INDOZONE.ID - Dalam ajaran agama Islam, menjaga kesehatan batin dan kalbu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Terdapat beberapa sifat tercela atau penyakit hati yang harus dihindari oleh setiap umat muslim, dan salah satu yang paling berbahaya adalah sifat keras hati.
Islam sangat memperhatikan perihal sehatnya kalbu. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam riwayat Bukhari, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging; apabila segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, namun apabila rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya, dan segumpal daging itu adalah kalbu atau hati. Pertanyaannya, keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan apa dan bagaimana dampaknya?
Berikut INDOZONE sajikan rangkuman lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengobati keras hati menurut pandangan Islam.
Baca juga: Makna Islam, Iman, Dan Ihsan Menurut Hadis Rasulullah
Apa yang Dimaksud dengan Qaswah Al-Qalb?
Keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan qaswat al-qalb atau qaswah al-qalb. Merujuk pada buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah karya Toto Edidarmo dan Mulyadi, keras hati adalah sebuah kondisi di mana hati seseorang mengeras, membeku, atau membatu yang diakibatkan oleh banyaknya dosa dan maksiat yang dilakukan kepada Allah SWT.
Dalam pandangan ulama tafsir, seperti yang termuat dalam Tafsir al-Misbah dan Tafsir al Quran al-Azhim, pengertian keras hati adalah kondisi hati yang tidak mau melemah, tidak mau tunduk, atau tidak lunak meskipun telah melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan mukjizat-Nya.
Kondisi hati yang mengeras ini pada akhirnya akan membuat pintu hidayah tertutup rapat bagi orang tersebut.
Hati yang keras sangat berbahaya karena dapat memicu kebencian dan kemarahan yang tidak terkendali. Selain itu, keras hati juga membuat seseorang kehilangan kepekaan sehingga ia sudah tidak bisa lagi membedakan mana perbuatan yang benar dan mana yang salah.
Seseorang dengan penyakit hati ini akan memiliki kecenderungan untuk menjauhi kebenaran, mendekati hal-hal yang batil, menyukai keburukan, dan bahkan mencintai kejahatan.
Baca juga: Hidayah dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Cara Meraih Petunjuk Allah SWT
Apa Ciri-Ciri Orang Keras Hati?
Untuk mendeteksi apakah diri kita atau orang di sekitar kita terjangkit penyakit hati ini, Al Quran dan hadis telah memberikan beberapa pedoman. Berikut adalah ciri-ciri orang yang keras hatinya:
1. Tidak Terluka Hatinya Jika Berbuat Buruk
Orang yang hatinya keras tidak akan merasa bersedih, bersalah, atau terluka hatinya ketika ia melakukan perbuatan dosa maupun mengalami ketidaktahuan akidah. Sebaliknya, hati yang sehat pasti akan langsung merasakan alarm keburukan saat melakukan kesalahan.
2. Tidak Terpengaruh Saat Mendengar Ayat Al Quran
Ciri selanjutnya adalah perasaannya tidak terpengaruh atau bergetar sama sekali apabila dibacakan ayat-ayat Al Quran. Hal ini bertolak belakang dengan orang mukmin sejati yang hatinya akan gemetar dan imannya bertambah saat nama Allah disebut, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anfal ayat 2.
3. Suka Bermalas-malasan dalam Ketaatan
Orang yang terkena qaswah al-qalb akan merasa sangat malas untuk melakukan amal kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Ia juga akan meremehkan perbuatan maksiat.
4. Tidak Bertobat Meskipun Diberi Cobaan
Ciri yang paling buruk adalah ia tidak terpengaruh oleh hal apa pun. Meskipun Allah SWT memberinya ujian, musibah, dan cobaan bertubi-tubi, hatinya tidak tergugah untuk segera bertobat (sesuai dengan firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 126).
5. Kehilangan Rasa Takut Kepada Allah
Orang yang berhati keras tidak merasa takut terhadap ancaman Allah dan tidak menghiraukan janji-Nya. Ia justru jauh lebih mencintai hal-hal yang bersifat keduniawian.
Contoh Perilaku Keras Hati dalam Kehidupan
Dampak dari penyakit qaswah al-qalb dapat memicu keengganan seseorang untuk menerima kebenaran maupun nasihat. Berikut adalah tabel contoh perilaku sehari-hari yang mengindikasikan kerasnya hati seseorang dalam Islam:
- Menunda waktu salat lima waktu hingga waktunya habis, atau bahkan malas mendirikannya meski sudah diingatkan.
- Enggan dan malas untuk membaca Al Quran.
- Bagi laki-laki muslim, ia meremehkan salat berjemaah di masjid dan enggan berangkat salat Jumat hingga tiga kali berturut-turut.
- Tidak menganggap penting suara panggilan azan.
- Tidak mau menjalankan ibadah puasa wajib di bulan suci Ramadhan.
- Malas mendatangi majelis ilmu atau mempelajari ilmu agama.
- Menganggap perbuatan pacaran sebagai suatu hal yang wajar.
- Sering merundung/bullying orang lain, tidak sayang kepada orang tua, dan tidak merasa terpanggil untuk bertobat.
- Memiliki kebiasaan makan yang berlebihan dan suka tertawa secara berlebih-lebihan.
Baca juga: Pengertian, Tugas dan Keutamaan Muadzin dalam Islam
Faktor Penyebab Keras Hati
Allah SWT pada dasarnya menciptakan manusia dengan perasaan dan hati yang lembut, namun perbuatan manusia itu sendirilah yang membuat hatinya menjadi keras. Keras hati dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab berikut ini:
1. Terlalu Banyak Dosa
Ini adalah penyebab utama. Rasulullah saw. bersabda bahwa ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan muncul satu titik noda hitam di hatinya.
Jika dosa tersebut dilakukan terus-menerus, maka titik hitam itu akan menutupi seluruh hatinya sampai menjadi hitam selamanya, sehingga ia tidak bisa lagi mengenali kebenaran. Ali bin Abi Thalib RA juga menyatakan bahwa hati tidak akan mengeras kecuali bagi orang yang banyak menumpuk dosa.
2. Bercanda dan Tertawa Berlebihan
Islam memang tidak melarang umatnya untuk bercanda, namun jika dilakukan secara berlebihan, hal itu bisa mematikan hati.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Rasulullah saw. bersabda, "Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.".
3. Banyak Membual dan Terlalu Banyak Bicara
Terlalu banyak berbicara, apalagi membicarakan hal-hal yang sia-sia dan kurang bermanfaat selain zikir kepada Allah, dapat mengakibatkan kerasnya hati.
4. Berlebihan dalam Berbagai Hal
Menurut Abu Sulaiman Ad-Darani, sikap berlebihan dalam makan, tidur, berbicara, dan bergaul dengan orang yang buruk agamanya adalah jalan pintas menuju keras hati. Bisyr bin al-Harits al-Hafi juga menegaskan bahwa banyak berbicara dan banyak makan dapat mengeraskan hati.
5. Terlalu Fokus pada Urusan Duniawi dan Lalai
Segala hal yang terjadi di dunia tidak boleh menjauhkan seorang muslim dari Allah Swt. Orang yang hidupnya lalai dari ketaatan dan jarang mengingat kematian perlahan-lahan hatinya akan membatu.
Baca juga: Adab Bertamu dalam Islam Menurut Ajaran Rasulullah
Dalil dan Cara Melunakkan Hati yang Keras
Sifat keras hati telah dikecam secara tegas dalam beberapa ayat suci Al Quran. Salah satu teguran keras terdapat dalam Surah Al Baqarah ayat 74:
"Setelah itu, hatimu menjadi keras sehingga ia (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar. Ada pula yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya, dan ada lagi yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.".
Agar terhindar dari penyakit mematikan ini, umat Islam dianjurkan untuk selalu bersifat tawadu dan rendah hati. Terdapat beberapa cara efektif untuk melunakkan kembali hati yang telah mengeras, di antaranya adalah dengan membiasakan diri membaca Al Quran seraya merenungi kandungan maknanya.
Selain itu, seorang muslim juga harus memperbanyak zikir kepada Allah SWT, mengingat kematian seperti dengan bertakziah dan ziarah kubur, menjauhi segala bentuk maksiat, serta terus memperbanyak ketaatan dan amal saleh. Mengingat bahwa keras hati dalam bahasa agama sering disebut dengan qaswah al-qalb, mari senantiasa menjaga hati kita agar selalu terpaut pada petunjuk Ilahi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber