak semua orang bisa menerima perbedaan dengan mudah. Ada yang merasa budaya atau kelompoknya sendiri lebih baik daripada yang lain. Sikap ini disebut etnosentrisme.
Secara harfiah, etnosentrisme berasal dari kata bahasa Yunani, ethnos (bangsa) dan bahasa Latin, centrum (pusat).
Jadi, etnosentrisme adalah kecenderungan seseorang untuk melihat dunia melalui kacamata budayanya sendiri, dan menganggap budayanya sebagai standar atau pusat untuk menilai budaya lain.
Sederhananya, orang yang etnosentris akan menganggap cara hidup, tradisi, dan nilai-nilai kelompoknya sebagai yang paling benar, paling baik, dan paling "normal".
Sementara budaya lain dianggap aneh, inferior, atau bahkan salah.
Baca juga: Ronggeng Gunung Pangandaran, Warisan Budaya Penuh Sejarah dan Filosofi
Berikut ini beberapa ciri sikap etnosentrisme yang sering ditemukan:
Orang yang bersikap etnosentris biasanya merasa budaya, adat, dan kebiasaannya sendiri paling bagus dibanding yang lain. Jadi, mereka sulit mengakui kalau budaya lain juga punya nilai yang sama baiknya.
Orang yang bersikap etnosentris biasanya kurang terbuka terhadap perbedaan, baik dalam bahasa, kebiasaan, maupun cara hidup orang lain.
Penilaian yang diberikan, lebih banyak berdasarkan perasaan suka atau tidak suka terhadap kelompoknya sendiri, bukan berdasarkan fakta atau pemahaman yang benar.
Orang seperti ini cenderung susah menerima hal baru dari luar kelompoknya. Mereka takut budaya sendiri berubah atau terpengaruh oleh budaya lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Zenius.net