INDOZONE.ID - Belakangan muncul berbagai isu yang mempertanyakan keamanan galon guna ulang bermerek.
Namun berdasarkan wawancara Indozone dengan warga di Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Malang, mayoritas warga mengaku masih mempercayai produk tersebut untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Alasan yang paling sering muncul adalah faktor kepercayaan terhadap merek, pengawasan kualitas, higienitas produk, serta pengalaman penggunaan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Sebagai informasi, galon guna ulang bermerek merupakan kemasan air minum yang digunakan kembali setelah melalui proses pencucian, pemeriksaan kualitas, sterilisasi, dan pengisian ulang oleh produsen resmi sebelum didistribusikan kembali ke konsumen.
Kepercayaan Konsumen Masih Tinggi
Bagi banyak konsumen, reputasi produsen menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih air minum.
Sahar, salah satu warga Jakarta yang diwawancarai Indozone, mengaku lebih memilih galon guna ulang bermerek karena merasa ada pihak yang bertanggung jawab terhadap kualitas produk yang beredar di pasaran.
"Memakai yang bermerek. Karena kebetulan saya juga backgroundnya hukum. Maksudnya itu kan lebih jelas pertanggung jawabannya," kata Sahar.
Pandangan serupa juga disampaikan Imel. Menurutnya, merek besar umumnya memiliki sistem pengawasan yang lebih jelas sehingga membuat konsumen merasa lebih yakin menggunakannya.
"Yang bermerek. Pastinya yang bermerek ya. Karena kalau misalnya yang bermerek itu pertama dia udah tetap percaya. Terus yang kedua itu, kalau brand besar itu kan pasti udah ada pengawasannya ya," ujar Imel.
Kepercayaan terhadap merek menjadi faktor yang cukup dominan. Beberapa responden bahkan mengaku telah mengonsumsi air minum dari galon guna ulang bermerek selama bertahun-tahun dan belum menemukan masalah yang mereka kaitkan dengan produk tersebut.
Faktor pengalaman penggunaan dalam jangka panjang juga ikut membentuk persepsi konsumen. Ketika sebuah produk telah digunakan secara rutin oleh keluarga selama bertahun-tahun, tingkat kepercayaan biasanya menjadi lebih tinggi dibanding sekadar informasi yang beredar di media sosial.
Mengurangi Sampah Plastik
Selain faktor keamanan, sebagian masyarakat juga mulai mempertimbangkan dampak lingkungan saat memilih kemasan air minum.
Penggunaan air kemasan galon yang dapat diisi ulang dinilai lebih ramah lingkungan. Setelah air di dalamnya habis dikonsumsi, galon akan diambil kembali oleh produsen untuk dibersihkan, disterilkan, lalu diisi ulang dengan air minum baru sebelum kembali diedarkan ke konsumen.
Model penggunaan berulang ini membuat satu galon dapat digunakan berkali-kali sehingga mengurangi kebutuhan produksi kemasan plastik baru.
Isu pengurangan sampah plastik sendiri menjadi perhatian berbagai organisasi lingkungan dunia. Greenpeace, misalnya, menyebut polusi plastik perlu dikurangi karena dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membatasi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk melalui penggunaan kemasan yang bisa digunakan kembali seperti galon guna ulang.
Proses Produksi Jadi Alasan Kepercayaan
Kepercayaan masyarakat terhadap galon guna ulang juga berkaitan dengan proses pengolahan yang diterapkan produsen.
Proses pencucian galon guna ulang, terutama yang diproduksi perusahaan besar, umumnya mengikuti berbagai standar yang berlaku, mulai dari standar internal perusahaan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).
Melalui tahapan tersebut, galon diperiksa, dicuci, dan disterilkan sebelum digunakan kembali. Tujuannya untuk memastikan air minum yang berada di dalam kemasan tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Pandangan ini juga muncul dari salah satu warga Surabaya yang diwawancarai Indozone.
"Ada beberapa merk itu, saya liat pabriknya oke. Ada pengecekan kondisi airnya. Kalau isi ulang kan nggak?" ujarnya.
Selain menjaga kualitas air minum tetap steril, penggunaan galon guna ulang juga dinilai membantu mengurangi penggunaan virgin plastic atau bahan baku plastik baru yang berasal dari minyak bumi dan gas alam. Karena dapat digunakan berulang kali, galon jenis ini juga membantu mengurangi timbunan sampah plastik.
Warga Daerah Punya Pandangan Serupa
Pandangan serupa juga ditemukan pada responden di Yogyakarta, Semarang, dan Malang. Mayoritas mengaitkan keamanan galon guna ulang bermerek dengan proses pengawasan kualitas, kebersihan kemasan, serta reputasi produsen yang telah mereka kenal selama bertahun-tahun.
Beberapa responden juga menilai produk bermerek cenderung memiliki sistem kontrol yang lebih jelas dibanding produk tanpa merek atau air isi ulang biasa.
Di tengah berbagai isu yang beredar, hasil wawancara Indozone menunjukkan bahwa faktor kepercayaan, pengalaman penggunaan, standar pengolahan, serta aspek lingkungan masih menjadi alasan utama masyarakat memilih galon guna ulang bermerek sebagai sumber air minum sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan