Rabu, 25 OKTOBER 2023 • 17:41 WIB

10 Puisi Singkat Sedih tentang Palestina, Terbaik dan Terbaru!

Author

Puisi Palestina

INDOZONE.ID - Kesedihan melihat kondisi Palestina yang makin memprihatinkan, dapat dituangkan lewat puisi.

Puisi untuk Palestina menggambarkan betapa sedihnya para warga yang kehilangan anggota keluarganya.

Selain itu, puisi tentang Palestina juga bisa mewakili kejamnya para zionis Israel yang melakukan serangan.

Indozone sudah merangkum beberapa puisi terbaik dan terbaru tentang Palestina yang singkat dan sedih, cocok untuk renungan.

Puisi Sedih Palestina

Puisi Palestina sedih

Untuk turut merasakan duka yang dialami warga Palestina, puisi Palestina sedih dan singkat bisa jadi renungan.

1. Cinta Padamu

Oleh: Rafiq Al-Ghozali

Aku tak mau mencintaimu dengan sederhana
Sebab cinta padamu bukan kesederhanaan

Cinta padamu adalah kekuatan
Iman
dan tak ada yang sederhana soal iman

Cinta padamu adalah keyakinan pada pintu-pintu kedaulatan
Cinta padamu adalah menduka namun merdeka

2. Keangkuhan Bala Malam

Oleh: Nana Nurqisthi

Berselirat berdecak
Sesekat setelapak
Tersungkur dan tercebur
Nanar terbakar ambisi
Jasad membiru pasi
Kemana mereka yang berteriak-teriak 'Hak Asasi'?

Boleh kau goyahkan malam kami
Tapi tak dapat kau runtuhkan langit kami
Bagimu kau mengacak-acak Al-Aqsa kami
Bagi kami, kau menyalakan semangat juang yang semakin berkobar di bumi

Retakkah i'tikafku malam 27 itu?
Justru kau yang terbelalak menyaksikan lailatul qadr-ku.

3. Palestina

Masihkah kau ingat saat perutmu keyang
Ada yang tidak bisa nyaman saat makan
Jangankan memikirkan makanan enak
Bahkan untuk meneguk segelas air pun terasa terengah-engah

Berpikir setiap menitnya masihkah ada kesempatan untuk menapaki bumi
Atau menit berikutnya mata sudah tidak bisa lagi berkedip
Bahkan sudah tidak bisa lagi menatap dunia

Mereka tidak bisa lengah, istirahat hanyalah perihal canda
Karena di dunia memperlihatkan mereka bagaimana berjuang sebenarnya

Untukmu yang disana
Doa-doa terbaik selalu tercurah kepada-Nya
Semoga kejayaan segera menyertai kita

4. Untuk Palestina

Oleh: Dinda Fairus Thalita

Langit hitam akan menghilang
Bau darah tergantikan harumnya mawar
Tangisan akan terlupakan oleh tawa
Yakinlah, yakinlah hari itu datang saudaraku

Hari di mana burung berkicau membangunkanmu
Tidak lagi suara keras yang menghentakkan jantungmu
Betapa kokohnya dirimu wahai Palestina
Berdiri di atas puing-puing reruntuhan
Dengan gagahnya kau tak mudah ditaklukan

Baca Juga: Jeritan Pilu Bocah Palestina Korban Serangan Israel: Ini Tidak Adil!

Puisi tentang Palestina

Puisi tentang Palestina

Agar kita bisa merasakan kepedihan yang mereka alami, cobalah resapi puisi tentang Palestina yang menyentuh hati berikut ini:

5. Aku Menatapmu Palestina

Oleh: Eko Riyanti

Aku melihat luka-luka di wajahmu
Penuh lebam, penuh debu, penuh darah
Aku mendengar dari jauh
Gemuruh rudal dan bising roket
Menghancurkan dinding-dinding rumahmu
Aku merasakan dari sini
Tangismu yang pecah
Beriring pekik takbir
yang tak henti bertalu-talu

Namun kau
Justru tersenyum memperlihatkan robekan luka itu pada dunia
Tak ada satupun rasa takut dan nyeri
Bahkan tak setetes air mata itu jatuh
Kau bahagia
Lukamu adalah pembelaan atas tanah airmu
Puing-puing rumahmu yang hancur berkeping-keping
Tak menyurutkan imanmu yang semakin meninggi
Sekalipun ayah ibumu telah syahid di depan mata

Kehilangan mereka adalah bahagia
Karena mereka telah berada di sisi Allah Sang Semesta
Tangismu beriring takbir
Bukan tangis derita
Tapi tangis yang berderu dalam perjuangan dan perlawanan

Aku masih menatapmu dari sini
Palestina
Sambil menangisi diri yang tak berdaya dan hanya mampu mengirimkan doa

6. Apa Kabar di Palestina

Oleh: Ika

Apa kabar sepagi ini
Saat aku keluar dari selimut tebal
dan juga tumpukan bantal
Hanya sunyi

Ke mana sisa bulan semalam
Hanya kabut putih halus
Menemani pohon-pohon bersulam
Butiran embun di pucuk pinus

Apa kabar sepagi ini
Masihkah di sana genderang perang berbunyi
Pertikaian meminta tumpahan darah
Dari ambisi yang tak sudah

Saudaraku di Palestina
Siraman air membasuh, dingin menguasai raga
Mari bersama kita sujud pada-Nya
Sebab Dia yang akan menjaga

Oh selembar kabut tipis di kepala
Sekejap menjadi cahaya di dada
Dunia yang fana tak kan jadi berhala
Kisah perang hanyalah balada

7. Hujanku & Hujanmu

Oleh: Yusya Bin

Hujanku dan hujanmu sangatlah berbeda

Hujanku
Di saat awan hitam menyelimuti langit oranye senja ini
Rintik hujan mulai berjatuhan
Bersama kenangan yg menyeruak seiring jatuhnya air ke tanah
Rasa cinta beriringan membentuk gemercik di pinggir jendela

Sedang hujanmu
Tak nampak gerombolan bahkan setetespun air yang terjatuh
Namun selongsong peluru yang berjatuhan dari langit
Ratusan roket jatuh di atasmu
Mengenai anak-anak yang tidak berdosa
Namun hanya dibalas dengan lemparan batu

Jangankan untuk menikmati hujan, sekadar tuk hidup tenang pun tidak bisa

Ya Robb
Bagaimana aku bisa menikmati hujanku dengan leha-leha Sedangkan mereka di sana sibuk dengan hujannya yang begitu sakit
Tanahku memang ribuan kilo jaraknya denganmu
Namun kepedihan hujanmu amatlah mengiris hatiku

Baca Juga: FOTO: Badut-badut Menghibur Warga Palestina di Gaza

Puisi untuk Palestina

Puisi untuk Palestina

Puisi untuk Palestina yang berisi doa dan harapan, dapat menyadarkan seluruh umat manusia akan bahayanya serangan Israel.

8. Predator Kemanusiaan

Seonggok daging tanpa rasa
Bukan spesies biasa
Lebih bengis dari singa
Berlagak penguasa
Memangsa kaum lemah
Anak-anak dan wanita
Tebak itu apa?

Dia kaum pembangkang
Ahli melanggar perjanjian
Karena haus kekuasaan
Dia Sang Durjana
Penguasa jahannam
Takdirnya telah tertuliskan
Sebagai penindas akhir zaman

Dia membungkam
Memenjarakan
Menerkam
Meluluhlantakkan
Menikam
Mencabik-cabik kemanusiaan

Lihatlah
Dukungan dan doa bertebaran
Dari pelosok hingga perkotaan
Meneriakkan perlawanan
Dari yang putih hingga hitam
Meminta keadilan
Dari yang kaya hingga miskin
Mengumpulkan sumbangan
Semua bergerak membela kemanusiaan

Dengarlah
Kami tak sendirian
Kami bersama dalam ikatan
Manusia yang memanusiakan
Kami tak terkalahkan
Karena yang bertuhan
Sudah pasti akan bertahan
Hingga tetes darah penghabisan
Hingga tanah kami kembali ke pangkuan

9. Kami Berutang Padamu

Oleh: Putri Bulan Oktaviani

Ketika banyak orang yang terdiam
Ketika banyak dari kita yang terlelap

Percayalah
Ketakutan itu tidak hanya berada di sana
Saudaraku
Palestina

Kami memang tak begitu banyak berkontribusi untukmu
Kami memang tak begitu banyak bercerita tentangmu

Ketika orang lain membungkammu
Walau begitu
Tetapi percayalah

Hati kami mengirimkan miliar doa untukmu

Sebab kami tahu
Doa adalah senjata umat Muslim

Ia kuat
Ia bekerja

Duhai saudaraku di Palestina.
Kaulah makhluk terkuat di muka bumi ini

Kau menolong kami
Untuk menjaga Al-Aqsha
Yang seharusnya
Kita semua yang menjaga

Maafkan kami mohon
Karena masih lengah, lalai, dan tak mengerti
Bahwa perjuanganmu sungguh sangat berarti

Kami berutang padamu

10. Untuk Al-Aqsa

Oleh: Eko Riyanti

Megahmu tak ternilai
Duhai mesjid di mana kiblat pertama disematkan
Kokohmu tak terkalahkan, meski telah berbilang masa
Dan berbilang pula mereka bermakar merobohkanmu
Tentara durjana itu tak henti menjarahmu dengan kebengisannya
Dan di tiap kali Ramadhan
Mengapa mesti kau yang dihujani bom dan senapan
Tak bisakah mereka duduk merunduk sejenak saja
Membiarkan saudara kami di Palestin khusyu dalam sujud kepada Robnya

Hei Israel
Bengismu memang tak tergantikan
Biadabmu memang tak tergoyahkan
Bejatmu memang tak punya saingan
Apa karena hatimu tercipta dari batu?
Bahkan lebih keras dari itu
Begitulah firman Allah disabdakan

Bagimu durjana sepertinya
Tak lagi bisa bedakan
Mana sipil mana bukan
Mana jurnalis mana tim medis
Mana rumah mana masjid
Mana lapangan bola tempat bocah bermain
Semuanya dibantai habis
Al-Aqsa terus kau gerus terus kau libas
Tapi maaf, dia akan tetap milik kami milik umat Muslim

Hei kalian
Yang kemarin berkoar-koar
Jangan campur adukan bola dengan politik Israel & Palestina
Tak lihatkah kau kejadian menyesakkan ini yang kesekian ribu kali?
Sedihnya timnas tak seberapa
Kecewa gagalnya negara kita batal jadi tuan rumah tak seberapa
Dibandingkan dengan darah, airmata yang menggenangi tanah Palestin yang tak henti dibombardir Israel

Buka matamu
Al-Aqsa berduka
Dan kau masih sanggup berkata
Ini bukan urusan kita?


Itulah kumpulan puisi mengenai Palestina yang miris dan menyentuh hati. Semoga mereka selalu dilindungi Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Indriyana Octavia

Freelance Writer
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU