Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 18 APRIL 2026 • 19:00 WIB

Bencana Hidrometeorologi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penanggulangan

Bencana Hidrometeorologi: Pengertian, Jenis, dan Contoh PenanggulanganBencana Hidrometeorologi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penanggulangan (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Di tengah perubahan iklim global yang semakin terasa, istilah bencana hidrometeorologi semakin sering muncul dalam pemberitaan. Indonesia, sebagai negara kepulauan tropis, memiliki risiko tinggi terhadap fenomena ini. 

Akibat kondisi tersebut, beberapa daerah di Indonesia kerap mengalami banjir, tanah longsor, hingga angin kencang saat cuaca ekstrem terjadi. Peristiwa ini tentu dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami pengertian, jenis, dan cara penanggulangan bencana hidrometeorologi. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana dan mengurangi dampaknya.

Pengertian Bencana Hidrometeorologi

Secara umum, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan oleh faktor meteorologi (cuaca dan iklim) serta hidrologi (air). Perubahan cuaca ekstrem, hujan lebat, kekeringan, atau angin kencang dapat memicu terjadinya bencana.

Namun, bencana ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam. Aktivitas manusia juga dapat memperparah kondisi yang ada. Misalnya membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara liar, serta membangun di daerah resapan air.

Baca juga: Morfologi adalah: Pengertian dalam Biologi dan Linguistik Beserta Contohnya

Jenis-Jenis Bencana Hidrometeorologi

Berikut ini beberapa jenis bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia:

1. Banjir

Banjir terjadi ketika air menggenangi daratan yang biasanya kering. Penyebab banjir bisa karena hujan deras, sungai meluap, drainase buruk, atau sampah yang menyumbat saluran air.

Banjir dapat merusak rumah, kendaraan, jalan, sawah, dan fasilitas umum. Selain itu, banjir juga bisa menimbulkan penyakit seperti diare dan gatal-gatal jika air yang menggenang kotor.

2. Tanah Longsor

Tanah longsor biasanya terjadi di daerah perbukitan atau lereng gunung. Longsor terjadi ketika tanah bergerak turun akibat tidak kuat menahan air hujan.

Bencana ini sangat berbahaya karena bisa menimbun rumah, jalan, bahkan kendaraan yang melintas. Daerah yang gundul tanpa pohon lebih berisiko mengalami longsor.

3. Puting Beliung

Puting beliung adalah angin kencang yang berputar sangat cepat dan datang secara tiba-tiba. Biasanya terjadi saat cuaca panas lalu mendadak berubah menjadi hujan deras dan angin kuat.

Bencana ini dapat merusak rumah, menumbangkan pohon, dan membahayakan warga. Saat terjadi, segera cari tempat aman dan jauhi area terbuka.

4. Kekeringan

Kekeringan terjadi ketika suatu wilayah kekurangan air dalam waktu lama akibat hujan tidak turun. Biasanya terjadi saat musim kemarau panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bencana Kesehatan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bencana Hidrometeorologi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penanggulangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!