INDOZONE.ID - Belajar dari banyaknya pengalaman musibah kebakaran akibat korsleting listrik. Pentingnya seorang teknisi atau Instalatir listrik profesional, masih belum dipahami oleh masyarakat secara umum.
Dari persoalan itu, lewat kegiatan sosialisasi bersama puluhan pelaku UMKM yang digelar di Aula Bakorwil V Jember, Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, Kamis, 12 Oktober 2023.
Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Jember bersama PLN setempat, dan PT. Fajero Karya Jaya. Mengingatkan tentang pentingnya menata jaringan listrik yang dilakukan oleh seorang teknisi atau Instalatir listrik profesional.
Menurut Manajer PLN ULP Jember Kota Mochammad Rizal Fauzi, untuk pengamanan instalasi listrik agar aman. Maka harus dilengkapi dengan SLO (Sertifikat Laik Operasi) dan juga NIDI (Nomor Induk Instalasi Tenaga Listrik).
"Ini penting, jadi terkait instalasi listrik di rumah itu. Maka awal itu harus melengkapi NIDI, sebagai suatu syarat untuk mengeluarkan SLO. Agar instalasi listrik ini dipastikan aman," kata Rizal saat dikonfirmasi Z Creators Arka Hatta disela kegiatan sosialisasi.
Hal ini, lanjutnya, yang terkadang masyarakat kurang memperhatikan. Padahal dengan adanya SLO ini, merupakan sertifikat yang menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah memenuhi persyaratan untuk beroperasi atau sudah layak diberi tegangan listrik.
"Nah siapa yang nantinya melakukan pengecekan laiknya instalasi listrik itu. Yakni petugas dari PLN atau Vendor yang sudah bekerjasama dengan kami, yang saat datang diwajibkan menggunakan nametag (nama jelas) dan menggunakan APD lengkap, helm pengaman, Rompi PT nya (atau Vendor yang bekerjasama dengan PLM), sepatu Safety. Kemudian juga dilengkapi surat (kelengkapan), mereka membawa surat tugas baik dari vendor maupun PLN," jelasnya.
Pentingnya kelengkapan dari NIDI dan SLO itu, kata Rizal, akan berpengaruh kepada kualitas listrik di rumah masyarakat.
"Karena kalau dipasang oleh petugas yang tidak bersertifikat, maka pemasangannya (jaringan instalasi listrik) akan asal-asalan. Tentu yang paling berdampak adalah pelanggan. Yang sering ditemui pemakaian listriknya boros, karena terjadi panas di kabelnya. Kabelnya tidak menggunakan SNI (Standar Nasional Indonesia), pemasangan dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai bidang kelistrikan," ulasnya.
Dengan pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai, lebih lanjut kata Rizal, dikhawatirkan juga terjadi musibah kebakaran yang dimungkinkan terjadi di masyarakat.
"Dari pengalaman yang sudah-sudah, listrik (selalu) menjadi penyebab utama kebakaran. Karena diawali dari pemasangannya tidak menggunakan standar SNI dan pemasangnya (teknisi atau Instalatir listrik) tidak bersertifikat. Akhirnya menjadi los kontak dan bisa mengakibatkan kebakaran," ucapnya.
"Dari pengalaman ini, kami berharap masyarakat lebih waspada dan memperhatikan, juga agar lebih baik menyerahkan tugas instalasi listrik kepada tenaga profesional. Dari sosialisasi ini, kembali kita ingatkan soal pentingnya instalatir listrik yang kredibel," imbuhnya.
Senada dengan yang disampaikan Rizal. Menurut Direktur PT. Fajero Karya Jaya Priscillia Christe Dewi Portier, pihaknya sebagai salah satu perusahaan jasa mekanikal dan elektrikal profesional yang berpengalaman 40 tahun lebih.
Soal jaringan listrik yang dilakukan pemasangannya oleh seorang teknisi atau Instalatir profesional dan kredibel. Menurutnya hal itu dirasa penting.
"Kita ketahui banyak sekali terjadi musibah seperti kebakaran itu sebabnya mayoritas korsleting listrik. Listrik ini adalah sesuatu hal yang tidak nampak tapi berbahaya. Maka dari itu, seharusnya pelaksanaan instalasi listrik ini sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang terverifikasi memiliki sertifikat," kata perempuan yang akrab disapa Sisil ini.
Terkait proses sertifikasi petugas ataupun seorang instalatir listrik profesional. Kata Sisil, biasanya dilaksanakan oleh lembaga-lembaga yang kompeten di bidangnya.
"Karena nantinya, mereka petugas (teknisi atau instalatir listrik) akan diuji di sana, jika lulus, berarti sudah terverifikasi. Sehingga nantinya saat bertugas membuat jaringan listrik akan sesuai dengan standar," ujarnya.
Terkait pentingnya teknisi dan Instalatir listrik profesional ini, katanya, masih belum banyak dipahami oleh masyarakat.
"Masyarakat masih percaya dengan petugas atau tukang instalasi listrik yang dianggap paham. Jasanya juga banyak digunakan. Padahal kalau tidak standar, tentu akan sangat berbahaya dan beresiko. Apakah bisa menyebabkan korsleting listrik, dan dampak lanjutannya ya kebakaran itu," ulasnya.
"Sehingga lewat kegiatan sosialisasi jelang Hari Listrik Nasional 27 Oktober. Kita sampaikan tentang pentingnya instalatir listrik yang profesional itu," sambungnya.
Menggandeng pelaku UMKM dan juga kelompok pengusaha muda, lebih lanjut kata Sisil, dianggap adalah pelaku usaha yang rentan dan rawan menghadapi persoalan listrik yang berdampak terjadinya kebakaran.
"Kebetulan teman-teman UMKM ini banyak melakukan produksi di rumah sendiri. Ini perlu diadakannya edukasi, bahwa pentingnya untuk memproteksi bahaya kelistrikan. Sehingga mereka perlu memiliki pemahaman. Kemudian selain untuk mereka sendiri, harapannya teman-teman UMKM dapat menyebarkan sosialisasi ini perihal pentingnya potensi kelistrikan," tuturnya.
"Saran untuk masyarakat umum, mungkin ada baiknya pelaksanaan kelistrikan di rumah, tempat bisnis utamanya. Harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah terverifikasi keahliannya, di bidang kelistrikan utamanya," pungkas Sisil.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators