Arti Logo Baru Kementerian Kebudayaan Tema “Merajut Budaya, Membangun Bangsa”, Apa Filosofinya?
INDOZONE.ID - Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada acara Semarak Budaya Indonesia yang berlangsung pada Jumat (13/12/2024) di Museum Nasional Indonesia meresmikan logo baru Kementerian Kebudayaan. Logo baru tersebut merupakan hasil dari sayembara terbuka yang diikuti oleh 3.201 peserta dan berhadiah total Rp215 Juta Rupiah
Pemenang sayembara logo baru Kementerian Kebudayaan adalah Reza Rasenda, seorang pemuda yang tinggal di Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Reza berhasil mengalahkan peserta lain dengan logo dengan tema “Merajut Budaya, Membangun Bangsa” yang terinspirasi dari motif Wastra Indonesia.
Filosofi Logo Baru Kemenkebud
Logo baru Kemenkebud yang bertema “Merajut Budaya, Membangun Bangsa” yang terinspirasi dari motif Wastra Indonesia menggambarkan filosofi keberagaman Indonesia yang harmonis, bekerja sama menjalin persatuan dengan corak warna emas dan coklat tua.
Baca Juga: Hari Santri 2024 Jatuh pada 22 Oktober: Ini Logo, Makna, dan Sejarahnya!
Corak warna emas di logo baru Kemenkebud mencerminkan kekayaan dan kesejahteraan, sedangkan warna coklat melambangkan tradisi, kekuatan, budaya, dan Warisan.
Logo baru Kemenkebud memiliki 7 tujuh gambar yang masing-masing memiliki makna, yaitu
1. Lima Helai Ekor
Lima Helai Ekor melambangkan 5 sila di dalam pancasila sebagai dasar bernegara untuk menyatukan keberagaman budaya menjad satu rasa nasionalisme untuk mewujudkan pembangunan bangsa
2. Empat Helai Sayap
Melambangkan terbentangnya keberagaman budaya di 4 batas geografi Indonesia, yaitu Indonesia Timur, Utara, Selatan, dan Barat. Bentuk objek ini terinspirasi dari bentuk atap rumah gadang yang melambangkan pembangunan dan mewakili kebesaran sebagai rumah yang nyaman untuk keharmonisan keberagaman budaya masyarakat Indonesia
3. Anyaman/Tenunan
Anyaman/Tenunan melambangkan semangat kebudayaan dengan gotong-royong dan bersatu padu dalam mewujudkan keutuhan bangsa Indonesia
4. Mahkota
Mahkota melambangkan kedaulatan dan kehormatan. Dengan menjaga dan melestarika keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, akan membuat Indonesia menjadi negara yang dihormati dan diakui kedaultannya di mata dunia
Baca Juga: Keharmonisan Budaya dan Agama, Badendang Rotang Bisa Jadi Inspirasi Perayaan Natal dan Tahun Baru
5. Pita
Pita melambangkan rasa cinta, kebanggaan, dan perayaan. Objek ini mewakili harapan dan ajakan seluruh masakan Indonesia untuk merayakan dan melestarikan kebudayaan Indonesia dengan rasa bangga dan rasa cinta
6. Daun
Daun Menggambarkan generasi penerus bangsa yang siap untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia akan terus terjaga dan abadi selamanya
7. Simbol Tak Terhingga
Simbol Tak Terhingga melambangkan keabadian, menggambarkan bahwa budaya Indonesia akan terus terjaga dan abadi selamanya
Menkebud Sebut Logo Baru sebagai Semangat Memajukan Budaya Indonesia di Mata Dunia
Menkebud Fadli Zon yang hadir saat peresmian logo baru Kementerian Kebudayaan menyebut logo baru diharapkan menjadi penerjemah visi Kementerian Kebudayaan dalam memajukan budaya Indonesia di peradaban dunia.
“Filosofi kalau kita lihat dari situ keterikatan dari beragam budaya kita, untuk persatuan kalau kita liat itu infinity jadi kalau kita lihat banyak filosofi tapi detailnya nanti kita bisa lihat karena banyak dan cukup detail dan cukup bagus untuk disajikan karena saya juga tidak hafal. Tapi bagian penting dari logo sebut adalah mempersatukan budaya Indonesia sebagai satu kesatuan budaya untuk kemajuan budaya.” ujar Fadli Zon.
Fadli Zon menambahkan pemenang sayembara logo Kemenkebud yang baru (Reza Rasenda) dari Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah tersebut mampu menerjemahkan visi kedepan dari Kementerian Kebudayaan untuk kemajuan budaya ditengah peradaban dunia.
Baca Juga: Hari Pers Nasional: Sejarah, Tema dan Makna Logo HPN 2023
Selain meluncurkan logo baru Kemenkebud, acara Semarak Budaya Indonesia juga menjadi ajang inskripsi tiga warisan budaya tak benda UNESCO, yaitu Reog Ponorogo melalui nominasi tunggal, Kebaya melalui nominasi multinasional dengan 5 negara ASEAN (Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand), serta Kolintang melalui nominasi perluasan bersama Balafon dari Mali, Pantai Gading, dan Burkina Faso.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram@kemenkebud