Senin, 29 APRIL 2024 • 08:05 WIB

8 Cara untuk Menghidupkan Kembali Persahabatan yang Mulai Renggang

Author

Ilustrasi persahabatan.

INDOZONE.ID - Mempertahankan suatu hubungan memang tidak mudah, tidak terkecuali hubungan persahabatan.

Terlebih jika masing-masing sudah tidak berada di tempat yang sama, seperti persahabatan di bangku SMA yang terpaksa berpisah karena harus melanjutkan di universitas berbeda.

Kadang kala masing-masing sudah membentuk lingkup pertemanan yang baru di tempat baru dan hubungan persahabatan sebelumnya menjadi merenggang.

Baca Juga: Beberapa Faktor Penting Menjalin Hubungan Persahabatan yang Sehat, Yuk Simak Ulasannya!

Melansir The Guardian, berikut 8 cara dari para ahli yang bisa diterapkan untuk menghidupkan kembali persahabatan yang mulai renggang.

1. Luangkan waktu

Ilustrasi luangkan waktu.

Meluangkan waktu adalah cara pertama dan utama dalam usaha menghidupkan kembali persahabatan yang merenggang. Kamu harus meluangkan waktu untuk setidaknya berkomunikasi dengan sahabatmu.

Menurut Robin Dunbar, profesor psikologi evolusioner di Universitas Oxford sekaligus penulis buku Friends: Understanding the Power of our Most Important Relationships, jika ingin menjaga hubungan yang sehat dengan teman terdekat, kita perlu menyisihkan waktu setara dengan sembilan menit sehari.

Namun menurutnya, meluangkan waktu bertemu dalam jangka waktu tertentu terasa lebih realistis. Jika kamu gagal melakukannya, hubungan persahabatan akan mulai merenggang dari waktu ke waktu.

2. Jadilah inisiator

Ilustrasi inisiator.

Max Dickins, penulis buku Billy No-Mates: How I Realised Men Have a Friendship Problem, menyarankan agar tidak takut untuk menjadi inisiator dalam persahabatan.

Jangan takut maupun malu untuk menjadi yang pertama mengirim pesan, membuat janji temu untuk mengobrol, maupun merencanakan kejutan untuk sahabat yang berulang tahun.

Menjadi inisiator memang terkesan sangat membutuhkan usaha dan niat, tetapi hasil yang didapat adalah persahabatan jangka panjang.

Dalam persahabatan pria, menjadi inisiator adalah peran penting yang harus diusahakan karena setidaknya bertemu dengan sahabat di luar rumah bisa menjadi sarana eskapisme ketika memiliki masalah yang harus diselesaikan.

3. Komunikasi adalah kunci

Ilustrasi komunikasi dengan rekan kerja (unsplash.com)

Mempertahankan hubungan, dalam segala bentuk, harus dilakukan bersama-sama. Upaya tersebut tidak akan berhasil jika hanya dilakukan satu pihak.

Kamu mungkin merasa kesal dan tidak adil karena seolah-olah hanya kamu yang berusaha mempertahankan persahabatan ini.

Jika sahabatmu menunjukkan gelagat tidak menghargai upayamu, langsung bicarakan dengan gamblang kepadanya.

Menurut Max Dickins, sahabatmu mungkin tidak sadar kalau ia tidak melakukan bagiannya dengan adil, atau mungkin ia tidak menyadari bahwa kamu sudah terluka dan kesal karenanya.

Dickins membagikan cerita tentang seorang teman yang ingin dia temui di akhir pekan. Ia mengirim SMS menanyakan apakah mereka masih mau bertemu, tetapi temannya tidak membalas hingga hari Senin.

Dickins pun mengungkapkan rasa frustasinya ini kepada temannya, dan temannya merasa malu.

Miriam Kirmayer, seorang psikolog klinis, menyarankan agar mengkomunikasikan hal ini tanpa perlu menyalahkan sahabatmu.

Sebaliknya, gunakan kesempatan ini untuk menegaskan kembali keinginanmu untuk tetap bersahabat dan kesediaanmu untuk mewujudkannya.

Kamu bisa menyatakannya dengan berkata seperti, “Aku merasa kita jarang bertemu bahkan mengobrol. Apakah kamu merasakannya juga? Aku mengungkit hal ini karena aku peduli dengan persahabatan kita. Apakah kita bisa membicarakannya?”

4. Lakukan kegiatan bersama

17 Caption Seru untuk Ngabuburit Bareng Sahabat di Bulan Ramadhan

Nina Badzin dalam podcastnya, Dear Nina: Conversations About Friendship, menyarankan untuk melakukan kegiatan bersama dengan sahabat secara teratur.

Sebagian besar upaya untuk tetap dekat dengan sahabat adalah tentang waktu yang dihabiskan bersama. Jika kamu sudah memiliki jadwal kegiatan bersama secara teratur, maka sebagian besar tantangan dalam persahabatan sudah teratasi.

Menurut Robin Dunbar, sebuah penelitian menunjukkan bahwa bergabung dalam tim paduan suara bersama sahabat dapat memberikan dampak positif bagi persahabatan, karena bernyanyi bersama memicu pelepasan endorfin yang lebih besar.

Hormon endorfin mampu menimbulkan perasaan senang, nyaman hingga membuat seseorang berenergi. Hal ini juga berlaku untuk aktivitas berlari bersama sahabat.

Mungkin kamu bisa menjadwalkan kegiatan karaoke bersama untuk bersenang-senang dengan sahabatmu.

5. Beri seseorang kesempatan kedua

Ilustrasi kesempatan kedua.

Menurut Sheila Liming, seorang akademisi dan penulis Hanging Out: The Radical Power of Killing Time, hubungan persahabatan tentu tidak akan lepas dari rasa ketidaknyamanan. Akan ada hal yang mungkin membuat tidak nyaman bagi salah satu pihak.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memberikan kesempatan kedua, bahkan ketiga, keempat, dan seterusnya karena terkadang itulah yang dibutuhkan dalam persahabatan.

Sahabatmu atau bahkan kamu mungkin sedang mengalami hari yang buruk, atau sedang melalui masa-masa sulit. Atau kamu bisa saja merasa seperti diabaikan oleh seseorang yang kamu pikir adalah teman dekat.

Salah satu hal terbaik yang dapat kamu lakukan adalah memberi sinyal bahwa kamu masih ada untuk sahabatmu dan menunggu sampai ia berada dalam kondisi yang baik. Sahabat yang baik juga akan melakukan hal yang sama.

6. Bertemu secara langsung bukan online

Ilustrasi nongkrong.

Nina Badzin menegaskan agar jangan mengubah sahabatmu menjadi teman online. Merawat hubungan persahabatan harusnya dilakukan secara langsung.

Sempatkan untuk saling mengunjungi satu sama lain. Jika kamu memiliki sahabat jarak jauh, coba agendakan trip bersama atau kunjungi rumahnya.

Menurut Robin Dunbar, teknologi memang membantu menjaga persahabatan tetap berjalan, namun tidak ada yang lebih menyenangkan daripada berada di seberang meja, menatap mata orang lain, dan melakukan kontak fisik dengan mereka.

Ini adalah dasar dari semua hubungan sosial dan terjadi terus-menerus selama percakapan. Dunbar menambahkan bahwa jumlah permukaan tubuh yang boleh disentuh selama interaksi berkorelasi langsung dengan kedekatan emosional dalam hubungan tersebut.

7. Berkomunikasi secara teratur melalui telepon

Ilustrasi menelepon.

Mempertahankan hubungan persahabatan jarak jauh cenderung membutuhkan usaha lebih. Nina Badzin menyarankan untuk mengubah cara agar tetap berhubungan dengan sahabatmu, seperti menelepon sembari menjalankan tugas atau aktivitas.

Agendakan video call bersama sahabatmu. Kegiatan ini mungkin terkesan tidak mengasyikkan atau spontan, tetapi menjalankan aktivitas sembari mengobrol tidak akan membuat kalian merasa tertinggal dengan kabar kehidupan masing-masing.

Badzin juga menegaskan bahwa voice note bisa menjadi alternatif tambahan dalam berkomunikasi tetapi jangan terlalu mengandalkannya.

Jika menggunakan voice note secara berlebihan sebagai pengganti panggilan, mungkin akan ada banyak sekali voice note yang tidak memberikan sensasi seperti percakapan yang lebih mendalam.

8. Akui jika hubungan persahabatan pasti akan berubah bahkan merenggang

Ilustrasi berbincang.

Hubungan persahabatan tentu akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Kamu dan sahabatmu tentu akan terus menjalani kehidupan masing-masing dan menjadi penting untuk menerima bahwa hubungan persahabatan kalian juga akan terpengaruh. Akan ada masa-masa ketika kalian merasa sedikit lebih jauh atau sangat dekat.

Lydia Denworth, penulis Friendship: The Evolution, Biology and Extraordinary Power of Life’s Fundamental Bond, mengatakan bahwa ketika sebuah persahabatan mulai merenggang, sebaiknya kamu bertanya pada dirimu sendiri seperti apa hubungan persahabatanmu itu? Tidak semua teman kita akan menjadi teman seumur hidup, dan itu tidak masalah.

Menurut Denworth, orang-orang tentu mengalami perubahan, mereka tumbuh terpisah, mereka kehilangan sesuatu yang mengikat mereka bersama.

Ada teman yang menguatkan kita dan ada teman yang menguras tenaga kita. Jujurlah pada dirimu sendiri tentang hal itu dan pertahankan orang-orang yang memang selalu mendukungmu.

Susan Shapiro Barash, penulis Toxic Friends: The Antidote for Women Stuck in Complicationd Friendships, mengatakan adalah hal yang wajar bagi manusia untuk merasakan persahabatan yang hilang atau rusak.

Ada kalanya seseorang terhubung kembali dengan teman lama dan persahabatan itu kembali hidup. Namun, hal itu hanya terjadi jika ada pengampunan dan keduanya mampu melewati apapun kejadian yang mengakhiri hubungan persahabatan mereka.

Baca Juga: Makna Bunga Hyacinth dalam Bahasa Floral: Simbol Kepercayaan, Kesetiaan, dan Persahabatan

Jika ketegangan masih terjadi, peluang untuk maju semakin kecil.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU