Rabu, 06 MEI 2026 • 16:15 WIB

Apa itu Majas Simile? Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Author

Apa itu Majas Simile? Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya (Freepik)

INDOZONE.ID - Dalam Bahasa Indonesia, kita tidak hanya belajar menyusun kalimat, tetapi juga cara membuat kalimat menjadi lebih menarik dan bermakna.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan majas atau gaya bahasa.

Salah satu majas yang paling mudah dipahami adalah majas simile. Majas ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari, maupun dalam karya sastra seperti puisi dan cerita.

Dengan memahami majas simile, kita bisa lebih mudah mengerti makna perbandingan dalam sebuah kalimat serta membuat tulisan menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Pengertian Majas Simile

Majas Simile adalah gaya bahasa perbandingan yang digunakan untuk menyandingkan dua hal yang berbeda secara eksplisit (langsung).

Secara etimologis, kata "simile" berasal dari bahasa Latin yang berarti "serupa" atau "seperti".

Berbeda dengan majas metafora yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata penghubung, majas simile selalu menggunakan kata depan atau kata penghubung (konjungsi), untuk menunjukkan adanya kemiripan antara dua hal tersebut.

Baca juga: 100 Contoh Majas Metafora dalam Kalimat Lengkap

Ciri-ciri Majas Simile

Ciri-ciri Majas Simile spesifik, sehingga cukup mudah untuk dibedakan dari jenis majas lainnya. Berikut ini ciri-ciri utama dari Majas Simile:

1. Penggunaan Kata Penghubung (Eksplisit)

Ini adalah ciri yang paling utama. Majas simile selalu menggunakan kata tugas atau konjungsi pembanding secara nyata dalam kalimat.

Tanpa kata-kata ini, sebuah kalimat perbandingan tidak bisa disebut simile.

Kata kunci: Bagai, bak, laksana, seperti, ibarat, umpama, serupa, penaka.

2. Membandingkan Dua Hal yang Berbeda

Simile tidak membandingkan dua hal dari kategori yang sama (misalnya: "Jeruk ini manis seperti jeruk itu"). Sebaliknya, simile membandingkan dua hal yang secara alami sangat berbeda namun memiliki satu titik temu sifat.

Contoh: Membandingkan manusia dengan batu karang untuk menunjukkan sifat "teguh".

3. Sifat Perbandingannya Lugas

Karena menggunakan kata penghubung, pembaca tidak perlu menebak-nebak apa yang sedang dibandingkan. Hubungan antara objek pertama dan objek kedua disampaikan secara langsung dan transparan.

4. Bersifat Imajinatif dan Asosiatif

Majas ini berfungsi untuk membantu pembaca lebih mudah membayangkan sesuatu. Dengan membandingkan suatu hal dengan hal lain yang lebih familiar, pembaca jadi lebih paham suasana, perasaan, atau bentuk yang sedang dijelaskan.

5. Struktur Kalimat yang Fleksibel

Struktur simile umumnya terdiri dari tiga komponen utama: Subjek Utama (X), Kata Penghubung Perbandingan, dan Subjek Pembanding (Y). 

Contoh: "Wajahnya (Subjek) + bak (Kata Penghubung) + bulan kesiangan (Subjek Pembanding)."

Contoh Penggunaan Majas Simile

Berikut adalah, beberapa contoh kalimat yang menggunakan majas simile untuk memberikan gambaran yang lebih kuat:

  1. "Kedua saudara itu selalu bertengkar ibarat kucing dan anjing."
    (Menggambarkan hubungan yang tidak pernah akur).

  2. "Wajahnya sangat pucat bagai kertas putih karena ketakutan."
    (Menggambarkan rasa takut yang luar biasa).

  3. "Bicaranya sangat pedas seperti cabai rawit."
    (Menggambarkan ucapan yang menyakitkan hati).

  4. "Gerakannya sangat lambat bak siput yang sedang berjalan."
    (Menggambarkan seseorang yang tidak cekatan).

  5. "Pendiriannya sangat teguh laksana batu karang di tengah samudera."
    (Menggambarkan sosok yang tidak mudah goyah).

  6. "Ia bekerja keras mencari nafkah bak kuda jantan yang tak kenal lelah."
    (Menggambarkan semangat kerja yang tinggi).

  7. "Otaknya sangat encer serupa tinta yang mengalir deras di atas kertas."
    (Menggambarkan kecerdasan atau kreativitas).

  8. "Instruksinya sangat tegas dan jelas seperti garis lurus."
    (Menggambarkan kepemimpinan yang tidak bertele-tele)

  9. "Senyumannya manis umpama madu yang baru dipanen."
    (Membangun kesan romantis).

  10. "Kenangan itu muncul kembali dalam ingatannya seperti bayangan di air yang jernih." 
    (Membangun kesan nostalgia).

  11. "Matanya berbinar indah serupa bintang di langit malam." 
    (Memberikan gambaran visual yang cantik).

  12. "Kesedihannya mengalir deras bagaikan hujan di bulan Desember." 
    (Mendramatisasi perasaan sedih).

  13. Wajahnya cantik bak bidadari turun dari surga.
    (Dia sangat cantik).

  14. Rumah itu berdiri megah laksana istana kerajaan.
    (Rumah itu sangat besar).

  15. Masalah itu sangat rumit ibarat benang kusut yang sulit diurai.
    (Masalah itu sangat rumit).

Baca juga: Majas Hiperbola Adalah: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Kalimat

Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, dan contohnya, kita jadi lebih mudah mengenali dan memakai majas simile dalam berbagai bacaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pijarbelajar.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU