INDOZONE.ID - Saat berbelanja di pasar atau supermarket, kamu pasti sering melihat satuan seperti kilogram, gram, atau ton. Satuan-satuan tersebut digunakan untuk menunjukkan berat atau massa suatu benda agar lebih mudah dihitung.
Memahami satuan berat sangat penting, karena materi ini sering muncul dalam pelajaran Matematika. Selain itu, kemampuan mengubah satuan berat juga berguna saat menimbang benda atau berbelanja.
Nah, pada artikel ini kamu akan mempelajari pengertian satuan berat, tangga konversi, serta contoh soal beserta pembahasannya agar lebih mudah dipahami.
Pengertian Satuan Berat
Satuan berat adalah satuan yang digunakan untuk menunjukkan berat atau massa suatu benda. Dalam Sistem Internasional (SI), satuan berat yang menjadi standar adalah kilogram (kg).
Meski dalam ilmu fisika massa dan berat memiliki arti yang berbeda, dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah tersebut sering digunakan dengan makna yang sama. Karena itu, orang lebih sering menyebutnya sebagai satuan berat.
Beberapa satuan berat yang sering digunakan di Indonesia antara lain kilogram (kg), gram (g), ons, kuintal, dan ton. Satuan-satuan ini digunakan untuk menimbang berbagai benda, mulai dari bahan makanan hingga barang berukuran besar.
Baca juga: Rumus Kecepatan Lengkap dengan Contoh Soal dan Cara Menghitungnya
Tangga Konversi Satuan Berat
Untuk memudahkan kita dalam mengubah (mengonversi) satu satuan berat ke satuan berat lainnya, digunakan sebuah alat bantu yang disebut Tangga Satuan Berat.
Berikut adalah urutan tangga satuan berat dari yang tertinggi hingga yang terendah:
Cara Menggunakan Tangga Konversi:
- Setiap turun satu anak tangga, maka nilai satuan dikali dengan 10.
- Setiap naik satu anak tangga, maka nilai satuan dibagi dengan 10.
Satuan Berat Lain yang Sering Digunakan
Selain satuan yang ada pada tangga di atas, ada beberapa satuan berat lain yang berlaku di Indonesia:
- 1 ton = 1.000 kg
- 1 kuintal = 100 kg
- 1 kg = 10 ons
- 1 ons = 100 gram
- 1 pon = 5 ons = 0,5 kg
Baca juga: Rumus Pythagoras: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh Soal Latihan
Contoh Soal dan Pembahasannya
Agar lebih memahami cara mengubah satuan berat, mari simak dan pelajari contoh soal di bawah ini:
1. Ibu membeli 5 kg tepung terigu untuk membuat kue. Berapa gram berat tepung terigu yang dibeli ibu?
Pembahasan:
Dari kg ke gram (g) pada tangga konversi berarti turun 3 anak tangga.
Karena turun 3 tangga, maka dikalikan 10 × 10 × 10 = 1.000.
5 kg = 5 × 1.000 = 5.000 gram.
Jadi, berat tepung terigu yang dibeli ibu adalah 5.000 gram.
2. Sebuah emas batangan memiliki berat 250 dg. Jika diubah ke dalam satuan gram, berapakah berat emas tersebut?
Pembahasan:
Dari dg ke gram (g) pada tangga konversi berarti naik 1 anak tangga.
Karena naik 1 tangga, maka dibagi 10.
250 dg = 250 : 10 = 25 gram.
Jadi, berat emas batangan tersebut adalah 25 gram.
3. Sebuah truk mengangkut 2 ton beras dan 4 kuintal jagung. Berapa kilogram (kg) total seluruh muatan di dalam truk tersebut?
Pembahasan:
Ubah semua satuan ke kilogram (kg) terlebih dahulu:
2 ton = 2 × 1.000 kg = 2.000 kg
4 kuintal = 4 × 100 kg = 400 kg
Total muatan = 2.000 kg + 400 kg
Total muatan = 2.400 kg
Jadi, total seluruh muatan di dalam truk adalah 2.400 kg.
4. Sebuah gudang menyimpan 1 ton beras dan 6 kuintal gandum. Berapa total beratnya dalam kilogram?
Pembahasan:
Ubah semua ke kilogram terlebih dahulu:
1 ton = 1 × 1.000 kg = 1.000 kg
6 kuintal = 6 × 100 kg = 600 kg
Total berat = 1.000 kg + 600 kg
Total berat = 1.600 kg
Jadi, total seluruh muatan adalah 1.600 kg.
5. Seorang pedagang memiliki 7,5 kg beras. Berapa gram berat beras tersebut?
Pembahasan:
Dari kg ke gram berarti turun 3 tangga pada konversi satuan berat.
Karena turun 3 tangga, maka dikalikan 1.000.
7,5 kg = 7,5 × 1.000 = 7.500 gram.
Jadi, berat beras tersebut adalah 7.500 gram.
Baca juga: Rumus Luas Trapesium: Cara Hitung dan Contoh Soal Lengkap
Dengan memahami urutan tangga konversi dan cara menghitungnya, kamu dapat mengubah satuan berat dengan mudah. Semakin sering berlatih mengerjakan soal, semakin cepat kamu memahami materi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru