Ilustrasi kesetaraan gender (consilialegal.co.uk)
INDOZONE.ID - Isu kesetaraan gender sampai saat ini masih sering menjadi bahan perdebatan.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang salah paham dengan menganggap bahwa kesetaraan gender berarti perempuan mengalahkan atau menindas laki-laki.
Padahal, konsep ini jauh dari itu. Kesetaraan gender justru berbicara soal keadilan, kesempatan, dan hak yang sama bagi semua orang, tanpa memandang jenis kelamin.
Yuk, simak apa itu kesetaraan gender dengan bahasa yang lebih sederhana.
Baca juga: Kiprah Emma Poeradiredja, Bangsawan Sunda yang Mendorong Kesetaraan Gender di Indonesia
Secara umum, kesetaraan gender adalah kondisi di mana laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan sama, akses setara, serta punya hak dan kewajiban adil.
Konsep ini banyak dibahas dalam ilmu sosial, terutama Sosiologi yang melihat bagaimana peran gender terbentuk di masyarakat.
Artinya, kesetaraan gender bukan soal menyeragamkan peran, tapi memastikan tidak ada pihak yang dirugikan hanya karena jenis kelaminnya.
Beberapa anggapan yang sering muncul di masyarakat, seperti kesetaraan gender berarti perempuan ingin lebih tinggi dari laki-laki, perempuan tidak butuh laki-laki, dan budaya Barat yang tidak cocok di Indonesia.
Padahal faktanya, kesetaraan gender adalah bentuk keadilan bukan dominasi, laki-laki dan perempuan tetap bisa punya peran berbeda, serta tujuannya agar semua orang punya peluang yang adil.
Jadi, ini bukan soal siapa yang lebih unggul, tapi bagaimana semua orang diperlakukan secara setara.
Untuk memahami pentingnya kesetaraan gender, kita perlu bentuk ketidakadilan yang masih sering terjadi di kehidupan sehari-hari.
Terjadi ketika satu gender, biasanya perempuan, dipinggirkan secara ekonomi atau sosial.
Contohnya, perempuan dianggap tidak perlu kerja karena tugasnya di rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: UNICEF