INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa ada seseorang yang menarik perhatianmu, padahal hubungan dengan pasangan sedang baik-baik saja?
Bisa jadi itu rekan kerja yang nyambung diajak ngobrol, teman lama yang tiba-tiba hadir lagi, atau orang baru yang tanpa sadar mencuri perhatian.
Hal seperti ini sering membuat seseorang bertanya, "Apa ini berarti aku sudah tidak mencintai pasanganku lagi?"
Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.
Baca juga: Panduan Lengkap Struktur Proposal 17 Agustus yang Runtut dan Resmi
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menganggap orang lain menarik tidak selalu berarti rasa cinta kepada pasangan telah hilang.
Menurut psikologi, cinta dan ketertarikan melibatkan sistem yang berbeda di otak, sehingga keduanya tidak selalu berjalan beriringan.
1. Cinta Lebih Rumit daripada Sekadar Perasaan
Banyak orang mengira cinta hanyalah satu emosi. Padahal, antropolog biologis Helen Fisher menjelaskan bahwa cinta melibatkan tiga sistem yang saling berkaitan, yaitu hasrat seksual (lust), ketertarikan romantis (attraction), dan keterikatan emosional (attachment).
Ketiga sistem tersebut saling berkaitan, tetapi dapat bekerja secara relatif mandiri. Artinya, seseorang tetap bisa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pasangannya, tetapi pada saat yang sama menganggap orang lain menarik. Namun, hal itu tidak serta-merta berarti rasa cintanya kepada pasangan telah hilang.
Baca juga: Ayah Ini Prank Anak Perempuannya dengan Cara yang di Luar Nurul
2. Tertarik dan Berkomitmen adalah Dua Hal yang Berbeda
Merasa seseorang menarik tidak selalu berarti ingin menjalin hubungan dengannya.
Melalui Investment Model of Commitment, Caryl E. Rusbult menjelaskan bahwa kuat atau tidaknya komitmen dipengaruhi oleh seberapa puas seseorang dengan hubungannya, seberapa banyak waktu, tenaga, dan perasaan yang telah ia curahkan, serta apakah ia menganggap ada hubungan lain yang lebih baik.
Karena itu, munculnya ketertarikan kepada orang lain tidak otomatis membuat komitmen seseorang terhadap pasangannya berubah.
3. Hubungan yang Bahagia Bukan Berarti Menutup Kemungkinan Ketertarikan
Banyak orang mengira ketertarikan kepada orang lain hanya muncul ketika hubungan sedang bermasalah. Padahal, penelitian Helen Fisher menunjukkan bahwa sistem ketertarikan dan keterikatan bekerja melalui mekanisme yang berbeda pada otak.
Baca juga: Momen Gajah di BTN Tesso Nilo Kentut Saat Sedang Tidur Nyenyak Jadi Perbincangan Netizen
Artinya, memiliki hubungan yang harmonis tidak serta-merta menghilangkan kemungkinan munculnya ketertarikan kepada orang lain.
Namun, hal itu juga bukan berarti seseorang ingin mengakhiri hubungan yang sedang dijalaninya.
4. Yang Membedakan adalah Cara Menyikapinya
Psikologi hubungan membedakan antara munculnya perasaan dan keputusan untuk bertindak berdasarkan perasaan tersebut.
Seseorang mungkin tidak selalu bisa mengendalikan siapa yang sesekali menarik perhatiannya. Namun, ia tetap memiliki kendali atas pilihannya.
Baca juga: Rindu Setelah Putus Cinta? Bisa Jadi Bukan Mantan Tapi Hal Ini yang Sebenarnya Kamu Kangenin!
Menjaga batas, tidak membangun kedekatan emosional yang berlebihan, dan tetap menghargai pasangan merupakan bagian dari mempertahankan komitmen dalam hubungan.
5. Perasaan Bisa Datang, tetapi Keputusan Tetap Ada di Tanganmu
Ketertarikan kepada orang lain merupakan bagian dari pengalaman manusia yang kompleks. Namun, para peneliti membedakan antara munculnya rasa tertarik dan keputusan untuk menindaklanjutinya.
Karena itu, sesekali menganggap orang lain menarik tidak selalu menjadi tanda bahwa cinta kepada pasangan telah memudar.
Yang lebih menentukan arah sebuah hubungan adalah bagaimana seseorang menyikapi perasaan tersebut serta menjaga komitmen yang telah dibangun bersama.
Baca juga: Perbedaan Gerund, Present Participle, dan Infinitive
Pada akhirnya, psikologi tidak memandang cinta sebagai sesuatu yang hitam-putih. Seseorang dapat tetap mencintai pasangannya sekaligus sesekali merasakan ketertarikan kepada orang lain.
Yang menentukan bukan sekadar perasaan yang muncul, melainkan pilihan yang diambil setelahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber