Kamis, 24 OKTOBER 2024 • 14:24 WIB

Ada Sekolah Khusus 'Pencuri' di India, Orang Tua Siap Bayar untuk Pelajaran Mencopet dan Menjambret

Author

Ilustrasi sekolah untuk pencuri. (Freepik)

INDOZONE.ID - Bukan cerita fiksi di novel atau komik, tapi ada loh sekolah khusus untuk pencuri di India. Bahkan orang tua di desa-desa miskin di India membayar mahal untuk menyekolahkan anak-anak mereka di 'sekolah' yang mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan kriminal.

Tiga desa di Madhya Pradesh, India tengah – Kadia, Gulkhedi, dan Hulkhedi – terkenal karena melatih anak-anak untuk mencuri, menurut NDTV, sebuah media berita India.

Para orang tua menyekolahkan anak-anak mereka yang berusia sekitar 12 hingga 13 tahun di “sekolah pencuri” ini, tempat mereka bergabung dengan geng kriminal setempat dan menerima pelatihan keterampilan.

Kurikulum dan biayanya

South China Morning Post menyebutkan bila sekolah pencuri ini mengajarkan remaja miskin dan tidak berpendidikan cara menjalani kehidupan kriminal dengan imbalan uang.

Baca Juga: 8 Ide Kegiatan Peringatan Maulid Nabi di Sekolah yang Seru

Pendidikan kriminal mencakup serangkaian pelajaran yang menghasilkan gangster “profesional” setelah “lulus”. Kurikulumnya meliputi pencopetan, penjambretan di tempat ramai, menghindari polisi, dan bertahan dari pukulan. Anak-anak juga diajarkan cara berjudi dan menjual minuman keras.

“Guru-guru” di sekolah tersebut adalah anggota geng dan penjahat kawakan. Mereka dilatih untuk berbaur dengan keluarga kaya dan mendapatkan akses ke pesta pernikahan masyarakat kelas atas yang paling eksklusif.

Ilustrasi sekolah pencuri. (Freepik)

Adapun biaya, “sekolah pencuri” ini membebani orang tua dengan biaya sekolah sebesar 200.000 hingga 300.000 rupee (US$2.400 hingga US$3.600). Para siswa biasanya berasal dari keluarga kurang berpendidikan dan miskin.

Pendidikan dunia bawah dilaporkan memungkinkan para remaja untuk mendapatkan penghasilan lima hingga enam kali lipat dari biaya sekolah mereka, dan orang tua mereka juga dapat menerima pembayaran tahunan sebesar 300.000 (US$3.600) hingga 500.000 rupee dari para pemimpin geng.

Bagaimana polisi menanggapinya?

Polisi mengatakan bahwa lebih dari 300 anak dari sekolah tersebut telah terlibat dalam pencurian pernikahan di seluruh India.

Baca Juga: Baru 40 Hari Menikah, Wanita di India Gugat Cerai Suami karena Mandi Cuma 1 kali Sebulan!

Pada tanggal 8 Agustus, saat pesta pernikahan mewah di Jaipur, sebuah kota di barat laut India, seorang pencuri mencuri tas berisi perhiasan senilai 15 juta rupee (US$180.000) dan uang tunai 100.000 rupee.

Pada bulan Maret, seorang bandit berusia 24 tahun yang lulus dari sekolah pencuri mencuri tas perhiasan di sebuah pesta pernikahan di Gurgaon, India utara.

Inspektur polisi Ramkumar Bhagat mengatakan bahwa karena sebagian besar pelaku kejahatan adalah anak di bawah umur, maka “sangat sulit” bagi polisi untuk mengambil tindakan.

Orang yang terbukti bersalah melakukan pencurian di India dapat menghadapi hukuman hingga tujuh tahun penjara dan denda.

Namun, sistem hukum negara ini lebih lunak dalam menangani kejahatan remaja, dengan fokus pada pemasyarakatan dan pendidikan.

Penduduk desa juga melindungi para penjahat kecil, sehingga menambah kesulitan polisi dalam memberantas jaringan pencuri profesional bawah tanah yang terus berkembang.

Reaksi di media sosial

Sekolah pencuri semacam itu telah menarik perhatian luas di media sosial.

Baca Juga: Semarak Lomba Gerak Jalan SD di Parepare Sambut HUT RI ke-7, Diikuti 51 Sekolah

Seorang pengamat daring menulis: “Anak-anak ini seharusnya bisa menggunakan biaya sekolah untuk pendidikan formal. Lingkungan sosial yang buruk telah membuat mereka tersesat.”

"Orang tua seperti ini mengeksploitasi anak-anak mereka untuk melakukan kejahatan demi uang. Mereka tidak layak menjadi orang tua," kata yang lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU