INDOZONE.ID - Hubungan jarak jauh alias long-distance relationship (LDR) sering terlihat manis di media sosial. Video call sampai ketiduran, hitung mundur hari ketemu, hingga momen bandara yang bikin baper.
Tapi di balik semua hal romantis itu, banyak pasangan LDR diam-diam menghadapi masalah yang bikin mental capek: hubungan terasa berat sebelah karena hanya satu orang yang terus berusaha mempertahankannya.
Kalau kamu merasa selalu jadi pihak yang paling sibuk menjaga hubungan tetap hidup, bisa jadi ini tanda kamu sedang menjalani LDR sendirian.
Baca juga: Kelihatannya Romantis, Tapi Kebiasaan Ini Malah Bisa Bikin Hubungan LDR Kandas!
Kamu Selalu Jadi Orang yang “Ngejar”
Coba ingat lagi, siapa yang paling sering chat duluan? Siapa yang selalu telepon lebih dulu saat komunikasi mulai dingin? Siapa yang paling sering bilang kangen, mengatur jadwal ketemuan, bahkan rela keluar biaya lebih banyak demi bertemu pasangan?
Kalau jawabannya hampir selalu kamu, ini bisa jadi red flag yang sering diabaikan.
Banyak orang bertahan dalam hubungan timpang karena berpikir pasangan mereka hanya sedang sibuk. Padahal, jika terus terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa memicu rasa lelah emosional.
Baca juga: 8 Aturan Met Gala 2026 yang Bikin Seleb Harus Ekstra Hati-Hati!
Dari Kirim Hadiah Sampai Atur Jadwal Ketemu, Semua Kamu yang Lakukan
Dalam hubungan LDR, usaha biasanya terlihat dari hal-hal kecil maupun besar.
Mulai dari mengirim pesan selamat pagi, merencanakan kunjungan, membeli tiket perjalanan, sampai memberikan kejutan seperti hadiah atau paket spesial.
Masalah muncul ketika semua bentuk perhatian itu hanya datang dari satu pihak. Dan lama-kelamaan, kamu bisa merasa hubungan ini seperti pekerjaan tambahan yang melelahkan, bukan lagi sesuatu yang menyenangkan.
Yang lebih parah, kondisi ini sering memicu overthinking.
Baca juga: Arti Tanda 'Kurang Dari' dan 'Kurang Lebih' dalam Matematika Beserta Contohnya
“Dia masih sayang nggak sih?”
“Kenapa cuma aku yang terus berusaha?”
“Kalau aku berhenti duluan, hubungan ini masih jalan nggak?”
Belum Tentu Dia Nggak Cinta, Bisa Jadi Ada Hal Lain
Sebelum buru-buru menyimpulkan pasangan sudah tidak peduli, ada baiknya melihat situasinya secara lebih luas.
Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, jadwal yang padat, hingga stres berlebihan bisa membuat seseorang kehabisan energi emosional untuk hubungan.
Baca juga: Waspada, Ini Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Menghancurkan Hubungan LDR!
Meski begitu, kondisi tersebut tetap tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan pasangan merasa sendirian dalam hubungan.
Komunikasi Jujur Bisa Jadi Penyelamat Hubungan
Daripada terus memendam rasa kecewa, lebih baik bicarakan semuanya secara terbuka. Sampaikan apa yang kamu rasakan tanpa menyerang pasangan.
Kamu bisa mulai dengan kalimat sederhana seperti: “Aku merasa akhir-akhir ini aku yang lebih banyak berusaha menjaga hubungan kita.”
Percakapan jujur seperti ini penting agar kalian sama-sama tahu ekspektasi masing-masing dan mencari solusi yang realistis.
Baca juga: Aktivitas Pekerjaan Rumah Receh Saat Video Call Ternyata Bisa Bikin LDR Jadi Lebih Seru!
Misalnya:
Bergantian merencanakan jadwal bertemu
Menentukan waktu rutin untuk telepon
Saling memberi kabar tanpa harus diingatkan terus-menerus
Hubungan Nggak Bisa Dipertahankan Sendirian
Fakta paling pahit dalam hubungan adalah: cinta saja kadang tidak cukup.
Baca juga: Pergelaran Amal Angkat Kisah Anak Pejuang Kanker, Ajak Publik Turut Berkontribusi
Hubungan yang sehat membutuhkan dua orang yang sama-sama hadir, berusaha, dan saling menenangkan. Kalau hanya satu pihak yang terus berlari sementara yang lain diam di tempat, hubungan itu akan terasa melelahkan cepat atau lambat.
Jadi, kalau kamu merasa selama ini berjuang sendirian dalam LDR, mungkin ini saatnya berhenti bertanya “aku kurang apa?” — dan mulai bertanya apakah hubungan ini benar-benar diperjuangkan oleh dua orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline